Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang ketika kami berdua sampai di perumahan tempat kakak laki-laki mas andi, cowok yang sedang mendekati aku, yang sedang kosong itu. Dia ganteng dan badannya keker, aku suka dia mendekatiku walaupun beda umurnya jauh denganku. Setelah menutup pagar depan, segera dia mengajakku untuk masuk ke dalam rumah. Dia segera memeluk tubuhku dan dengan sedikit bernafsu segera disosornya pipiku dengan bibirnya. Aku sangat terkejut melihat ulahnya, “Eeeh Mas, kok gitu sih ” kataku memandangnya sambil melotot. Namun dia dapat segera mengendalikan diri, sambil tersenyum dia segera meraih tanganku dan ditariknya masuk ke dalam rumah. Setelah menutup pintu terasa sekali di dalam suasana agak remang-remang karena gorden masih tertutup. Sambil tetap memegang tanganku erat-erat, dia menatap wajahku, wajahku masih cemberut dan kelihatan marah. Sambil tetap tersenyum dia berkata “Nes, itu tadi berarti aku sayaang sama kamu, apa nggak boleh aku ngasih sun sayang?” rayunya.
“Mas gitu sih”,aku tetap merajuk kepadanya, aku menarik lepas tanganku dari genggamannya dan berjalan menuju ke sofa ruang tamu.
Saat itu aku mengenakan celana ketat dari kain yang cukup tipis berwarna putih sehingga bentuk bokongku yang bulat padat begitu kentara, dan bahkan saking ketatnya CDku sampai kelihatan sekali berbentuk segitiga. Atasannya aku mengenakan baju kaos putih ketat dan polos sehingga bentuk toketku yang membulat terlihat jelas, kaosku yang cukup tipis membuat braku yang berwarna putih terpampang jelas sekali. Aku menghempaskan pantatku di sofa, dia menyusulku segera dan duduk rapat di sampingku, “Ines sayang” rayunya. “Aku boleh kan cium bibir kamu, say” Aku semakin merajuk. “Ines sayang, terus terang, hari ini aku kepingin bersama kamu, aku ingin memberikan rasa kasih sayang ke kamu, asal kamu mau memberikan apa yang aku inginkan, mau kan sayang?” rayunya lebih lanjut. Aku membelalak kaget ke arahnya, “Maasss” Hanya kata itu yang kuucapkan, selanjutnya aku hanya memandangnya lama tanpa sepatah katapun. Dia mengambil inisiatif dengan menggenggam erat dan mesra kedua belah tanganku. “Ines sayang, percayalah apapun yang kukatakan, itu bentuk rasa cinta dan kasih sayang aku sama kamu say percayalah. Aku menginginkan bukti cintamu sekarang”,Selesai berkata begitu dia mendekatkan mukanya ke wajahku, dengan cepat dia mengecup bibirku dengan lembut. Hidung kami bersentuhan lembut, aku kaget sehingga sama sekali tak memberontak. Dia mengulum bibir bawahku, disedot sedikit. Lima detik kemudian, dia melepaskan kecupan bibirnya dari bibirku. Aku saat kukecup tadi memejamkan mata, “Bagaimana sayang, kau bersediakah?”, rayunya lebih lanjut. Dia berusaha mengecup bibirku
lagi, namun dengan cepat aku melepaskan tangan kananku dari remasannya, dadanya
kutahan dengan lembut. “Mass” bisikku lirih. “Ines sayang, percayalah sama aku”, rayunya lagi. “Tapi mass, Ines takut Mas”, jawabku. “Takut apa sayang, katakanlah”, bisiknya kembali sambil meraih tanganku. “Anu, Ines takut Mas nanti meninggalkan Ines”, bisikku. Dia menggenggam kuat kedua tanganku lalu secepat kilat dia mengecup
Bercumbu Dengan Pacarku Yang Masih Perawan
Dia menggenggam kuat kedua tanganku lalu secepat kilat dia mengecup bibirku. “Ines sayangku, aku terus terang tidak bisa menjanjikan apa-apa sama kamu tapi percayalah aku akan membuktikannya kepadamu,
aku akan selalu sayang sama kamu”, bujuknya untuk lebih meyakinkanku. “Tapi Mas” bisikku masih ragu. “Ines, percayalah, apa aku perlu bersumpah sayang, kita memang masih baru beberapa hari kenal sayang tapi percayalah yakinlah sayang kalau Tuhan menghendaki kita pasti selalu bersama sayang”, rayunya lagi. “Lalu kalau Ines sampai hhaamil gimana mass?” ujarku sembari menatapnya.”Aah, jangan khawatir sayang, aku akan bertanggung jawab semuanya kalau kamu sampai hamil, yah aku pasti mengawini kamu secepatnya, bagaimana sayang?” bisiknya. Tangannya bergerak semakin berani, yang tadinya hanya meremas jemari tangan kini mulai meraba ke atas menelusuri dari pergelangan tangan terus ke lengan sampai ke bahu lalu diremasnya dengan lembut. Dia memandangi toketku dari balik baju kaosku yang ketat, “Mas harus janji dulu sebelum…” aku tak melanjutkan ucapanku. “Sebelum apa sayang, katakanlah”,
bisiknya tak sabar. Kini jemari tangan kanannya mulai semakin nekat menggerayangi pinggulku, ketika jemarinya merayap ke belakang diusapnya belahan pantatku lalu diremasnya dengan gemas. “aahh… Mas”, aku merintih pelan. “Mas aah mmas.. Ines rela menyerahkan semuanya asal Mas mau bertanggung jawab nantinya”, aku berbisik semakin lemah, saat itu jemari tangan
kanannya bergerak semakin menggila, menelusup ke pangkal pahaku, dan mulai mengelus gundukan bukit memekku.
Diusapnya perlahan dari balik celanaku yang amat ketat, dua detik kemudian dia memaksa masuk jemari tangannya di selangkanganku dan bukit memekku itu telah berada dalam genggaman tangannya. Aku menggelinjang kecil, saat jemari tangannya mulai meremas perlahan. Dia mendekatkan mulutnya kembali ke bibirku hendak mencium, namun aku menahan
dadanya dengan tangan kananku, “eeehh Mas.. berjanjilah dulu Mas”, bisikku di antara desahan nafasnya yang mulai sedikit memburu.
Kuterus dibuatnya mengenlinjangan,dan pacarku mulai membuka kaos ku dan juga celanaku,saat ini diriku cuma menggunakan cd dan bra yang melekat ditubuhku,pacarku terus meremas dadaku penuh nafsu dan mulai membuka braku dan cdnya sehingga diriku telah bertelanjang,
Pacarku mulai membuka semua pakaiannya dan sungguh terkejutnya diriku melihat ukuran penisnya yang begitu besar,rasa gatel dan basah terus mengalir di memekku dan pacarku mulai menjilati memekku dengan rakus.
"Ahhh aahh mass gelii,ohhh ahhh ahhh,pliss mas jangan gitu ahh ahh aku gak kuat ahhh"
Pacarku terus mencumbu memekku sehingga cairan mulai banyak keluar,tak lama dilebarkan pahaku sehingga memekku terbuka merana,pacarku mulai menggesekkan kepala penisnya di memekku dan mulai menekannya perlahan,
"Aahhh ohhh, pelan mas ,ahhhh sakitttt ahh mas,sakiit pelann ahhhhh"
Sungguh sakit sekali ketika penis pacarku bersarang didalam memekku,penuh rasanya dan juga perih sekali,sungguh sakit sehingga air mataku mengalir dengan sendirinya,,kutahan dan ku terus menikmati semua rasa pedih ini.
Tak lama pacarku mulai menggenjotnya terasa darah perawanku mulai mengalir membasahi penis pacarku,pacarku terus mengenjotnya dengan penuh nafsu,,sakit telah berganti menjadi rasa birahi,hilang sudah rasa sakit yang menyelimuti memekku, erangan demierangan mulai menggema dengan merdu.
"Ahh ahah aahh aahh enak mas,ahh pelan ahh ohhj ohhh"
"Iya ness sayang,nikmatin aku akan membuktikan kalok ini benar benar nikmat sayang ahh ahh ahh ahh "
Suara benturan kelamin kami sangat merdu didengar,peluh sudah bercucuran membasahi tubuhku
45menit sudah dalam posisi sederhana,pacarku mulai mempercepat tempo genjotannya dan tak kuat menahan rasa nikmat yang melanda,pacarku sudah ejakulasi sangat banyak di memekku,sungguh hangat rasanya,cruutt cruut cruutt banyak sekali sperma yang mengalir keluar membasahi memekku,diriku sadar telah ternodai kehormatanku dan begitu pula memekku telah tersiram sperma pacarku dan ku menangis telah menyelesali apa yang terjadi,pacarku terus memelukku dan mulai menciumku terus,ku takut akan hamil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar