Tante penjaga warung

 



Namaku Otong (bukan nama sebenarnya), aku bekerja di sebuah perusahaan cukup terkenal di Jawa Barat, di sebuah kota yang sejuk, dan saya tinggal (kost) di daerah perkampungan yang dekat dengan kantor. Di daerah tersebut terkenal dengan gadis-gadisnya yang cantik & manis. Aku dan teman-teman kost setiap pulang kantor selalu menyempatkan diri untuk menggoda cewek-cewek yang sering lewat di depan kost. Di sebelah kostku ada sebuah warung kecil tapi lengkap, lengkap dalam artian untuk kebutuhan sehari-hari, dari mulai sabun, sandal, gula, lombok, roti, permen, dsb itu ada semua. Aku sudah langganan dengan warung sebelah.


Cel Kadang kalau sedang tidak membawa uang atau saat belanja uangnya kurang aku sudah tidak sungkan-sungkan untuk hutang. Warung itu milik Ibu Ita (tapi aku memanggilnya Tante Ita), seorang janda cerai beranak satu yang tahun ini baru masuk TK nol kecil. Warung Tante Ita buka pagi-pagi sekitar jam lima, terus tutupnya juga sekitar jam sembilan malam. Warung itu ditungguin oleh Tante Ita sendiri dan keponakannya yang SMA, Krisna namanya.


Seperti biasanya, sepulang kantor aku mandi, pakai sarung terus sudah stand by di depan TV, sambil ngobrol bersama teman-teman kost. Aku bawa segelas kopi hangat, plus singkong goreng, tapi rasanya ada yang kurang.., apa ya..?, Oh ya rokok, tapi setelah aku lihat jam dinding sudah menunjukkan jam 9 kurang 10 menit (malam), aku jadi ragu, apa warung Tante Ita masih buka ya..?, Ah.., aku coba saja kali-kali saja masih buka. Oh, ternyata warung Tante Ita belum tutup, tapi kok sepi.., ?Mana yang jualan?, batinku.


?Tante.., Tante.., Dik Krisna.., Dik Krisna?, lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini, kali saja lupa nutup warung.


Ah kucoba panggil sekali lagi, ?Permisi.., Tante Ita??.


?Oh ya.., tungguu?, Ada suara dari dalam. Wah jadi deh beli rokok akhirnya.


Yang keluar ternyata Tante Ita, hanya menggunakan handuk yang dililitkan di dada, jalan tergesa-gesa ke warung sambil mengucek-ngucek rambutnya yang kelihatannya baru selesai mandi juga habis keramas.


?Oh.., maaf Tante, Saya mau mengganggu nich.., Saya mo beli rokok gudang garam inter, lho Dik Krisna mana?


?O.., Krisna sedang dibawa ama kakeknya.., katanya kangen ama cucu.., maaf ya Mas Otong Tante pake? pakaian kayak gini.. baru habis mandi sich?.


?Tidak apa-apa kok Tante, sekilas mataku melihat badan yang lain yang tidak terbungkus handuk.., putih mulus, seperti masih gadis-gadis, baru kali ini aku lihat sebagian besar tubuh Tante Ita, soalnya biasanya Tante Ita selalu pakai baju kebaya. Dan lagi aku baru sadar dengan hanya handuk yang dililitkan di atas dadanya berarti Tante Ita tidak memakai BH. Pikiran kotorku mulai kumat. Agen Judi Sbobet


Malam gini kok belum tutup Tante..?


?Iya Mas Otong, ini juga Tante mau tutup, tapi mo pake? pakaian dulu?


?Oh biar Saya bantu ya Tante, sementara Tante berpakaian?, kataku. Masuklah aku ke dalam warung, lalu menutup warung dengan rangkaian papan-papan.


?Wah ngerepoti Mas Otong kata Tante Ita.., sini biar Tante ikut bantu juga?. Warung sudah tertutup, kini aku pulang lewat belakang saja.


?Trimakasih lho Mas Otong..??.


?Sama-sama..?kataku.


?Tante saya lewat belakang saja?.

 Saat aku dan Tante Ita berpapasan di jalan antara rak-rak dagangan, badanku menubruk tante, tanpa diduga handuk penutup yang ujung handuk dilepit di dadanya terlepas, dan Tante Ita terlihat hanya mengenakan celana dalam merah muda saja. Tante Ita menjerit sambil secara reflek memelukku.


?Mas Otong.., tolong ambil handuk yang jatuh terus lilitkan di badan Tante?, kata tante dengan muka merah padam. Aku jongkok mengambil handuk tante yang jatuh, saat tanganku mengambil handuk, kini di depanku persis ada pemandangan yang sangat indah, celana dalam merah muda, dengan background hitam rambut-rambut halus di sekitar vaginanya yang tercium harum. Kemudian aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yang jatuh tadi. Tapi ketika aku mau melilitkan handuk tanpa kusadari burungku yang sudah bangun sejak tadi menyentuh tante.


?Mas Otong.., burungnya bangun ya..??.


?Iya Tante.., ah jadi malu Saya.., habis Saya lihat Tante seperti ini mana harum lagi, jadi nafsu Saya Tante..?.


?Ah tidak apa-apa kok Mas Otong itu wajar..?.


?Eh ngomong-ngomong Mas Otong kapan mo nikah..??.


?Ah belum terpikir Tante..?.


?Yah.., kalau mo? nikah harus siap lahir batin lho.., jangan kaya? mantan suami Tante.., tidak bertanggung jawab kepada keluarga.., nah akibatnya sekarang Tante harus bersetatus janda. Gini tidak enaknya jadi janda, malu.., tapi ada yang lebih menyiksa Mas Otong.. kebutuhan batin..?.


?Oh ya Tante.., terus gimana caranya Tante memenuhi kebutuhan itu..?, tanyaku usil.


?Yah.., Tante tahan-tahan saja..?.


Kasihan.., batinku.., andaikan.., andaikan.., aku diijinkan biar memenuhi kebutuhan batin Tante Ita.., ough.., pikiranku tambah usil.


Waktu itu bentuk sarungku sudah berubah, agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan.


?Mas Otong burungnya masih bangun ya..??.

Aku cuma megangguk saja, terus sangat di luar dugaanku, tiba-tiba Tante Ita meraba burungku.


?Wow besar juga burungmu, Mas Otong.., burungnya sudah pernah ketemu sarangnya belom..??.


?Belum..!!?, jawabku bohong sambil terus diraba turun naik, aku mulai merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak pernah kurasakan.


Cerita Sex Janda PenjagaWarung

?Mas.., boleh dong Tante ngeliatin burungmu bentarr saja..??, belum sempat aku menjawab, Tante Ita sudah menarik sarungku, praktis tinggal celana dalamku yang tertinggal plus kaos oblong.


?Oh.., sampe? keluar gini Mas..??.


?Iya emang kalau burungku lagi bangun panjangnya suka melewati celana dalam, Aku sendiri tidak tahu persis berapa panjang burungku..??, kataku sambil terus menikmati kocokan tangan Tante Ita.


?Wah.., Tante yakin, yang nanti jadi istri Mas Otong pasti bakal seneng dapet suami kaya Mas Otong..?, kata tante sambil terus mengocok burungku. Oughh.., nikmat sekali dikocok tante dengan tangannya yang halus kecil putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, Tante Ita sudah melepaskan lagi handuk yang kulilitkan tadi, itu aku tahu karena burungku ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang tidak terlalu besar itu.


?Ough.., Tante.., nikmat Tante.., ough..?, desahku sambil bersandar memegangi dinding rak dagangan, kali ini tante memasukkan burungku ke bibirnya yang kecil, dengan buasnya dia keluar-masukkan burungku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot.., ough.., seperti terbang rasanya. Kadang-kadang juga dia sedot habis buah salak yang dua itu.., ough.., sesshh.


Aku kaget, tiba-tiba tante menghentikan kegiatannya, dia pegangi burungku sambil berjalan ke meja dagangan yang agak ke sudut, Tante Ita naik sambil nungging di atas meja membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku kini.


?Mas Otong.., berbuatlah sesukamu.., cepet Mas.., cepet..!?.


Tanpa basa-basi lagi aku tarik celana dalamnya selutut.., woow.., pemandangan begini indah, vagina dengan bulu halus yang tidak terlalu banyak. Aku jadi tidak percaya kalau Tante Ita sudah punya anak, aku langsung saja mejilat vaginanya, harum, dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari vaginanya. Aku lahap rakus vagina tante, aku mainkan lidahku di clitorisnya, sesekali aku masukkan lidahku ke lubang vaginanya.


?Ough Mas.., ough..?, desah tante sambil memegangi susunya sendiri.


?Terus Mas.., Maas..?, aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu aku masukkan lidahku ke dalam vaginanya, ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila.


Kemudian Tante Ita membalikkan badannya telentang di atas meja dengan kedua paha ditekuk ke atas.


?Ayo Mas Otong.., Tante sudah tidak tahan.., mana burungmu Mas.. burungmu sudah pengin ke sarangnya.., wowww.., Mas Otong.., burung Mas Otong kalau bangun dongak ke atas ya..??. Aku hampir tidak dengar komentar Tante Ita soal burungku, aku melihat pemandangan demikian menantang, vagina dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung tancapkan burungku dibibir vaginanya.


?Aughh..?, teriak tante.


?Kenapa Tante..??, tanyaku kaget.


?Udahlah Mas.., teruskan.., teruskan..?, aku masukkan kepala burungku di vaginanya, sempit sekali.


?Tante.., sempit sekali Tante.??.


?Tidak apa-apa Mas.., terus saja.., soalnya sudah lama sich Tante tidak ginian.., ntar juga nikmat..?.


Yah.., aku paksakan sedikit demi sedikit.., baru setengah dari burungku amblas.., Tante Ita sudah seperti cacing kepanasan gelepar ke sana ke mari.


?Augh.., Mas.., ouh.., Mas.., nikmat Mas.., terus Mas.., oughh..?. Agen Maxbet


Cerita Sex Janda PenjagaWarung, Begitu juga aku.., walaupun burungku masuk ke vaginanya cuma setengah, tapi sedotannya oughh luar biasa.., nikmat sekali. Semakin lama gerakanku semakin cepat. Kali ini burungku sudah amblas dimakan vagina Tante Ita. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Ita. Tiba-tiba tante terduduk sambil memelukku, mencakarku.


?Oughh Mas.., ough.., luar biasa.., oughh.., Mas Otong..?, katanya sambil merem-melek.


?Kayaknya ini yang namanya orgasme.., ough..?, burungku tetap di vagina Tante Ita.


?Mas Otong sudah mau keluar ya..??. Aku menggeleng. Kemudian Tante Ita telentang kembali, aku seperti kesetanan menggerakkan badaku maju mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan karena gerakanku, aku menunduk dan kucium putingnya yang coklat kemerahan. Tante Ita semakin mendesah, ?Ough.., Mas..?, tiba-tiba Tante Ita memelukku sedikit agak mencakar punggungku.


?Oughh Mas.., aku keluar lagi..?, kemudian dari kewanitaannya aku rasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin terasa, aku dibuat terbang rasanya. Ach rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus goyang kutanya Tante Ita.


?Tante.., Aku keluarin dimana Tante..?, di dalam boleh nggak..??.


?Terrsseerraah..?, desah Tante Ita. Ough.., aku percepat gerakanku, burungku berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh burungku. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Akhirnya spermaku aku muntahkan dalam vagina Tante Ita, masih aku gerakkan badanku rupanya kali ini Tante Ita orgasme kembali, dia gigit dadaku.


?Mas Otong.., Mas Otong.., hebat Kamu Mas?.


Aku kembali kenakan celana dalam serta sarungku. Tante Ita masih tetap telanjang telentang di atas meja.


?Mas Otong.., kalau mau beli rokok lagi yah.., jam-jam begini saja ya.., nah kalau sudah tutup digedor saja.., tidak apa-apa.., malah kalau tidak digedor Tante jadi marah..?, kata tante menggodaku sambil memainkan puting dan clitorisnya yang masih nampak bengkak.


?Tante ingin Mas Otong sering bantuin Tante tutup warung?, kata tante sambil tersenyum genit. Lalu aku pulang.., baru terasa lemas sakali badanku, tapi itu tidak berarti sama sekali dibandingkan kenikmatan yang baru kudapat. Keesokan harinya ketika aku hendak berangkat ke kantor, saat di depan warung Tante Ita, aku di panggil tante.


 Rokoknya sudah habis ya.., ntar malem beli lagi ya..??, katanya penuh pengharapan, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, tapi mereka tidak tahu apa maksud perkataan Tante Ita tadi, akupun pergi ke kantor dengan sejuta ingatan kejadian kemarin malam.

Tidur bareng bibi



"Firman, malam ini nginep di rumah bibi aja," ucap bibiku saat aku berkunjung ke rumahnya. 


Bibiku bernama Rania. Aku memanggilnya Bi Rani atau Tante Rani. Ia adik dari ayahku. Umurnya sekitar 30 tahun lebih dan memiliki satu anak. Badannya tinggi, agak langsing. Namun, dada yang lumayan besar, pinggul yang indah dan wajah yang cantik. 


Hari itu, aku berkunjung ke rumah bibi, karena ada keperluan keluarga. Tante Rani menyambutku dengan ramah dan baik. Waktu kecil pun aku sering diasuh olehnya. Tante Rani sangat baik padaku. 


"Kemana Om Farhan," tanyaku. 

"Mas Farhan ada tugas keluar kota, sudah dua hari," jawab Tante Rani. 

"Nginep disini aja ya, sudah lama kita enggak ketemu. Firman juga jarang kesini," sambungnya. 

"Iya Tan," jawabku. 


Malamnya, kami ngobrol di ruang Tv. Anaknya Tante Rani sudah tidur. Tante Rani memakai baju daster tipis dan ketat. Pahanya begitu mulus dan indah. Saat aku memperhatikan paha dan dadanya, Tante Rani cuek seolah bangga memamerkan paha dan dadanya. 


Malam itu hujan turun dan sangat deras. Saat listrik mati, tanteku yang takut kegelapan itu tiba-tiba berteriak dan memelukku. Kurasakan toketnya menempel di dadaku. Aku mencoba menenangkan Tanteku, tapi ia terus memeluk dan ketakutan. 


Aku menyalakan ponselku dan Tante kembali tenang. Aku saat itu sudah terpancing napsu. Aroma tubuh tanteku dan empuknya toket Tante membuat pikiranku kacau. Ingin rasanya onani, saat itu. 


"Tan, aku mau tidur, ya," pamitku. 

"Firman, tidur di kamar Tante, aja. Tante takut kalau tidur sendiri. Si Alif kayaknya sudah tidur juga," jawab tante, mengajakku tidur di kamarnya. 


Alif adalah anak tanteku yang umurnya 5 tahun. 


"Beneran Tan, aku tidur di kamar Tante." Aku tidak percaya ajakan tanteku. 

"Iya, temenin tante ya," jawabnya. 


Aku pun menuruti dan malam itu, aku tidur di kamarnya. Kami tidur bersebelahan dengan satu selimut. Pikiranku kacau, ingin rasanya memeluk tubuh tanteku yang wangi itu. 


Secara tiba-tiba, Tante memelukku, saat aku berbaring. Aku mencoba bersikap biasa dan cuek. Akhirnya Tante tertidur di pelukanku. Aku mencoba mencium pipinya dan membelai rambutnya. Napsuku semakin membara dan kontolku sudah tegang. 


Karena napsu sudah menguasaiku, aku remes toket tanteku yang lumayan besar dan tanteku tidak memakai BH. Aku ciumi lehernya. Terdengar napasnya semakin tidak beraturan. Namun Tante Rani masih memejamkan mata. 


Tiba-tiba, Tante Rani membalikkan badan membelakangiku dengan posisi Tante tidur miring. Aku memeluknya dari belakang dan menempelkan kontolku pada pantatnya yang lumayan semok itu. Kuangkat bagian bawah dasternya. Terlihat pantat tanteku yang indah dengan celana dalam putihnya. 


Napsu sudah di ubun-ubun. Kupelorotkan celana dalamnya dengan lembut, ia masih tertidur. Entah pura-pura tidur atau beneran tertidur, aku tidak peduli. Ku buka celana pendekku dan kutempelkan kontolku yang sudah tegang pada memek tante Rani lewat belakang saat posisi Tante tidur miring. Aku mencari lobangnya, tapi tidak kutemukan. Aku hanya menempelkan. Entah pada memeknya atau pada pantatnya. Terasa hangat dan enak saat kontolku menempel. 


Aku pun kembali meremas toketnya dan menciumi leher, pipi dan rambutnya. Saat aku sibuk menciumi leher dan rambutnya, tiba-tiba tanteku memegang kontolku yang sudah tegang. Ia memegang kontolku dan menempelkannya pada lobang memeknya lewat belakang dengan posisi Tante masih tidur miring Membelakangiku. 


Kucoba memposisikan diriku supaya lebih nyaman dan supaya kontolku lebih mudah masuk pada lobang memeknya. Secara perlahan kudorong kontolku yang sangat tegang. Memek bibiku sudah basah dan terasa hangat dan nikmat. Kepala kontolku sudah bisa masuk ke memeknya. Terasa begitu nikmat dan hangat. Kenikmatan yang luar biasa yang tak bisa ku jelaskan dan kutulis dalam cerita. 


Napsuku semakin tidak tertahan. Kumasukkan lebih dalam lagi kontolku pada lobang kenikmatan tanteku. Kudengar Tante Rani sedikit mengerang saat kontolku menembus memeknya yang sudah basah itu. Memeknya seolah memijit dan menggigit-gigit halus kontolku. Kucoba mengocoknya dengan pelan dan memegang bagian atas memeknya. Ternyata memeknya berbulu tipis saat aku pegang bagian atasnya. 


Aku mengocok kontolku di memek Tante dengan posisi tubuh tante tiduran miring membelakangiku. Terasa nikmat luar biasa saat aku menggerakkan pinggulku dan mengocok kontolku pada memeknya. 


"Oh, oh, ssst, oh, oh, ah, sssst, ssst, oh." Akhirnya kudengar Tante Rani mendesah. Desahan yang indah melebihi desahan indah artis bokep negri sakura. 


Tante mendesah dengan mata masih terpejam. Mungkin ia pura-pura tidur.


Kukocok lebih kencang dan terus kunikmati kenikmatan yang luar biasa itu. Memeknya semakin basah dan semakin menggigit dan memijit-mijit kontolku. Aku masukan lebih dalam pada memeknya dan tubuh tanteku seperti mengejang. 


"Oh, ooh, aah, ssst, ah, aaaah." Itulah desahan sedikit pelan yang kudengar dari mulut tante, saat badannya mengejang. 


Kuraskan kontolku tersiram cairan hangat di dalam memek Tante. Memeknya menyemprotkan cairan lumayan banyak, berbarengan dengan tubuhnya yang mengejang dan mulutnya mendesah. Apakah tanteku Orgasme mencapai puncak kenikmatan? Entah lah. 


Setelah ku nikmati semprotan memek Tante yang nikmat itu, kembali ku lanjutkan kocokanku. Kocokanku semakin kencang dan agresip. Kembali kudengar erangan dan desahan dari mulut tante. Saat tanganku memegang bagian atas memeknya, tersentuh olehku itilnya yang menonjol dan bulunya yang tipis. Kumainkan itilnya sambil terus kukocok memeknya dengan kontolku yang lumayan besar dan sangat tegang. 


Beberapa menit kemudian, badanku mengejang nikmat dan kontolku ingin mengeluarkan sesuatu. Ku percepat kocokanku dan akhirnya aku pun tak sanggup menahan badai orgasme bada diriku. Kumasukkan lebih dalam kontolku pada memeknya. 


"Crooooot, Croooot, crooot, croot, crot, creet, cret, cret." Kontolku menembakan sperma di dalam memek seksi tanteku. 


"Ooooh, oooh, ah, ah, ah," erangan dan desahan tanteku, saat menerima tembakan spermaku di memeknya. 


Aku pun merasakan puncak kenikmatan luar biasa dan tubuhku lemas. Kembali kupeluk tanteku dari belakang dengan posisi kontolku masih tertancap di memeknya. Memeknya kembali seperti memijit-mijit kontolku. Terasa nyaman saat itu. Kurasakan spermaku keluar dari memek tanteku, meski kontolku masih tertancap di memeknya. 


"Aku yakin, Tante hanya pura-pura tidur. Ia pasti juga menikmati kenikmatan bersetubuh denganku," gumamku.


Karena badan lemas, aku pun tertidur dengan posisi memeluk Tante dari belakang dan kontolku masih menancap di memeknya. 


Saat subuh, aku pun terbangun dengan posisiku telentang dan kontolku tidak menempel pada memek Tante. Kulihat Tante Rani masih tertidur telentang di sampingku dengan posisi daster masih terangkat dan terlihat memeknya yang berbulu tipis tanpa tertutup selimut. 


"Memeknya indah banget," bisikku saat melihat memek tanteku itu. 


Aku memegang memeknya dan kumainkan jariku di lobang surgawi itu. Memeknya masih basah dan sedikit berbau amis. Tubuh Tante seperti mengejang saat kumasukkan jari ke memeknya. 


Kembali ku posisikan tanteku tertidur miring dan kembali ku entot tanteku dengan posisi miring seperti semula. 


"Ah, ah, ah, oh, oh," desahnya. 


Setelah aku puas, aku bersihkan memeknya dari spermaku dan kembali ku pakaikan celana dalamnya, lalu aku tertidur. 


Besoknya saat pagi, Tante bersikap biasa padaku, seolah tidak terjadi apa-apa. Namun, hatiku masih yakin bahwa semalam Tanteku hanya pura-pura tidur dan ia menikmati persetubuhan denganku. Pagi itu Tante terlihat begitu gembira dan bahagia. 


"Kapan-kapan nginep lagi, ya, Firman," ucap tanteku padaku dengan tersenyum.

Mati lampu


"Firman, malam ini nginep di rumah bibi aja," ucap bibiku saat aku berkunjung ke rumahnya. 


Bibiku bernama Rania. Aku memanggilnya Bi Rani atau Tante Rani. Ia adik dari ayahku. Umurnya sekitar 30 tahun lebih dan memiliki satu anak. Badannya tinggi, agak langsing. Namun, dada yang lumayan besar, pinggul yang indah dan wajah yang cantik. 


Hari itu, aku berkunjung ke rumah bibi, karena ada keperluan keluarga. Tante Rani menyambutku dengan ramah dan baik. Waktu kecil pun aku sering diasuh olehnya. Tante Rani sangat baik padaku. 


"Kemana Om Farhan," tanyaku. 

"Mas Farhan ada tugas keluar kota, sudah dua hari," jawab Tante Rani. 

"Nginep disini aja ya, sudah lama kita enggak ketemu. Firman juga jarang kesini," sambungnya. 

"Iya Tan," jawabku. 


Malamnya, kami ngobrol di ruang Tv. Anaknya Tante Rani sudah tidur. Tante Rani memakai baju daster tipis dan ketat. Pahanya begitu mulus dan indah. Saat aku memperhatikan paha dan dadanya, Tante Rani cuek seolah bangga memamerkan paha dan dadanya. 


Malam itu hujan turun dan sangat deras. Saat listrik mati, tanteku yang takut kegelapan itu tiba-tiba berteriak dan memelukku. Kurasakan toketnya menempel di dadaku. Aku mencoba menenangkan Tanteku, tapi ia terus memeluk dan ketakutan. 


Aku menyalakan ponselku dan Tante kembali tenang. Aku saat itu sudah terpancing napsu. Aroma tubuh tanteku dan empuknya toket Tante membuat pikiranku kacau. Ingin rasanya onani, saat itu. 


"Tan, aku mau tidur, ya," pamitku. 

"Firman, tidur di kamar Tante, aja. Tante takut kalau tidur sendiri. Si Alif kayaknya sudah tidur juga," jawab tante, mengajakku tidur di kamarnya. 


Alif adalah anak tanteku yang umurnya 5 tahun. 


"Beneran Tan, aku tidur di kamar Tante." Aku tidak percaya ajakan tanteku. 

"Iya, temenin tante ya," jawabnya. 


Aku pun menuruti dan malam itu, aku tidur di kamarnya. Kami tidur bersebelahan dengan satu selimut. Pikiranku kacau, ingin rasanya memeluk tubuh tanteku yang wangi itu. 


Secara tiba-tiba, Tante memelukku, saat aku berbaring. Aku mencoba bersikap biasa dan cuek. Akhirnya Tante tertidur di pelukanku. Aku mencoba mencium pipinya dan membelai rambutnya. Napsuku semakin membara dan kontolku sudah tegang. 


Karena napsu sudah menguasaiku, aku remes toket tanteku yang lumayan besar dan tanteku tidak memakai BH. Aku ciumi lehernya. Terdengar napasnya semakin tidak beraturan. Namun Tante Rani masih memejamkan mata. 


Tiba-tiba, Tante Rani membalikkan badan membelakangiku dengan posisi Tante tidur miring. Aku memeluknya dari belakang dan menempelkan kontolku pada pantatnya yang lumayan semok itu. Kuangkat bagian bawah dasternya. Terlihat pantat tanteku yang indah dengan celana dalam putihnya. 


Napsu sudah di ubun-ubun. Kupelorotkan celana dalamnya dengan lembut, ia masih tertidur. Entah pura-pura tidur atau beneran tertidur, aku tidak peduli. Ku buka celana pendekku dan kutempelkan kontolku yang sudah tegang pada memek tante Rani lewat belakang saat posisi Tante tidur miring. Aku mencari lobangnya, tapi tidak kutemukan. Aku hanya menempelkan. Entah pada memeknya atau pada pantatnya. Terasa hangat dan enak saat kontolku menempel. 


Aku pun kembali meremas toketnya dan menciumi leher, pipi dan rambutnya. Saat aku sibuk menciumi leher dan rambutnya, tiba-tiba tanteku memegang kontolku yang sudah tegang. Ia memegang kontolku dan menempelkannya pada lobang memeknya lewat belakang dengan posisi Tante masih tidur miring Membelakangiku. 


Kucoba memposisikan diriku supaya lebih nyaman dan supaya kontolku lebih mudah masuk pada lobang memeknya. Secara perlahan kudorong kontolku yang sangat tegang. Memek bibiku sudah basah dan terasa hangat dan nikmat. Kepala kontolku sudah bisa masuk ke memeknya. Terasa begitu nikmat dan hangat. Kenikmatan yang luar biasa yang tak bisa ku jelaskan dan kutulis dalam cerita. 


Napsuku semakin tidak tertahan. Kumasukkan lebih dalam lagi kontolku pada lobang kenikmatan tanteku. Kudengar Tante Rani sedikit mengerang saat kontolku menembus memeknya yang sudah basah itu. Memeknya seolah memijit dan menggigit-gigit halus kontolku. Kucoba mengocoknya dengan pelan dan memegang bagian atas memeknya. Ternyata memeknya berbulu tipis saat aku pegang bagian atasnya. 


Aku mengocok kontolku di memek Tante dengan posisi tubuh tante tiduran miring membelakangiku. Terasa nikmat luar biasa saat aku menggerakkan pinggulku dan mengocok kontolku pada memeknya. 


"Oh, oh, ssst, oh, oh, ah, sssst, ssst, oh." Akhirnya kudengar Tante Rani mendesah. Desahan yang indah melebihi desahan indah artis bokep negri sakura. 


Tante mendesah dengan mata masih terpejam. Mungkin ia pura-pura tidur.


Kukocok lebih kencang dan terus kunikmati kenikmatan yang luar biasa itu. Memeknya semakin basah dan semakin menggigit dan memijit-mijit kontolku. Aku masukan lebih dalam pada memeknya dan tubuh tanteku seperti mengejang. 


"Oh, ooh, aah, ssst, ah, aaaah." Itulah desahan sedikit pelan yang kudengar dari mulut tante, saat badannya mengejang. 


Kuraskan kontolku tersiram cairan hangat di dalam memek Tante. Memeknya menyemprotkan cairan lumayan banyak, berbarengan dengan tubuhnya yang mengejang dan mulutnya mendesah. Apakah tanteku Orgasme mencapai puncak kenikmatan? Entah lah. 


Setelah ku nikmati semprotan memek Tante yang nikmat itu, kembali ku lanjutkan kocokanku. Kocokanku semakin kencang dan agresip. Kembali kudengar erangan dan desahan dari mulut tante. Saat tanganku memegang bagian atas memeknya, tersentuh olehku itilnya yang menonjol dan bulunya yang tipis. Kumainkan itilnya sambil terus kukocok memeknya dengan kontolku yang lumayan besar dan sangat tegang. 


Beberapa menit kemudian, badanku mengejang nikmat dan kontolku ingin mengeluarkan sesuatu. Ku percepat kocokanku dan akhirnya aku pun tak sanggup menahan badai orgasme bada diriku. Kumasukkan lebih dalam kontolku pada memeknya. 


"Crooooot, Croooot, crooot, croot, crot, creet, cret, cret." Kontolku menembakan sperma di dalam memek seksi tanteku. 


"Ooooh, oooh, ah, ah, ah," erangan dan desahan tanteku, saat menerima tembakan spermaku di memeknya. 


Aku pun merasakan puncak kenikmatan luar biasa dan tubuhku lemas. Kembali kupeluk tanteku dari belakang dengan posisi kontolku masih tertancap di memeknya. Memeknya kembali seperti memijit-mijit kontolku. Terasa nyaman saat itu. Kurasakan spermaku keluar dari memek tanteku, meski kontolku masih tertancap di memeknya. 


"Aku yakin, Tante hanya pura-pura tidur. Ia pasti juga menikmati kenikmatan bersetubuh denganku," gumamku.


Karena badan lemas, aku pun tertidur dengan posisi memeluk Tante dari belakang dan kontolku masih menancap di memeknya. 


Saat subuh, aku pun terbangun dengan posisiku telentang dan kontolku tidak menempel pada memek Tante. Kulihat Tante Rani masih tertidur telentang di sampingku dengan posisi daster masih terangkat dan terlihat memeknya yang berbulu tipis tanpa tertutup selimut. 


"Memeknya indah banget," bisikku saat melihat memek tanteku itu. 


Aku memegang memeknya dan kumainkan jariku di lobang surgawi itu. Memeknya masih basah dan sedikit berbau amis. Tubuh Tante seperti mengejang saat kumasukkan jari ke memeknya. 


Kembali ku posisikan tanteku tertidur miring dan kembali ku entot tanteku dengan posisi miring seperti semula. 


"Ah, ah, ah, oh, oh," desahnya. 


Setelah aku puas, aku bersihkan memeknya dari spermaku dan kembali ku pakaikan celana dalamnya, lalu aku tertidur. 


Besoknya saat pagi, Tante bersikap biasa padaku, seolah tidak terjadi apa-apa. Namun, hatiku masih yakin bahwa semalam Tanteku hanya pura-pura tidur dan ia menikmati persetubuhan denganku. Pagi itu Tante terlihat begitu gembira dan bahagia. 


"Kapan-kapan nginep lagi, ya, Firman," ucap tanteku padaku dengan tersenyum.

Cemburu

 Kebetulan pada saat itu, saya mempunyai seorang kekasih teman satu sekolah, nama panggilannya Lis. Dia adalah anak ke 3 dari 8 bersaudara. Lis tinggal di Bandung bersama kakaknya sedangkan orang tua dan adik-adiknya menetap di luar Jawa.


 Selama berpacaran dgn Lis, saya belum pernah melakukan seperti apa yg saya lakukan dgn Mbak Ami di Yogya. Paling maksimal saya hanya mencium pipi atau kening Lis, itupun saya lakukan jika ada acara khusus. Seperti biasanya, karena usai sekolah sore hari maka saya mengantarkan Lis pulang ke rumahnya di daerah Bandung Barat. Biasanya setelah sampai dirumah Lis saya langsung pulang, tp hari itu saya sengaja untuk masuk dulu ke rumah Lis.


“Kamu mau saya temanin dulu apa nggak?” tanya saya kepada Lis.

“Temanin yach.., besok khan tanggal merah, lagian kakakku lagi nonton di luar”, jawab Lis dgn ringanya.

“Oke, kalau gitu mobilnya saya masukin ke carport aja, nggak usah diparkir di jalan”, balas saya sambil membuka pintu pagar rumahnya.


Setelah memasukkan mobil, saya terus masuk ke ruang tamu dan duduk. Tdk begitu lama Lis ke ruang tamu sambil membawa teh hangat untuk saya.


“Aku ganti baju dulu, kamu minum dech” kata Lis kepada saya. 

“Iya, aku nunggu di sini aja lah, kamu jangan lama-lama ganti bajunya” kata saya.


Tdk begitu lama, Lis telah kembali dgn menggunakan kaos dan celana pendek. Dia duduk di samping saya, begitu saya perhatikan ternyata satu kancing bagian atas kaosnya dibuka. Hal itu menimbulkan rangsangan untuk mencumbunya.


“Lis, kakakmu kira-kira pulang jam berapa” tanya saya.

“Yach.. Paling juga jam 10 an sampai rumah, kenapa?” tanya Lis kepada saya.

“ Nggak.. Ya berarti masih ada waktu cukup” sahut saya lagi.

“Emang.. Mau apa?” tanya Lis menyelidik Kemudian saya menarik badan Lis untuk bersandar di badan saya dan saya tanya,

” Boleh saya cium kamu?” Tanpa menunggu jawaban dari Lis, saya sudah mendaratkan bibir saya di bibirnya.


 Uch.. Lis pun membalas ciuman saya ini dan dia juga membuka mulutnya dgn maksud agar lidahnya bisa menggapai lidah saya.


“Lis.. Aku sayang sama kamu” kata saya seraya menghentikan untuk sesaat ciuman di bibirnya.

“ He.. Eh, aku juga” balas Lis sambil terus menggigit bibir dan lidah saya.


Sambil mencium, tangan saya juga sudah mulai mengelus punggungnya dan kemudian bergeser ke lengannya dan berhenti sejenak di sekitar ketiaknya. Tangan Lis pun semakin kencang memeluk badan saya, kelihatannya Lis sudah terbawa emosinya dan dia juga kelihatannya menikmati ketika saya mulai mencium belakang telinga dan lehernya.


“Mmmpphh.. Achhh.. Ko, geli” desah Lis sambil ke dua tangannya memegang kepala saya.

“ Lis.., suka ya..?” tanya saya sambil terus menciuminya dan tangan saya mengelus-elus lengannya. 


Ciuman saya dari leher kemudian turun ke bagian bawah leher dimana kancing kaosnya sudah terbuka satu. Hanya sebentar ciuman saya di daerah itu, kemudian ciuman saya geser lagi ke bibirnya. Sambil berciuman, saya pindahkan tangan saya ke buah dadanya dan saya usap-usap dari luar kaosnya dgn sekali-kali saya remas.


“Ko.. Jangan.. Sakit” bisik Lis sambil kepalanya mendongak ke atas.


 Tangan sayapun terus mencoba untuk masuk melalui kancing yg telah terbuka dan langsung menyusup ke dalam cup bra nya.

“Ooch..” desah Lis, sambil tangannya ikut memegangi tangan saya, ntah maksudnya melarang atau mempertahankan tangan saya untuk terus mengolahnya.


Tetapi.., setelah beberapa saat saya meremas buah dadanya, tiba-tiba..


“Plak..” tangan Lis pun menampar pipi saya.


Kaget juga saya dgn tamparan dia itu, saya pikir saking enaknya di remas buah dadanya sehingga dia menjadi begitu tenyata sebaliknya, dia kaget karena diremas-remas buah dadanya.


“Kamu.. Ngapain Ko..” tanya Lis kepada saya.

“ Ech.., kenapa kamu nggak mau” saya balik bertanya.

“ Iya.. Jangan nggak boleh khan” balas Lis.

“ Ya sudah.. Maaf ya” kata saya sambil kemudian saya membetulkan duduk saya.


Untuk beberapa saat kami berdua terdiam, mungkin Lis menyesali apa yg baru saja terjadi dan saya menyesali karena apa yg saya rencanakan tdk terpenuhi padahal k0ntol saya sudah mengeras karena terangsang. Dgn berat hati, saya akhirnya minta ijin untuk pulang. 


“Kamu kesel yach.. Saya nggak mau” tanya Lis kepada saya.

“Nggak, kenapa, saya tdk mau memaksa khok” jawab saya kemudian.

“ Ko.., saya sayang sama kamu tp saya belum bisa untuk menerima apa yg tadi kamu lakukan dan jika hal itu kita lakukan pasti ingin mengulang terus” begitu penjelasan Lis kepada saya.

“ Nggak apa-apa khok, nggak usah kamu pikirin lagi dech Lis” balas saya sambil berdiri untuk pulang.

“ Saya pulang ya dan maaf soal tadi” kata saya kepada Lis, kemudian saya kecup keningnya.

“ Iya dech hati-hati nggak usah ngebut” kata Lis.


Setelah kejadian malam itu, hubungan saya dgn Lis tetap berlangsung terus dan paling maksimal saya hanya mengecup bibirnya sebentar tanpa ada aktivitas lainnya. Tdk terasa hubungan kami sudah mencapai 2 tahun dan kami berdua lulus dari SMA di Bandung. Saya melanjutkan ke salah satu perguruan tinggi terkenal di Yogya dan Lis kuliah di Bandung. Kami hanya berkomunikasi dgn telepon atau surat dan bertemu jika masa kuliah sedang libur dan tdk terasa telah lebih dari 1 tahun kami berhubungan jarak jauh.


Sampai suatu malam, sehabis kuliah saya dibonceng oleh teman kuliah saya yg bernama Tio melintas dikawasan Malioboro biasa mau cuci mata karena sudah sumpek dgn kuliah seharian dan saya dikagetkan ketika melihat satu rombongan yg menarik perhatian saya dimana saya lihat Lis berada di antara rombongan itu.


“Tio, kita ikutin rombongan itu, kayaknya aku liat Lis dech” kata saya.

“ Hah.. Masa sich, khok kamu bisa nggak tahu kalau dia ke Yogya” balas Tio dgn nada kaget.


Tio tahu kalau saya punya kekasih di Bandung yg namanya Lis.

“Iya nich.. Jangan-jangan aku salah liat, tp kita ikutin aja lah paling nggak kita bisa tahu mereka nginap dimana” balas saya kemudian.


Akhirnya saya dan Tio mengikuti rombongan itu dan saya pastikan kalau yg saya liat itu adalah Lis tdk salah lagi. 


Kita ikuti sampai mereka masuk ke sebuah hotel di samping stasiun.


“Sudah, sampe Lis aja Ko, cuek aja.. Khok dia nggak kasih kabar sama kamu” kata Tio kepada saya ketika melihat saya ragu mau ikut masuk ke hotel itu atau tdk.

“Ayo.. Lah, parkiLis aja motornya kita datengin” balas saya kepada Tio.


Setelah memarkir motor, saya dan Tio mendatangani receptionist dan menanyakan rombongan yg baru masuk tersebut. “Selamat malam Mbak, mau nanya apa yg barusan rombongan dari Universitas ‘xx’ dari Bandung” tanya saya kepada Mbak di receptionist.


“ Iya, betul Mas, sudah 2 hari rombongan itu disini, besok pagi sudah mau check out ke Semarang” jawab Mbak nya itu. “ Bisa saya minta tolong dihubungi dgn salah satu dari rombongan itu namanya Lis?” tanya saya kepada si Mbak.

“ Sebentar ya Mas, saya coba dulu” jawab si Mbak receptionist itu sambil mengangkat gagang telepon.


Tdk beberapa lama Lis terlihat menuju counter receptionist dan saya lihat muka dia kaget karena melihat saya.


“Hi.., khok tahu saya ada di sini” tanya Lis.

“ Iya, tadi liat lagi jalan rame-rame di Malioboro” jawab saya ke Lis.


Setelah memperkenalkan teman saya Tio kepada Lis, kemudian saya bertanya lagi ke Lis.


“Khok kamu nggak kasih kabar kalau mau ke Yogya” kata saya.

“Iya, sorry ya saya nggak sempet kasih tahu, besok juga sudah mau ke Semarang, disana 2 malam terus balik lagi ke Bandung.

:Kita lagi studi banding” balas Lis. 


Tdk lama kemudian, datang seorang temannya Lis yg setelah dikenalkan ternyata bernama Rohim. Dgn nada yg agak sok dia bertanya kepada Lis,


“ Siapa Lis?”

“Oh, ini temanku waktu SMA di Bandung, sekarang kuliah di Yogya” jawab Lis dgn nada ragu.


Saya kaget juga melihat wajah Lis yg ragu dan kenapa juga dia bilang saya temannya khok bukan pacar atau apalah.. padahal saya dgn Lis sudah menjalin hubungan dekat selama 3 tahun lebih. Demikian percakapan awal yg tdk mengenakan dan akhirnya saya tdk mau berlama-lama di hotel tersebut dan saya bilang kepada Lis.


“Ok, nanti setelah kamu sampai di Bandung kasih tahu saya dan saya akan ke Bandung”. Dgn hati yg kesal dan dgn berbagai macam pertanyaan yg berkecamuk di kepala, saya dan Tio pulang.


Tio pun tahu perasaan saya tetapi dia diam saja tdk mau mengungkit masalah itu.


“Sudah.. Ntar ke Bandung aja, di clear kan”komentar Tio singkat, padat dan jelas.


Beberapa minggu setelah kejadian di Yogya dan liburan kuliah sudah mulai sayapun pergi ke Bandung dgn menggunakan bis malam. Setibanya di Bandung, setelah istirahat sebentar di rumah, saya berangkat menuju ke rumah Lis dgn membawa oleh-oleh. Dgn perasaan hati yg agak galau, saya menekan bel rumahnya dan tdk begitu lama Lis membukakan pintu pagar rumahnya.


“Eh.. Ko, apa kabar, kapan sampainya?” tanya Lis.

“Tadi subuh naik bus malam. Ini dibawain bakpia untuk di rumah” jawab saya sambil masuk ke rumahnya.

“ Kok sepi, sedang pada pergi?” tanya saya lagi.

“ Iya, lagi ke Ciwidey mau lihat Situ Patenggang” jawab Lis.

“Sebentar ya, saya buatkan teh dulu untuk kamu” kata Lis sambil berjalan ke arah dapur.


Sayapun kemudian duduk dan seperti biasanya di bawah meja tamu terdapat beberapa album dan saya mengambil satu yg paling atas.

Cerita Dewasa Akibat Cemburu Mungkin ada foto-foto baru yg bisa saya lihat sambil menunggu. Sayapun membuka lembar demi lembar halaman album tersebut dan setelah beberapa halaman saya terkejut karena terdapat beberapa foto Lis berdua dgn Rohim dalam posisi seperti sepasang muda-mudi yg sedang mabuk asmara. Ketika Lis datang dgn membawa teh hangat, saya tanyakan perihal foto-foto tersebut dan..


“Oh.. Itu, ya cuma iseng aja foto berdua pas waktu di Yogya dan Semarang” Lis menjawab dgn mimik muka yg tampaknya dibuat setenang mungkin.


Tetapi saya bisa menangkap semua itu.


“Tp.. Nggak ada apa-apa khok” kata Lis kemudian.


Dgn rasa kesal, saya tutup album itu.


“Kamu pacaran sama dia?” tanya saya kepada Lis.

“ Nggak.. yach akhir-akhir ini nggak tahu kenapa saya dekat dgn dia” jawab Lis dgn nada yg sedikit ragu.

“ Kamu sich Ko.. Pake kuliah di Yogya, jadi saya nggak ada yg nemenin di Bandung ” lanjut Lis mencoba untuk memberi penjelasan.

“ Maaf ya Lis, saya jadi nggak bisa nemenin kamu di Bandung” kata saya.


Kemudian saya meminum tehnya dan setelah itu saya tarik badan Lis untuk mendekat ke saya dan langsung saya cium bibirnya. Bibir kamipun saling bertemu dan terus sampai lidaHPun ikut bertaut. Wach.. sudah tambah pengalaman nich si Lis, saya berkata di dalam hati.


“Lis.. Saya kangen ma kamu” kata saya.

“ Iya.. Aku juga, terus Ko.. Ach..” desah Lis membalas ucapan saya.


Sayapun tdk hanya mencium bibirnya saja tp bergerak terus menelusuri telinga, leher dan kembali lagi ke bibirnya. Tangan sayapun mulai bergerilya dgn mulai membuka kancing dari kaos yg dipakai, saya buka satu persatu dan akhirnya terbuka semuanya yg mengakibatkan saya bisa melihat dgn jelas bra yg menutup dua buah bukit kembarnya.


Dgn sedikit ragu-ragu, saya sentuh bagian atas buah dadanya dan sekali-kali saya elus dgn mengitari bagian yg menggunung dari buah dada Lis.


“Ach.. Enak Ko.. Geli..” kata Lis sambil mendesah manja.

“ Boleh saya remes?” tanya saya..

“Iya.. Ayo..” pinta Lis Dgn rasa heran karena dulu Lis tdk mau, sayapun kemudian meremas dari luar cup bra nya dan setelah beberapa lama saya beranikan untuk menurunkan tali bra nya dan menarik sampai ke perutnya.


Tampaklah dua buah bukit kembar yg masih ranum dgn putingnya yg agak menonjol.


“Lis.. Bagus punyamu” kata saya sambil mengelus dan mendekatkan bibir saya untuk mengecup dan mengulum putingnya.

“ Ko.. Ayo, isap putingku ya” pinta Lis.


 Tampaknya Lis sudah mulai terangsang dan saya pun tdk menyia-nyiakan permintaan Lis itu. Sambil mengulum putingnya dgn bergantian kiri dan kanan sambil meremas-remas buah dadanya, saya merasa tangan Lis mulai turun ke arah k0ntol saya yg sudah tegang. “Ko.. Keras sekali punyamu” kata Lis sambil mengelus-elus k0ntol saya dari luar celana saya.


“ Buka Lis..” saya berkata kepada Lis dan tanpa ragu-ragu Lis pun membuka risleting celana saya dan mengeluarkannya.


Kemudian Lis pun mulai meremas- remas k0ntol saya dan mengocoknya.


“Lis.. Enak, terus.. Ach..” desah saya dimana mulut saya terus mengulum dan mengisap putingnya bagian kiri dan kanan.


Melihat Lis semakin terangsang, saya memberanikan tangan saya untuk menjamah daerah terlarangnya. Saya usap sambil menekan Lisgan jari saya di bagian kewanitaannya dari luar celana pendek yg dipakainya.


“Ko.. Khok tangannya ke situ?”tanya Lis sambil terus mendesah.

“ Kenapa, kamu nggak mau?”saya balik bertanya.


Ternyata Lis diam saja bahkan desahannya semakin kuat. Melihat keadaan itu, saya semakin berani untuk menurunkan celana pendek Lis yg hanya memakai karet sekaligus dgn celana dalamnya. Untuk sekejap, Lis menahan laju tangan saya, tetapi setelah saya berhasil menurunkan celananya, akhirnya Lis diam saja dan bahkan merenggangkan ke dua kakinya. Jari-jari tangan saya pun terus mengolah lahan yg selama ini ditutupinya, saya usap-usap dan sekali-kali jari tengah saya masuk ke dalam memeknya. Aktifitas ini saya lakukan untuk beberapa menit sampai akhirnya daerah kewanitaannya menjadi basah.


“Lis.. Mulai basah tuch” kata saya .

“Iya.. Enak Ko, terus Ko.., mau..” balas Lis dgn suara yg mendesah.


 Kemudian saya menarik badan Lis agar berbaLisgkan di sofa ruang tamu dan tanpa ada penolakan Lis pun sudah berbaLisg. Aktivitas dari jari-jari tangan saya teruskan untuk mengolah memek Lis, sambil terus memilin secara perlahan klitorisnya dan sekali-kali masuk ke dalam lubangnya, tangan saya pun berusaha untuk merenggangkan ke dua paha Lis agar lebih mudah. Tanpa adanya penolakan, entah karena sudah terangsang, Lis membuka lebar – lebar ke dua pahanya sehingga aktivitas jari saya semakin mudah di sekitar memeknya. 


“Lis.. Aku masukin ya” pinta saya.. “Jangan..

“Aku nggak mau” jawab Lis.


Lis menjawab begitu sambil terus menggoyangkan pinggulnya sehingga jari-jari tangan saya keluar masuk di lubangnya. Tangan Lis sendiri sekali-kali menahan laju tangan saya. Aktifitas mulut saya juga terus berlanjut di sekitar buah dadanya karena saya ingin membuat dia benar-benar terangsang dan akhirnya bersedia untuk bersetubuh. Sayapun mencoba untuk berbaring di samping Lis sambil terus mengolah memeknya dan tangan Lis pun semakin meremas dan mengocok k0ntol saya yg sudah benar-benar keras. Setelah beberapa lamai, sayapun sudah tdk tahan lagi dan mulai manaiki tubuh Lis agar k0ntol saya bisa mendekat ke memeknya Lis.


“Tahan.. Ya..” kata saya kepada Lis dgn nada memerintah secara halus.

“ Jangan Ko.. Aku nggak mau” kata Lis sambil mencoba untuk menahan k0ntol saya yg sudah berada di depan lubangnya dan Lis berusaha untuk merapatkan kakinya tetapi tdk bisa karena saya berada di antara ke dua kakinya.


Sayapun terus memajukan k0ntol saya, setelah bagian kepala k0ntol saya tepat berada di memeknya saya mendorong agar kepala k0ntolnya bisa masuk.


“Ach..” saya mendesah sambil terus mendorong agar k0ntol saya bisa masuk seluruhnya.

“ Ko.. Jangan.. Aduhh.. Sakit” kata Lis sambil berusaha untuk mendorong badan saya.

“ Tahan Lis, sedikit lagi masuk semua..” kata saya selanjutnya.


Sampai akhirnya k0ntol saya masuk seluruhnya dan kemudian saya diamkan sebentar agar memek Lis beradaptasi dgn k0ntol saya yg baru masuk. Setelah beberapa saat saya diamkan, saya coba untuk memaju dan mundurkan k0ntol saya.


“Oh.. Lis.. Enak sekali, sempit sekali..” desah saya sambil terus memompa rongga kewanitaannya.

“ Ko.. sudah.. Ko.., jangan diterusin” kata Lis dgn nada hampir menangis.


Saya terus saja memompanya.. Slruup.. Slruup.. Begitulah suaranya ketika k0ntol saya maju mundur. Raut muka Lis mulai memerah dan matanya pun mulai menutup seakan akan menahan rasa sakit di bagian memeknya. Namun demikian, jika saya perhatikan dari gerakan pinggulnya yg mulai bergoyang, saya yakin Lis mulai merasakan nikmatnya k0ntol saya. Birahi Tinggi


Lis terus menggoyangkan pinggulnya seirama dgn maju mundurnya k0ntol saya dan setelah beberapa lama dgn posisi saya di atas, dari k0ntol saya terasa ingin mengeluarkan air mani.


“Lis.. Sebentar lagi saya mau keluar”kata saya.

“Ko.. Sudah.. Jangan diterusin” pinta Lis dgn air mata yg mulai keluar dan saya tetap tdk peduli dan terus memompanya.

“ Lis.. Saya keluar.. Ach.. Ach..” saya mengerang tertahan karena merasakan nikmatnya keluar di dalam memek yg hangat.


 Sayapun mengeluarkan banyak sekali air mani di dalam memek Lis. Untuk beberapa saat saya diamkan k0ntol saya untuk tetap di dalam memek Lis. Sampai k0ntol saya mengecil, baru saya tarik dan saya lihat air mani saya mengalir keluar dari memek Lis dibarengi dgn bercak berwarna merah dan jatuh di sofa tempat kami barusan melakukan aksi persetubuhan.


“Lis.. Saya sudah ambil perawan kamu” kata saya kepada Lis.

“Iya.. Ko, kamu khok teganya begitu” balas Lis dgn suara agak parau.

“ Saya bakalan hamil nggak, khan nggak boleh kita melakukan ini” lanjut Lis masih dgn suara yg agak parau.


Kemudian Lis berdiri dan berlari ke dalam kamarnya dan ke kamar mandi untuk membersihkan memeknya dari air mani yg telah saya keluarkan di dalam memeknya.. Setelah kejadian itu, saya berhasil beberapa kali bersetubuh dgn Lis sampai akhirnya dia memutuskan hubungannya dgn saya dan kemudian menikah dgn Rohim tanpa memberitahu saya sama sekali.


Saat ini, Lis tinggal di Jakarta dan sudah mempunyai 2 orang anak dari Rohim. Saya menyesal karena tdk bisa menjadi suaminya tetapi setelah saya pikir-pikir lagi ternyata saya lebih beruntung karena telah memperoleh keperawanan Lis dan saya tdk tahu bagaimana Lis menjelaskan kepada Rohim pada saat ‘malam pengantin’nya berlangsung.


Lis, saya minta maaf karena saya telah membuat kamu berpikir keras untuk menjelaskan status keperawanan kamu kepada Rohim. Untuk Rohim, jangan paksa Lis untuk menjelaskan siapa yg mengambil keperawanan Lis. Dan untuk kalian berdua.. Lis dan Rohim, mudah- mudahan perkawinan kalian langgeng tanpa mempermasalahkan hal-hal yg telah lampau.

Ibuku

 Perkenalkan namaku dedy umurku waktu itu 24 tahun. aku mau menceritakan pengalamanku bersetubuh dengan ibu kandungku sendiri.entah kenapa aku begitu terangsang dan inggin ngentot ibuku sendiri,yang jelas awal aku nafsu dengan ibuku berawal aku melihat ibuku berselingkuh dengan teman ayahku,Kebetulan aku tingal di sebuah kabupaten P,Jawa timur,ayahku kerja di SBY seminggu sekali pulang kampung,jadi hanya

aku dan ibuku saja,waktu itu kulihat ibu ada tamu,aku juga kenal orang itu,namanya GT,dia sering datang kerumah jika ayahku ada,tapi kali ini dia datang malam hari jam 8malam.aku yang kebetulan ada dirumah pura2masuk kamarku,terus aku keluar lewat jendela dan ngintip ibu dan GT,ooh,,,ternyata mereka sudah saling ciuman dan tangan GT meremas2 dada ibuku yang montok itu,ibuku waktu itu berumur 46tahun,tapi wajah dan tubuh montok ibuku membuat para lelaki melirik pada ibuku,dan aku sendiri jadi terangsang,kontolku sudah ngaceng poll,,sambil aku intip mereka aku kocok kontolku sampai aku keluar maniku,,,sesudah itu aku buru2 masuk kamarku dan merencanakan gimana caranya aku juga bisa menikmati tubuh montok ibuku,,,aku lihat jam sudah jam 9malam,lalu ibuku mengetuk pintu kamarku,aku buka dan ibu bilang "pak GT biar bermalam disini ya nak",,,,aku jawab, "jangan mah,,malu ma tetangga mamah suruh dia pulang aja",,,jawabku.lalu beberapa saat kemudian terdengar bunyi motornya pulang,lalu aku mencari ibuku,karna aku sudah dirasuku nafsu kepada ibuku,aku temukan ibu di dapur,aku langsung peluk ibuku dari belakang,,,ibuku kaget tapi diam dan tidak menolakku...aku terus cium tengkuk leher ibuku sambil kujilat2,,,,ibuku mendesis sssssttttzzz ooohhhh sayanggg jangan ya......ibuku berkata,aku jawab "oohh,,,mahhhhh daripada mamah main sama pak GT lebih baik denganku mahhh",,,,ibuku kaget dan langsung menghadap kepadaku, "apa kamu bilang sayang,,,jadi tadi kamu mengintip"????"iya mah,,aku akan menjadi penganti papah,,,aku akan buat mamah puas tampa harus selingkuh dengan GT!!" lalu aku peluk lagi ibuku dan kucium bibirnya aku sedut lidahnya ibuku membalas kulumanku dan mulai merangkulku,,,aku geser ciumanku ke telinga ibuku aku gelitik daun telinganya sampai ibuku mendesah hebat "ssssstttttzzz ooowwwhhhh sayang,,,anakku sayang,,,,,,"ibuku mendesah,aku turunkan ciumanku ke lehernya yang putih mulus itu,aku gigit2 kecil dan ku buat cupang di leher ibuku,,,"ooohhh mahhh aku mencintaimu sayang,,,," lalu aku telanjangi ibuku dan aku buka juga baju dan celanaku,aku terus jilati seluruh tubuh ibuku turun2 dan berhenti di vagina ibuku yang tembam dan montok,aku jilat2 vagina ibuku lama sampai15 menit,terus aku bangun gantian kini kontolku yang dijilat2 ibuku,kontolku yang besar dan panjang itu juga dikulum2 panjang kontolku 19cm dan besar 4",aku sudah tidak kuat langsung aku angkat ibuku aku cium buah dadanya dan kuremas remas terus naik keleher aku jilat jilat lagi lehernya, dan kembali kukulum bibir ibuku,,,lalu aku baringkan ibuku di lantai dapur dan aku sudah di atasnya,kontolku kuarahkan ke vagina ibuku dan "aaahhhhh sayangggg,,,pelan pelan sayangggg,,,,,"kata ibuku,"ohhh mahhhh,,,vaginamu nikmat sekali mahhhh,,,," dan aku genjot vagina ibuku 10menit kemudian ibuku keluar lalu 20menit kemudian aku juga keluar, ooohhhh mahhh aku mau keluar mahhh",, "keluarin di dalam saja sayangggg,,,mamah juga mau keluar lagi,,,ohhhhh sayang anak mamah",,,,,dan aku tembakkan maniku di dalam rahim ibuku,lalu aku diam dalam posisi yang sama aku di atas ibuk10menit kemudian aku cabut kontolku dari vagina ibuku,dan kita sama2 tersenyum lalu aku cium lagi bibir ibuku dan kita pindah ke kamar ibuku,malam itu aku main lagi 3X dengan ibuku lalu kita tertidur dengan bertelanjang sampai pagi...itulah ceritaku bercinta dengan ibuku sendiri,sampai saat ini aku juga masih bersetubuh kalau ayahku di Jakarta.


Aku dan kakakku

  Nama aku Randi 19 tahun, aku dua bersaudara, aku anak kedua dimana kakakku perempuan berusia 5 tahun lebih tua dariku. Aku ngin menceritakan kejadian yang menimpa kehidupan seks aku 3 tahun yang lalu.


Pada waktu itu aku berumur 16 tahun masih 1 smu, sedangkan kakak aku berusia 22 tahun dan sudah kuliah. Kakakku orangnya memakai jilbab. Meskipun kakakku memakai jilbab dia sangat sexy, orang bilang mukanya sexy banget, demikian pula postur tubuhnya, tinggi 160 cm, kulit putih dan bra aku kira 36-an, tapi yang paling menyolok dari dia adalah pantatnya yang bulat besar dan bahenol, ini dapat aku nilai karena aku sering mengintip dia waktu dia sedang mandi atau sedang ganti pakaian. Jika berjalan ke mal ataupun kemanapun dia pergi, dia selalu pakai baju yang agak ketat meskipun dia memakai jilbab, orang selalu memandang goyangan pinggul dan pantatnya. Sampai-sampai aku sebagai adik kandungnyapun sangat menyukai pantat dan pinggul kakakku itu.


Meskipun kakakku memakai jilbab, kebetulan kakakku menyukai baju-baju model agak ketat dan celana agak ketat pula sehingga agak mencetak kemontokan dan keindahan tubuhnya. Apalagi jika dirumah, meskipun dia selalu memakai jilbab atau kerudung, dia selalu memakai baju tidur yang panjang tapi agak tipis sehingga agak terlihat belahan pantat dan celana dalamnya. Sebagai remaja yang baru puber dan juga olok-olok dari teman-temanku diam-diam aku sangat terangsang bila melihat pinggul kakakku. Sebaga efek sampingnya aku sering melakukan onani di kamarku atau di kamar mandi sambl membayangkan gimana rasanya kemaluanku dijepit diantara pantat montoknya.


Keinginan itu kurasakan sejak aku duduk di bangku 1 smu ini, aku sering mencuri-curi pandang untuk mengitip CD-nya apabila dia memakai rok. Dia mempunyai pacar yang berumur setahun lebih muda dari padanya. Aku sering memergoki mereka pacaran di ruang tamu, saling meremas tangan sampai mereka berciuman. Suatu hari aku memergoki pacarnya sedang menghisap buah dada kakakku di kamar tamu meskipun baju dan jilbabnya tetap terpasang di badannya, kakakku hanya mengeluarkan buah dadanya dari kancing yang terlepas sebagian, mereka langsung belingsatan buru-buru merapihkan bajunya. Malam harinya kakakku mendatangi kamarku dan memohon kepadaku agar tidak menceritakan apa yang aku lihat ke orang-orang terutama pada ayah dan ibuku.


Dik, jangan bilang-bilang yah, abis tadi si Hendra (pacarnya) memaksa Mbak, katanya. Aku Cuma mengganguk dan melongo karena kakakku masuk kekamarku menggunakan jilbab dan baju yang longgar(daster) tetapi agak tipis sambil membawa sebuah novel, sehingga paha dan dadanya yang montok terlihat karena dikamarku agak gelap sedangkan diluar lampu terang benderang. “hai, kok melongo???? “ …aku jadi gelagapan dan bilang “ia- ia mbak, aku ngga akan bilang-bilang” kataku.


Tiba-tiba dia rebahan di ranjangku dengan tertelungkup sambil membaca novel, aku memandanginya dari belakang membuat kemaluanku ngaceng karena pantat kakakku seolah-olah menantang kemaluanku. Berkali-kali aku menelan ludah. Dan pelan-pelan aku meraba kemaluanku yang tegang. Sampai kira-kira lima menit, dia menoleh ke arahku dan aku langsung melepas tanganku dari kemaluanku dan berpura-pura belajar. Kakakku mengajakku lari pagi besok hari dan dia memintaku menbangunkannya jam 5 pagi. Aku mengiakannya. Ketika dia keluar kamarku, aku melihat goyangan pinggulnya sangat sexy, dan begitu dia menutup pintu, aku langsung mengeluarkan kemaluanku dan mengocoknya, tapi sialnya tiba-tiba kakakku balik lagi dan kali ini da melihatku mengocok kemaluanku. Dia pura-pura tidak melihat dan berkata “jangan lupa bangunin mbak jam 5 pagi “. Lagi-lagi aku gelagapan “ia- ia – ia” kataku. Kakakku langsung pergi lagi sambil ngelirik ke-arah kemaluanku dan tersenyum. Malam itu aku ngga jadi beronani karena malu dipergoki kakakku.


Pagi harinya jam 5 pagi aku ke kamarnya dan kudapari dia sedang tidur mengakang…. Lagi-lagi aku melotot melihat pemandangan itu dan aku mulai meraba-raba pahanya, sampai kira-kira 2 menit dan ku-remas paha montoknya dia terbangun danku buru-buru melepaskan tanganku dari pahanya.


Singkat cerita kami lari pagi, dia mengenakan jilbab atau kerudung sedangkan bajunya dia mengenakan training yang agak ketat sehingga setiap lekuk pinggul dan pantatnya terlihat sexy sekali dan tiap laki-laki yang berpapasan selalu melirik pantat itu. Begitu selesai lari pagi, kita pulang naik angkutan bus dan kebetulan penuh sesak, akibatnya kita berdesak-desak. Entah keberuntungan atau bukan, kakaku berada di depanku sehingga pantat montoknya tepat di kemaluanku . Perlahan-lahan kemaluanku berdiri dan aku yakin kakakku merasakannya. Ketika bus semakin sesak, kemaluanku makin mendesak pantatnya dan aku pura-pura menoleh ke-arah lain. Tiba-tiba kakakku mengoyangkan pantatnya, karuan aku kenikmatan. ‘dik, kamu kemarin ngapain waktu mbak ke kamar kamu?” katanya “kamu onani yah??? Katanya lagi aku diam seribu basa karena malu. ‘makanya buru-buru cari pacar” katanya. “emang kalo ada pacar bisa digini yah?” kataku nekat sabil menonjokkan kemaluanku dipantatnya. “setidaknya ada pelampiasan” timpal kakakku. . “wah enak dong mbak ada pelampiasan?”tanyaku. “tapi ngga sampe gini” kata kakakku lagi sambil menggoyangkan lagi pantatnya. “kenapa” tanyaku. Sebelum dia menjawab kami sudah sampai tempat tujuan.


Pada sore hari itu, ketika aku pulang sekolah, kudapat rumah sepi sekali dan perlahan-lahan aku masuk rumah dan ternyata kakakku dan pacarnya sedang diruang tamu saling cium dan saling raba. Aku terus mengintip dari balik pintu, selembar demi selembar pakaian pacar kakakku terlepas sedangkan kakakku masih memakai jilbab dan baju jubahnya masih terpasang tetapi sudah tersingkap sampai sebatas perut, sehingga terlihat CD hitamnya yang mini dan sexy dan pacarnya sudah tinggal memakai CD saja. Kulihat tangan kakakku menelusup ke dalam CD pacarnya dan meremas serta mengocok kemaluan pacarnya yang tegang.


Pelan-pelan tangan pacarnya membuka CD kakakku dan terbukalah pantat bahenol nan montok milik kakakku. Pacarnya meremas-remas sambil meringis karena kocokan kakakku pada kemaluannya. ‘oh, aku udah ngga tahan” kata pacarnya “aku pengen masukin ke memekmu” katanya sambil mendorong kakakku sehingga tertelungkup di sofa. Ku lihat dia semakin mengangkat baju kakakku tetapi jilbabnya tetap terpasang tetapi sudah agak kusut dan menindihinya dari belakang kan berusaha menyodokan kemaluannya ke kemaluan kakakku dari arah belakang. Tapi begitu nempel di pantatnya, kuliha ar maninya tumpah ke pantat kakakku. “ohhh” dia melenguh dan kakakku menoleh kebelakang” kok udah” tanyanya Pacarnya bilang “maaf aku ngga tahan” katanya . Tiba-tiba lampu padam dan telepon HP sang pacar berdering dan di balik pintu aku sedang beronani ria sambil melihat kemontokan tubuh kakakku. Setelah menerima HP, sang pacar menyalakan sebatang lilin kecil diatas lemari dan dia berpakaian dan buru-buru pamit. “Aku ngga anterin kedepan pintu yah “ kata kakakku sambil tetap tertelungkup di sofa….. Begitu sang pacar hilang , nafsuku sudah ke ubun-ubun, di kegelapan remang-remang aku mendekati kakakku dan setelah dekat, dari jarak kira-kira satu meter aku memandangi bagian belakang tubuh telanjang kakakku, berkali-kali menelan ludah melihat pantat bahenol kakakku.


Karena udah ngga tahan, aku pelan-pelan membuka celanaku sampai copot dan kulihat kemaluanku yang besar dan panjang (itu menurut teman-temanku sewaktu kami berenang dan membandingkan kemaluan kami) berdenyut-denyut minta pelampiasan. Aku langsung menindihinya dari belakang, dan untungnya kakakku mengira sang pacar belum pulang dan masih ingin ngentot dia. “aw…., dra (nama pacarnya hendra) kok ngga jadi pulang” tanyanya , karena kondisi ruangan sangat gelap sehingga dia tidak menyadari bahwa adiknya sedang berusaha menempelkan kemaluannya ke kemaluanya. “aw dra jangan dimasukan aku masih perawan katanya ditempelin aja dra aku masih perawan’ katanya memohon. Karena aku udah tahan, maka pelan-pelan ku bimbing tangannya untuk menggengam kemaluanku dan agar ditutun ke kemaluannya. Begitu dia megang “dra, kok gede amat sih”katanya heran (soalnya punya pacarnya jauh lebih kecil daripada punyaku)sambil membimbing kemaluanku dan menempelkan kekemaluannya. “gosok pelan-pelan dra”, aku menekan dan gila bener-bener nikmat. Setelah kira kira dua menit aku menggosokkan kemaluanku ke kemaluan kakakkut akhirnya aku mencapai klimaksnya dan crot…crot..crot…spermaku menyembur ke pantat kakakku.


Aku tetap memeluk tubuh kakakku dan pelan-pelan aku meninggalkannya. “dra, mau kemana?” teriaknya aku buru-buru memungut celana dan memasuki kamarku dan masih celana dan CD ku belum kupakai aku rebahan di ranjangku sambil kututupi dengan selimut tipis membayangkan kenikmatan yang barusan terjadi.


Tba-tiba telepon berdering dan lampu menyala. kudengar kakaku menerima telepon itu dia herannya setengah mati karena yang menelepon adalah pacarnya si henra. “dra, kok kamu udah ada di rumah lagi jangan main-main yah kamu dimana, udah enak langsung lari” Beberapa saat kemudian kudengar bunyi telpon dibanting. Dan dikamarku, aku cepat-cepat mematikan lampu dan pura-pura tidur. Semenit kemudian kakakku masuk ke kamarku dan melihat akua tidur berselimut dia menghampriku dan duduk di tepi ranjangku. Di kegelapan kamarku kuintip kakakku masih memaki pakai dan jilbab yang tadi dia pakai,dia ngga berani membagunkanku malahan rebahan disampingku. Kesunyian sekitar 15 menit, kemudian kuintip ternyata kakakku tertidur. Akupun tertidur sampai keesokan harinya.


Setelah kejadian hari itu aku selalu membayangkan betapa enaknya tubuh kakakku meskipun hanya menempelkan dan menggosokan kemaluanku pada kemaluannya saja. Pada suatu siang, aku ingin meminjam kaset lagunya. Karena sudah biasa, aku pun masuk tanpa mengetuk pintunya. Dan betapa terkejutnya aku ketika kulihat mbak Desi kakakku sedang tidur-tiduran sambil memejamkan matanya. Tangannya masuk kedalam CD nya sedangkan jilbab dan bajunya masih terpasang, hanya bajunya sudah tersingkap sebatas perut. Spontan, ia terkejut ketika melihatku. Aku segera keluar.


Tak sampai satu menit, mbak Desi keluar (pakaiannya sudah rapi meskipun jilbabnya agak kusut). Ia memintaku agar merahasiakan hal itu dari ayah ibuku. Lalu kujawab:

“Aku janji ga bakal bilangin hal ini ke ayah ibu koq.”

“Thank’s ya dik.”

“Eh, emangnya onani itu dosa ya?”

Bukan jawaban yang kudapatkan, malah tatapan kakaku yang lain dari biasanya. Bagai disihir, aku diam saja saat dia menempelkan bibirnya ke bibirku. Dilumatnya bibirku dengan lembut. Dikulumnya, lalu lidahnya mulai menembus masuk ke dalam mulutku. Aku segera menarik diri darinya, tapi ia malah memegang tanganku lalu mengarahkannya ke dadanya dan kurasakan betapa empuknya buah dada kakakku. Refleks aku berontak karena aku malu. Tetapi kakakku bilang,"lakukanlah dik seperti yang kau lakukan tempo hari padaku".

Aku kaget "ja..jadi mbak tahu apa yang kulakukan pada mbak tempo hari." jawabku gugup.

"ya" jawab kakakku.

"maafkan aku mbak..." ucapku

Belum selesai aku berkata, ia sudah melumat bibirku. Dan kali ini lidahnya berhasil memasuki mulutku. Kami berciuman sangat lama. Setelah puas berciuman, Ia malah menarikku ke kamarnya. Disana aku direbahkan, dan ia membuka celana dan CD ku. Kakakku tersenyum melihat kemaluanku yang sudah mengacung tegak. Ukurannya sekitar 18 cm. Lebih panjang dari punya pacar kakakku, Hendra.

Melihat kakakku tersenyum, aku mulai menarik ke atas baju kakakku. Rupanya kakakku sudah membuka Branya sehingga akupun bisa langsung melihat payudaranya yang berukuran 36B itu. Kumulai menyentuh dan meremas Payudara kakakku yang lembut, sementara baju dan jilbabnya masih terpasang walaupun agak kusut. Kakakku menggelinjang merasakan kenikmatan dan mendesah keenakan.

Setelah aku melihat kakaku sudah terangsang, Aku membuka CD warna hitam kakakku sehingga kini terpangpanglah kemaluan kakakku yang berbulu lebat tapi halus itu.


Sekarang aku memegang kemaluanku dan mengarahkan kemaluanku ke mulutnya. Dia menutup mulutnya rapat-rapat.


"Ayo donk mbak! Isep! Kayak mbak ngelakuinnya buat pacar mbak.”

“Koq kamu tahu?”

“Ya tahu donk..kan aku sering ngintipin mbak begituan ama pacar mbak"

“Ayo mbak.” Rengekku.

Kakakku pun mulai tertantang mempraktekkan kemampuan lidahnya. Kemaluanku segera diaremas-rems. Setelah itu dijilati dengan penuh gairah, seolah itu adalah lollipop yang manis. Kakakku pun mulai memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Tidak bisa semua, tapi setidak-tidaknya sudah setengah yamg masuk. Di gigit-gigit kecil kepala kemaluanku sambil memainkan buah pelirnya. Akupun memejamkan mata keenakan.


Kakakku melepaskan kemaluanku dari mulutnya, tangannya mengangkat baju panjangnya dan menempelkan kemaluanku ke payudaranya aku pun membuka mataku. Lalu meraih kuraih kemaluanku, kuarahkan kemaluan itu ke kekemaluannya yang sedari tadi sudah basah. Kugosok-gosoknya ke klitorisnya, aku jadi merinding dibuatnya. Desahan tak karuan pun keluar dari mulutku. Di satu sisi aku tahu ini salah, tapi di sisi lain, aku benar-benar menikmatinya.


Setelah puas bermain-main dingan klitorisnya, kemaluanku segera ku arahkan ke lubang kemaluannya. Tetapi kakakku bilang "Jangan dimasukan, aku masih perawan. Ditempelkan dan digosokan aja seperti tempo hari"

Akupun mengangguk dan segera ku tempelkan dan kugosokan kemaluanku ke kemaluan kakakku. Setelah beberapa saat kemaluanku ku tekan tekan ke lubang kemaluan kakakku maka crot...crot.. crott spermaku menyembur di perut kakakku.

Dengan kemaluan masih menempel di perut kakakku, kami mulai bercumbu lagi, kujilat payudara kakaku sampai perutnya. Setelah itu kami mengambil posisi 69. Aku pun mulai menjilati kemaluannyanya yang sudah basah oleh cairan kewanitaannya. Sementara ia menjilati kemaluanku.


Kami saling berpelukan bugil, setelah puas bermain, kami pun menuju kamar mandi, namun belum sempat bermain di kamar mandi, kudengar suara mobil orangtuaku. KAmi cepat-cepat kembali ke kamar dan berpakaian. Saat orangtua kami masuk, aku sudah berpakaian lengkap sedang kakaku pun sudah berpakaian lengkap dengan jilbabnya. Sejujurnya saat itu aku sedang tegang dan gugup. Untunglah orangtuaku tak curiga. Kami pun ternsenyum berdua dengan penuh arti. Sejak saat itu kami saling memuaskan walupun tidak sampai memasukan kemaluanku kedalam kemaluannya karena aku takut kakakku kehilangan keperawanannya. Kadang-kadang kami juga main di sofa, di lantai, dan kamar mandi.

Cupu bag 6

 "Tan gimana kalok kita ngentotnya dirumah tante aja,sepertinya bisa punya pengalaman seru,"


"Hem Tapi ad yuda sayang,nantik kan gak enak sendiri kalok ketahuan kita  sedang bercinta"


"Udah deh tan percaya aja,lagian dy juga udah gak respek sama ibunya sendiri "


"Hem ya udah deh gpp,"


Dan mereka memutuskan untuk kerumah tante lisa,dengan semangat dimobil mereka saling raba dan merangsang.



Setibanya dirumah lisa mereka berdua masuk ke bagian kamar lisa dan langsung mengunci pintunya,diluar sana masih terdengar suara Game milik Yuda,yang menandakan ia sedang ngegame dengan santainya,di ruangan lain sedang menikmati percintaann yang dahsyat,,


"Hemmm tante cantik bikin Riyan selalu nafsu aja hehe hee"


"Dasar gombal"


Sluruuppp cuppp,,mereka bersilat lidah dengan ganas,dan Riyan mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu hingga bugil,dan juga menarik baju lisa hingga mereka dalam keadaan telanjang,


"Ohhh aahhh sayang ohhh gelii ahhh oowchhhh "


"Sluruuppp slruupppo ahh ini susu tante bikin gak tahan aja,,slruupppp "


Lisa mulai melakukan 69 ketika Riyan menyedot bagian dalam memek lisa,terdengar di luar ruangan yuda sedang memanggilnya.


"Buuu ibuu,ibu ngapain kok kayaknya ada suara suara aneh bu"


"Ahh,gpp,sana cepet belikan ibu makanan diwarung langganan ibu,ah ahh nantik ibu transfer pembayarannya"


"Mau beli berapa porsi bu"


"Ahh 3gpp terserahmu lah,sekarang cepat ibu laper owchh"


Mereka terus mengencarkan aksinya,ketika lisa berbicara dengan anaknya,Riyan langsung mempercepat menjilat memek lisa,dan lisa tak mau tinggal diam,dy makin cepat mengocok penis Riyann.


2menit telah berlangsung,lisa mencoba memanggil Yuda diluar,memastikan dy udah meninggalkan rumah.


"Yudaaaa yuuuuudddd,"


"Sayang sepertinya udah pergi deh,yuk mainnya di luar sayang aku pengen menikmatinya sama kamu"


"Yaudah yuk "


Mereka berciuman panas,dan langsung menggendong Lisa ke ruang tamu,


"Ahh aahh sayangg owcchhh nikmatnya sayang ahhh"


Blesss Riyan mengarahkan kontolnya langsung ke memek lisa dengan kasarnya,lisa yang merasakan ada sesuatu yang masuk di memeknya langsung merem melek menikmati inci gesekan.


Plok plok plok plokk suara itu bergema di ruang depan.


"Aahhh oowcchh enak sayang owchh iyaah sayang owcchh aaahhhh akuuuu hampirr keluaarr sayanggg owwcchhh aaaaahhhhhhhhhhjh ennnnnaaaakkkkksayangggggggggg"


"Iya tannn tahannn tannn kita keluarin bareng aja tannn oewcchhh aaahhhh aahhhh ahhhhhhaahhhhhhhhh oooccchhhhh,jepiittytt tanannn,memekmu enakk bangeettt tannteeer oohhhhhhe eennnaakkk tann memekmuu"


"Aahhhhh akuu gak kuaat lagii sayanggg owcchhhhh"


Riyan membenamkan dalam dalam kontolnya di memek lisa,dan dengan waktu singkat,Riyan menembakkan spermanya didalam rahim lisaaa dengann banyakknyaa.


"Aahhhh oowwcchhhh tannn ini tannn terima pejuhku tannn oohhhh aahhhhhhhhhh"


Crooot croottttt crrooooottt crroooooootttttt,,,,,


"Aaahhh aku juga sayangg ohhhcccc "


Creeetttt creetttt ferreerrr creeetttt creeeettttt.....


Mereka melepaskan kenikmatan dengan bahagia,sofa sudah berlumuran cairan dimana mana.


Tak lama Yuda anak tante lisa tiba tiba sampai depan pintu dan mengetok pintunya,Riyan yang posisi masih kontolnya tertancap buru buru mencabutnya dan berlari ke kamar lisa dan begitu juga lisa langsung lari kedalam kamarnya dan diluar sana yuda yang mendapati ruangan depan sudah basah dimana mana dan cairan sperma Riyan yang udah berceceran di aofa membuatnya bingung,dan yuda mencari keberadaan ibunya ubtuk menanyakan apa yang telah terjadi sebenarnya,yuda mengambil tisu dan mencoba mencium aroma lendir cinta sahabat dan ibunya.


Tante penjaga warung

  Namaku Otong (bukan nama sebenarnya), aku bekerja di sebuah perusahaan cukup terkenal di Jawa Barat, di sebuah kota yang sejuk, dan saya t...