Cupu Bag 5

 "Sayang tante pengen pipis dulu dong,xixixi"


"Yaudah sana dulu tan,aku tunggu dikamar ya,pintu udah aku kunci kok,kalok bisa keluar kamar telanjang saja ya,hehheehe"


"Dasar mesum xixixii"


Dikamar Riyan terus mempersiapkan kamera di seluruh titik dan menghubungkannya dengan komputernya,tak begitu lama tante lisa keluar dalam ke adaan telanjang,dengan genitnya sambil menggoda Riyan.


"Hyy sayang,ahhh owchhh,"


Dengan menjulurkan lidahnya dan meremas susunya,


"Tan aku punya rencana seru nih,gimana kalok nantik tante nyepongin aku,aku tak ajak Yuda ngegame tan"


"Hemm boleh juga itu,,sekalian biar tau rasa,punya ibu cantik dianggurin xixixi" 


Mereka mulai merangsang satu sama lain,dan mulai saling raba,Riyan terus memilin puting lisa dengan ganas,dan tangan lisa terus mengocok pelan kontol Riyan,mereka yang udah dikuasi nafsu tak peduli lagi dengan rasa canggung.


Dengan kondisi kontol Riyan yang sudah tegang sempurna,lisa mulai mengulum dengan rakus,desahan dan erangan dikamar Riyan menggema sungguh indah.


"Tan tunggu bentar ya aku ngajak Yuda dulu yaa biar lebih seru"


"Iya udah sayang,buruan ya,tante udah kebelet nihh"


Pov 4

Tuttt... Tuuttt.... Tuutt...


"Hallo broo,main yokk,"


"Siyap bro,invit yaa buruan"


"Sudah broo,sip udah masuk,yuk atur posisi bro,aku tak nyerang dari belakang aja yaa"


"Iya udah nih aku dari depan yaa"


"Udahh jangan,kamu bagian dibelakangku aja owwch ahh"


Tuwirrr tuwiirr mereka memulai permainannya dan di kamar lain juga memulai juga,lisa terus menjilati kontol Riyan dengan rakusntya sehingga tak kuasa membuat Riyan mendesahh.


"Ohhj iyaa terus teruss ahhh,,iyaa "


"Lohh kok suaramu nyerang gitu broo"


"Aahh iya nihh lagi enak nyerang owhh,teruss ahh ahhh ahh"


"Aneh aneh aja kamu ini,kayak yang lagi enak enak,hehehe"


Di sisi lain sebenarnya juga memburu kenikmatan dan lisa yang mendengar itu terus cekikilan,dan menambah semangat tempo kulumannyaa.


""Ahhh iyeaahh teruu serangg,owchh teruuuss ahhhh"


"Lu emang ngapain sih broo,aneh bangett"


"Ahhhh putar balik putar balik cepatt owhhh "


"Iya ini aku udah putar balik broo "


Sebenarnya Rian memberikan kode kepada lisa supaya nungging dan mulai menuntun kontol Riyan ke dalam surgawinya.


"Aahhh iya terus serang ohhhh aahhh cepaatt cepaattt "


"Iya ini aku udah cepet broo buruan kedepan"


"Ohhh iyaahh teruss oohh aahhh manntap ahhh"


Buk buk bukk suara benturan selengkangan dan pantat lisa makin bergema,dan membuat sedikit Yuda kebingungan apa yang sebenarnya terjadi.


"Sob lu ngapain sih kok kayak ada bunyi enak enak gituu,dari tadi ada erangan nikmat ceweknya"


"Lagi main game ini ohhh,udah cepett serang terus biar menang "


Lisa terus menjepit kontol Riyan semakin kuatt,sehingga ia mendapatkan orgasmenya dengan dahsyat dan tak mampu menahan erangan kenikmatan.


"Oowhhh aahhhh "


"Itu suara siapa yan kok mendessh gitu,lu ngapain sih sebenarnya"


"Oohh ini suara laptopku kenak full folum,ahh iyaa ohhh lebihh cepatt hampir sampaiinnnn"


"Loh kok ......"


Riyan tiba tiba mematikan akses gamenya dan langsung memacu kecepatan menggenjotnya,ia hampir mendapatkan puncak nikmatnya.



"Aahh tan aku hampir sampai,ohhh memekmu sungguh nikmat sayang,ahhh oohhh,,aahhh nih terima pejuhkuh oohhhhhhhh aaaahhh"


Croottt crooottt crooooottt.....



"Ahhh ohhhh sayang kamu pinter banget bikin aku melayang,ohhh aku kamu suamiku,ohhh ahh,nikmat anget pejuhmu sayang ohhhh"


"Rugi banget bertahun tahun punya ibu cantik yuda menyia nyiakan,padahal memeknya nikmat"


"Ohh iya sayang ahh,rugi banget"


Akhirnya mereka membersihkan cairan cintanya dan mandi bersama,didalan toilet mereka masih melakukannya lagi dan memutuskan untuk jalan jalan keluar.

Cupu Bag 4

 Pov yu 1


Yuda dengan semangat bermain game tanpa memikirkan apa yang udah terjadii disana ,


"Piyurr piyuurr yess,terusss mati kauu yaaa hajar teruss"


Tak begitu lama dalam permainan ibunya pulang dari rumah riyan.


"Loh jam segini masih sibuk dengan gamenya,mau jadi apa kamu nantinya kalok setiap hari cuma game game dan game,ibu kesel melihat kamu cuma main game,liet itu Riyan,dy sibuk olah raga gak kayak kamu bisanya cuma nyusahin setiap hari"


"Udah ahh bu,namanya juga lagi nikmatin liburan,nantik udah masuk fokus belajar juga kok"..


"Sudah lah terserah kamu saja,ibu capek ngomong sama kamu"


Tak terasa hari sudah soree,dan yuda jugs menghentikan aktivitasnya dan mulai merasa lapar,sehingga ia bergegas kedapur mencari makanan,digudang belakang ibunya sedang sibuk membersihkan sepedanya yang udah lama tak terpakai.


"Theemn tumben nih ibu bersihin sepeda,gak kayak biasanya,emang mau kemana bun " 


Dengan penasaran yuda mendekatiibunya dengan hati hati,berharap tak kenak marah kali ini.


"Mau olah raga sama Riyan kesel dirumah cuma bikin esmosi terus,emangnya mau ikut olah raga ?,"


"Hemm yuda dirumah aja deh kayaknya bu,,hehehe,yaudah ibu hati hati deh olah raganya,,"


"Kan ibu bilang apa,kamu mesti gak akan olahraga,dasar pemalas"



Tak berselang ibu Yuda sudah pergi gowes meninggalkan yuda dirumah,dan saat itu juga Riyan menelvon yuda


Kriinggg kriingggg


"Hallo broo,nyokap luu udah berangkat belum nih,"


"Barusan udah jalan itu bro,,aku tak main game dulu bro,lu ajak deh nyokap keling keling biar sekalian lama,biar puas gua maen gamenya"


"Dasar anak malas,main game kalah mulu "


"Nantik duel ajaa deh,sekarang fokus dulu,byee"


  POV 3


Kringgg kringgg,,


"Aduh maaf sayang,ini tante udah dijalan kok,tungguin sebentar"


"Ok dah tan,aku tungguin di pertigaan depan tan,cepetan ya,gak sabar nihh"


"Iya udah,tungguin yaa sayang "


"Iya hati hati "


Tak selang waktu mereka sudah bertemu di jalan yang udah di rencanakan.


"Hyy istriku sayangg,wuihh gak sabar nih,,yuk tan kita langsung aja kerumah,barusan juga udah ditelvon yuda,katanya sih disuruh lama lama,biar dy puas ngegamenya"


"Dasar anak nakal,bukannya malah khawatir disuruh main lama aja,awas aja yaa"


" Tan aku punya rencana nih,gimana kalok aku ajak dy main game,tapi tante nyepongin ini nih,jadi kan sekalian bikin dy bingung"


Hemmzz kayaknya boleh juga itu,,yaudah yuk kita dirumahmu aja biar cepet ngerjain anak brengsek itu.






Cupu Bag 3

 Riyan masuk kedapur untuk menyeduh susu bubuk,sebenarnya riyan tak tahan melihat kemolekan tubuh tante lisa dari awal,bodynya yang menggiurkan sehingga kontolnya mengeras dari awal perjalan,sambil menunggu air panas,Riyan beronani mengocok kontolnya sambil membayangkan tubuh tante lisa,tak butuh waktu lama seduhan udah tersaji tinggal menu spesial yang belum dicampurkan,Riyan terus mengocok dan tak lama Riyan menumpahkan spermanya di atas susu milik tante lisa,dan juga menuangkan sedikit campuran obat perangsang sex.

           Selamat Membaca !!!

"Maaf tante lama,nih minum ya tan,ramuan khusus turun temurun ,hehehe diminum tan "


"Wah spesial nih,makasih ya Yan,tante minum yaaa,sluurrpp slurrppp,hemmmmmzz enak banget ini,ada kenyel kenyelnya juga yaa,"


"Gimana tan suka,ini rahasiasaya kalok udah habis olah raga liet nih tububuhnya berotot kan"


"Iya bener bener berotot,tante suka bangat,pantesan ya kamu coll gk kayak anak tante lembek,xixixi"


Lama merka ngobrol sehingga minuman tante lisa habis,reaksi obat perangsang mulai bekerja dengan baik,Riyan yang menyadari itu langsung pura pura tak terjadi apa apa .


"Kok gerah ya habis minum susu ramuan,,tante buka baju aja boleh kan,apa ada orang lain didalam "


Dengan gembira kemenangan Riyan kepada tante lisa dengan cepat respon Riyan kepada lisa.


"Hem gpp tan,lagian dirumah ini cuma saya tinggal sendirian,jadi gk masalah aja,"


"Yaudah tante buka baju,gerah banget,apa efeknya gitu ya yan"


"Iya dong tan,kan itu ramuan berfungsi buat ngeluarin keringat jadi biar badan fit"


Lisa mulai membuka bajunya hanya menggunakan celan dan bh saja,telanjang dada,disisi lain Riyan mulai  selalu curi pandang kearah susu tante lisa yang menantang,dan membetulkan posisi kontolnya yang terjepit dicelananya,


" Tan kok tante duduknya mulai bringsutan gitu tan" riyan mencoba menebak apa yang terjadi pada lisa 


"Eh gak kok gpp,oiya tante pengen merasakan kebahagian tanpa harus terbebani si yuda,tapi tante bingung msu gimana"


"Tan gini aja tan,apa yang tante inginkan lakukan,lupakan anak tante,biarlah tante merasakan bahagia hari ini"Riyan mencoba mendekati tante lisa dan mulai meraba tangan tante lisa,seperti tersengat listrik tante lisa sedikit mendesah kecil ketika disentuh dengan lembut.


"Hemm ahh,tapi gimana caranya,",


Dengan berani Riyan mengungkapkan keinginan nafsunya sekaligus,dengan berani berani Posisi tante lisa yang sedang birahi.


"Tan saya bisa memberikan kebahagiaan kali ini,tante akanku buat lupa kepada anak tante" sambil mulai meraba paha lisa,seperti ngerti apa yang dimaksud.


"Tapi kamu sahabat anakku,gimana nantinya jika anakku mengetahui itu semua"


"Udahlah tan,nikmatin aja sekali ini aja,jangan membohongi diri sendiri tan,aku tau tante menginginkannya"


"Hemm ahh boleh tapi kali ini aja ya,hmm ahh"


Dengan penuh kemenangan Riyan mulai meremasi payudara tante lisa,dan menciumnya dengan ganas,tante lisa yang hanyut dalam permainan kali ini benar benar dibuatnya melayang,tak menyangka yang melakukannya adalah sahabat anaknya sendiri,


Lama melakukan ciuman Riyan mulai turun ke arah payudara milik lisa dan menyedot kecil puting dan sementara tangannya tak tinggal diam,mulai memasuki kedalam celana lisa dan menyentuh bagian sensitifnya.



Lisa mulai mengerang tak karuan,keringat bercucuran dan ruangan dipenuhi dengan erangan nafsu birahi.


Riyan mulai melepaskan celana lisa dan cdnya,dengan senyum bahagia Riyan melihat memek lisa yang tak ditumbuhi bulu memerah dan terus mengeluarkan cairan cintanya,Riyan mulai menjilati memek lisa dengan buas,membuat lisa merem melek menikmati sentuhan hangat dalam permainan.



"Aahhh ohhh ohhww ahhhh yan enak banget ahh,padahal suami tante tak pernah melakukan ini ahhh ohhh,,geli ahhh ohhh sayang ohhh"


Slruppp sluruupoo sluyrppp bunyi becek di memek Lisa,Riyan terus memainkannya sehingga membuat tubuh lisa bergetar dan menunpahkan isinya,orgasne pertama yang sangat dahsyat,yang tak pernah lisa rasakan dari suaminya,malah mendapatkannya dari seorang temen anaknya,,



"Aahhhh aahhh tante pipis aahhh awasss ahhh ohhhhhh,nikmatt ohhhhh" dengan nafas ngos ngosan lisa mendapatkan keniknatan yang menbuatnya merasa patah seluruh tulangnyaa.


"Hos hoss hosss,,hhemmm sayang itu apa nama nya kok baru pertama tante merasakan kenikmatan seperti itu,tante tak pernah merasakannya,hanya sebatas sex setelah suami ejakulasi selesai tugasnya tante,ternyata ada sisi lain yang mampu memuaskan wanita sayang,kamu belajar dimana pinterbanget".


"Hehe biasa aja kok tan,,belajar difilm film bok*p aja kok tan "dengan berbohong padahal ia selalu memuaskan hasrat nafsunya kepa pacarnya sendiri


"Tan gantian dong nih kontolku di emut ya",dengan mengangguk lisa mulai membuka celana Riyan dan cdnya,betapa kagetnya lisa melihat kontol riyan yang berayun berotot yang mulai mengacung keras,dengan panjang 23cm,lisa yang tertegun  penasaran mulai memegangnya.


""Ohh ini bener kontolmu sayang,besar banget ,apa muat di memeku,punya suami tante dulu cuma 12cm "


Dengan bangga Rian sambil mengelus rambut lisa dan mengarahkan kontolnya kemulut lisa,lisa terus mengocok dan menjilati dengan nafsu,mulut lisa yang mungil hanya mampu menampung kontol Riyan setengah perempatnya,Riyan mulai membuka baju sehingga kini sama sama telanjang bulat,Riyan terus mendesah meniknati kuluman lisa,,


"Ohh tan,iya teruss,ogh tante pinter sekali nyepongnya,ahhh,tan suka gak kontol riyan,mau kan ngentot terus sama riyann,ohhh "


"Hemm iya sayang tante suka banget,ini besar pasti memek tante penuh,tante mau kok hem,tante sekarang pelacurmu sayang "


Sekian lama lisa mengocok kontol riyan skhirnya riyan menumpahkan spermanya dimulut lisa,karena banyaknya mulutnya tak mampu menampung spermanya sehingga lisa menelannya dengan cepat,,


"Ohhh tann nih minum lagi tann ohh ahh terus ohhh cruut crut crutttt"


Setelah selesai dengan orgasmenya riyan mulai mengendong tante lisa dan mencumbunya penuh nafsu,sambil mngendongnya kearah meja ruang tamu,lisa di telentangkan diatasnya,


Riyan memulai posisi sederhana,melihat ukuran kontolnya yang besar,sehingga tak ingin menyakiti lisa,dan mulai menggesekkan kepala kontolnya ke lubang surgawi lisa,,


"Hemmm ohh,kamu kuat banget sayang,padahal baru saja kamu udah muncratin pejuhmu,dulu suami tante kalok udah keluar langsung lemah tak berdaya,kamu kuat banget ohhhh""


"Iya tan,nikmati yaa buat semua beban tante hilang,nikmati hari ini"


Cairan pelicin mulai membasahi memek lisa dan sedikit dikit kontol riyan mulai memasuki memek lisa,slebbbb slebbbb



"Ohhh memekmu seret banget tan ohhh,nikmattt tan ohhh"


"Aahhh tahan dulu yann ahhh,owhhh,,memej tante udah lama gak di masukin kontol,biar adaptasi dulu memek tantee,ahhh owchhh" 


Riyan mulai membenamkan kontolnya dalam dalam dan mulai meremas dan menciumi tante lisa dengan ganas,tak bisa dipikirkan oleh anaknya sendiri yang hanya sibuk bermain game,tidak mengetahui bahwa ibunya sedang memacu birahi bersama sahabatnya sendiri.


"Owcchh iya genjot lanjut yann,genjot yang cepat,owchh nikmat yaan ah aha aah aah aha aha aha owchh"


"Kok bisa bisanya ya sipencundang itu membiarkan ibunya yang cantik ini,ah ah ah,padahal memeknya sungguh nikmat ah ah ah ah ah,masih keset,anget tan ,ah ah ahh,,"


Mereka terus memacu cinta kasih,ruangan penuh dengan erangan kenikmatan birahi.


"Aah tan ganti nungging tan,aku pengen nyodok memek tante dari belakang tann,owcchhh "


Lisa pun mulai memposisikan nungging dan mulai mengkangkan kakinya supaya mudah memberikan ruang kepada riyan,dan mulai memasukkan kontolnya kedalam memek lisa.


"Owchhhh ahhh cepet yannn aahhh nikmat owchhh,baru kali ini tante merasakan kenikmatan yann awhh ohhh,iya sodok terus genjot terus ohhh"



"Sekarang siapa suami tantee"sambil riyan menghentikan aksinya dan terus menyiksa lisaa


"Oh kamu suami tante sekarang aahh,cepat yan ahh jangan bikin tante gelii owchh,kamu suami tante cepat entot istrimu sekarang awhhh"


"Ok,apakah setelah ini tante bersedia bercinta denganku setiap saat,,"


"Iya sayang owch kapanpun kamu oech"


Tak butuh waktu cepat Lisa mendapatkan orgasmenya dengan dahsyat,yang belum pernah merasakan selama menikah dengan suaminya.


"Oowwchhh ahahh aahh,yan berhenti dulu sayang owch tante pengen pipis owwchh aahh"


Riyan tak menghiraukan racauan lisa,karena iya tau bahwa lisa akan sampai dipuncak kenikmatannya,dan menambah kecepatan menggenjotnya ..



"Aaahhh aaahhh aooohhh aahhh sayang tante pipiss owwchhh aakkkhhhhhh"


Creeett creettt seeerr sseerr,,squirt berhamburan kemana mana dan membasahi ruangan tempat mereka bercinta,,dengan nafas yang ngos ngosan tak bertenaga,Riyan memposisikan lisa terlentang dan tak memberikan waktu istirahat kepada lisa,Riyan menncapkan torpedonya krmbali ke memek lisaaa.



"Oowwchh tunggu dulu sayang aahhh ahh ahh owwchh nikmat sayang owhhc,iya gauli istrimu genjot istrimu terus oowwchh aakkhh"


Setelah mendapatkan kenikmatan yang pertama kini disusul lagi gelombang orgasme dengan cepat,lisa mendapatkan kenikmatan yang membuatnya melayang,,


"Owwhh tante basah lagii,nikmat ya istriku,owcchh,sayng aku keluarin didalam yaa,sepertinya tak lama lagii,,"



"Owchh iya sayang keluarin didalam aja nikmatin ajaa owchh,tante pengen keluar lagii,owacchhh"


Setelah mendapat persetuan Riyan mulai memposisikan dengan baik,dan mulai mengenjotnya dengan liar,dengan waktu singkat Riyan menembakkan spermanya kedalam rahim lisa sangat banyak (lumayan belum ngentot sama pacarnya lebih 1bulanan heheheh).


""Oowwcchh owwcchh aahhh aahh taann terima ini aaahhhh iowwchhh aaaahhhhhhhhjhh"


Croot croot croootttttt......


Sperma riyan sangat banyak dengan nafas ngos ngosan.


"Aahhh aahh iyaa sayang aku juga dapat aahhhhh owwchhh,angett yang owwchhh ahahhh"


Sambil menimati sisa sisa kenikmatannya riyan mencumbu lisa dan mulai meremasi payudara lisa,,kini lantai sudah basah dengan cairan cinta mereka,kemudian riyan mengeluarkan kontolnya dari memek lisa,bluubb bunyi yang sangat merdu,lisa langsung mengulumi kontol riyan,membersihkan cairan cintanya,,setelah itu riyan mulai berjalan ke toilet dengan telanjang diikuti lisa yang juga bertelNjang,sehingga sperma meleleh di sela sela pahanya.

(Bagaimanakah selanjutnya,apakah merekan terus melakukannya secara sembunyi sembunyi / sebaliknya,ikutin terus yaa,dan jangan lupa share kepada yang lainn)

SELAMAT MENIKMATI

Cupu Bag 2

 Bel berbunyi dan tak lain sahabatku yang datang,,dengan semangat Riyan langsung menuju ke ke ruang tamu,


"Hallo broo yuk mulai biar gak kelamaan "ucap yanto kediriku karena sudah siap untuk ngegame sebelum ibuku datang


"Ok bro yok giyasss"


Lama kita bermain game sehingga tak menyadari bahwa ibuku telah tiba dirunah,,dan langsung menatap tajam diriku.


"Yuda kamu bangun tidur bukannya manfi malah game terus,cepat beresin kamarmu ".


"Uh tanggung nih bu lagi asik,lagian juga lagi liburan,pengen kayak yang lain menikmatin hari harri santai"


"Udah terserah kamu aja,oiya nak Riyan udah daftar kuliah belum"


"Udah tante,udah seminggu yang lalu,jadi ya enteng aja hehehe,ngomong tante dari mana nih keringatan begitu"


"Ohh tante habis olah raga aja di depan sambil ngilangin setres gara gara ngutus nih anak bandel"



"Hehehehe bisa aja tantee,kalok tante suka olah raga bisa tuh tante gabung sama saya,saya setiap pagi selalu keliling kampung juga boar sehat nih badan,kalok mau sih timbang olah raganya sendirian "ucap Riyan kepada ibuku,seperti mendapatkan angin santai diriku menyetujui,dari pada nantinya ibu ganggu waktuku main game.



"Nahh betul itu bu,kan lumayan ada temennya "


"Itu mah akal akalanmu doang supaya gak gangguin kamu ngegame kan,dasar bocah tak berguna "


"Ngomong ngomong boleh juga tu yan biar gak setres juga sih dirumah kali yaa,yaudah deh besok tante mau kok "


Yess kata hatiku penuh kemenangan dan terbebas dari sambaran amarahnya ibuku.


"Broo kalok ngajak nyokap gua,olahraganya yang jauh yaa supaya gak gangguin aku ngegame"


"Ok bro pastii,buat lo semangat supaya menang nantil tandingnya"


Sungguh bahagia karena tak akan lagi mendapatkan ceramah pagi dari ibuku .


                      #pov ketiga 


Pagi pagi seperti janji kemaren Riyan kerumah Yuda buat jemput ibunya yuda untuk berolah raga,karena tempatnya yang tak begitu jauh,Riyan mengayuh sepedanya ke rumah Yuda,sesampainya di depan rumah Yuda,ibunya telah siyap didepan menunggu kehadiran Riyan.



"Yuk tan udah siap belum,keburu panas nih" 


"Ehh tunggu dulu kok kamu pakek sepeda bukannya kita mau joging aja "


"Udah enak lebih gowes tante,lebih sehat dan slow juga,jadi rilek deh pikiran"


"Yaudah kalok gitu bantuin tante ya keluarin sepeda tante di gudang,untung sepeda tante masih ada ,hehehee,"


"Ok tante yuk "


Setelah mereka siyap mereka mulaj menelusuri jalan perumahahan dan mengayuh sepedanya lebih jauh lagi,ditengah perjalanan mereka beristirahat dibawah pohon pinggir jalan disitu tante lisa mulai menceritakan keluh kesah Yuda kepada sahabatnya Riyan.


"Yuda beda ya sama kamu,kamu perhatian sama tante gak kayak anak tante,"sambil meminum air yang ia bawa.


"Beda gimana tante,perasaan sama saja deh "


"Iya beda,anak tante itu bandel sampek sekarang dy selalu game game game,dan menghiraukan kewajibannya untuk cari kuliah,tante capek harus marah marah terus,tante juga pengen menikmati kebahagian "



"Namanya juga masih muda tante,nantik kalok udah saatnya dy juga berubah kok,tante kalok memang tante ingin merasakan kebahagian,lakukan apa yang bisa buat tante bahagia tanpa harus memikirkan anak tante,tante berhak untuk bahagia".



"Kamu bener,tapi gimana nantinya nasib anak tante jika di biarkan begitu saja,yang ada makin parah"


"Tan apakah selama ini dy memikirkan tante,apa dy berubah ?,itu semua tidak tante,cobalah tante untuk menghiraukan dy supaya dy sadar akan kesalahannya  sendiri".


Diam termenung dengan kata kata sahabat anaknya yang menyentuh hatinya lisa,dy mulai berpikir kedepannya resiko yang akan terjadi terhadap anaknya sendiri.


"Tapi kemana tante harus mencari kebahagiann Yan,tante juga bingung harus gimana"


"Tan gini saja tante ikut aku kerumah tenangkan pikiran tante dirumah,supaya beban tante hilang,yuk tan "


Riyan mulai bangkit mengajak lisa kerumahnya dan lisa pun mengikuti arah Riyan,tak butuh waktu yang lama Riyan udah sampai dirumahnya yang mewah,didalamnya hanya Rian seorang,kedua orang tuanya merantau keluar negri.


Sesampainya ia dirumahnya Riyan mempersilahkan Lisa masuk sementara Riyan membuat minuman spesial buat tante lisa.


"Tan habis olah raga capek ya,,aku buatin susu racikan keluarga ya,supaya tidak sia sia kita olah raganya"


"Hem kayaknya seger,boleh dong"


Riyan masuk kedapur untuk menyeduh susu bubuk,sebenarnya riyan tak tahan melihat kemolekan tubuh tante lisa dari awal,bodynya yang menggiurkan sehingga kontolnya mengeras dari awal perjalan,sambil menunggu air panas,Riyan beronani mengocok kontolnya sambil membayangkan tubuh tante lisa,tak butuh waktu lama seduhan udah tersaji tinggal menu spesial yang belum dicampurkan,Riyan terus mengocok dan tak lama Riyan menumpahkan spermanya di atas susu milik tante lisa,dan juga menuangkan sedikit campuran obat perangsang sex.

Cupu Bag 1

 


Perkenalkan nama yuda 22 tahun lulusan disekolah cukup terkenal didaerah kotaku.Aku seorang siswa yang begitu pendiam dan lebih fokus dalam bermain game online.Aku tinggal di sebuah kota besar di *****,semenjak kepeninggalan ayahku,hanya ibu lah yang merawatku,kami tinggal berdua di rumah peninggalan mendiang ayahku.


Untuk masalah ekonomi,sebelum meninggal ayahku telah membuat tempat usaha di berbagai kota dan semua bisa dikatakan berhasil,sehingga urusan ekonomi Aku dan ibuku tercukupi.


Ayahku mengalami kecelakaan ketika akan pergi Dinas,musibah yang menimpa mobilnya membuatnya tak tertolong dan meninggalkan keluarga tercinta.


Ibuku berumur 35  singgel perent dengan berat badan yang ideal,body sexy sehingga banyak mata jelalatan melirik ibuku,dengan payudara yang begitu besar 42B,ibuku selalu rajin merawat diri,sehingga kecantikannya sangat menawan.


Kali ini akan ku ceritakan pengalaman yang menimpa keluargaku semenjak kepergian ayahku.


Hari Hari telah berlalu kepergian ayahku 1 tahun berlalu,ibuku yang sehari hari mengurus kebun miliknya setelah selesai nyiapin sarapan,ibuku tak terpikirkan untuk menikah lagi,meskipun banyak laki laki yang mendekatinya,tetapi ibuku tak ingin memadu kasih dengan laki laki yang baru dikenalnya.


Kelulusan sekolahku membuatku selalu terfokuskan dan ingin menghabiskan waktu liburku untuk main game online,dari pagi hingga malam.


"Yuda kamu jangan cuma main game seharian,cepat bantu ibu bereskan rumah dan nyapu halaman depan,kamu ini setiap hari game game terus"


"Iya ibu yuda kan ingin menikmati hari libur kelulusan,dari pada yang lain itu semuanya malah habiskan waktu buat jalan jalan habisin uang"


"Iya tapi bukan begitu juga sayang,sekarang ibu pengen tau emangnya kamu udah daftar kuliah ?,pasti kamu belum daftarkan,makanya jangan cuma game terus mau jadi apa kamu nantik hah"


"Iya nantik bu,lagian waktunya masih panjang juga"


"Terserah kamu lah,Ibu capek ngurusin kamu"



Setiap hari ibiku selalu ngomel jika aku main game terus,padahal kan apa salahnya juga dari pada yang lain temenku keluar tak jelas,ngabisin uang.



Aku punya sahabat namanya Riyan,masalah game dy orangnya yang selalu juara 1,selalu diriku ditantangnya untuk main game.



Ting tung pesan masuk Riyan kepadaku 


"Broo yuk ngegame,pasti lu kalah lagi kan,cepet deh invite gua ya,aku tunggu bro"


"Ok bro siyap,aku invite goooo"


Welllcommmm


"Iyaa terus bro jalan kedepan nantik juga kalah hahahahhahaa"


"Ngece amat,bantu kenapa gitu biar gua handal kayak loo"


"Padahal juga lu main dari pagi hingga malam juga tapi selalu kalah"


"Terus bro kedepan yaa serang seranggh,waduhhh kacau gini bisa kalah aduhhhh,bro bantu cepat,kiri kiri kiri,tuhh kan kalah lagii,hadeehh kesel main gini "


"Hahahaa lu gimana sih selalu kalah main hahahahahahah"


Riyan sahabatku memang selalu juara urusan game,aku dibuatnya kalah terus.


"Ydah ya bro gua olah raga dulu gak kayak loo dikamar aja game game ujungnya juga kalah gak menang menang hehehehe.


Singkat cerita malam itu ibuku memanggilku untuk membantu menata lemari penyimpanan barang barang depan,karena tanggung dengan kemensngan gameku akhirnya kuhiraukan panggilan ibuku.


"Yudaaaaaa ibu tolongin sebrntar dulu nih berat"


"Tarlagi buu tanggung nihhh"


"Dasar kamu anak gak guna yaa,mau jadi apa kamu nantik kalok kerjaanmu cuma game game terus,"


"Udah ah bentar bu"


"Terserahmu lah".


Besok paginya ku tak menemukan ibuku memasak ataupun dikebun bunganya,ku terbangun dan terus buka apk kesukaanku,kuawali pagi ini dengan game,


"Iyaa hajar terus yaa kiri kiri kiri. Weeee bangsatt,,kalah lagi hadeee"


Ting tung ting tung bunyi panggilan masuh ternyata dari Sahabatku riyan .


"Bro hari ini gua kerumahmu lah pengen duel game,pasti kalah luu"


"Yee enak aja ngece nantik yang ada lu sendiri yang kalah,yaudah buruan nih kesini mumpung nyokap lagi keluar,bisa bisa kenak ceramah lagi gara gara game"


"Oke berangkat broo"


Dari sini lah kejadian dimulai yang tak pernah terfikirkan.

Om om Vip

 Waktu masi sekolah, aku skola di satu skolah yang berada di komplex perumahan. Aku juga heran kok yayasan skolahku bisa dapet ijin membangun skolah dikomplex perumahan bgitu,padahal setau aku ketika akan dibangun warga setempat protes keras atas pembangunan itu. 


Mungkin pihak yayasan duitnya kuat dan mental pejabat pemberi jin membangun bgitu bobroknya sehingga semua bisa dibeli dengan uang, skolah itu tetep dibangun dan sudah berjalan sekian taun. Seperti biasa warga slalu dikalahkan oleh negara, dalam arti bgitu ijin diberikan ya warga tidak punya kekuatan apa2 untuk protes. Memang si keberadaan skola itu sangat mengganggu aktivitas warga setempat, Pada saat jam masuk dan jam pulang, jalan sempit didepan skolah slalu penuh dengan mobil antar jem[ut sehingga warga pada saat itu sulit keluar atau menuju kerumahnya sendiri. Tapi ya biarlah, itu bukan urusanku, yang penting aku diskolahkan disitu dan belajar disitu. skolahku itu berada diastu jalan buntu, sepanjang jalan itu ada 7 rumah yang berhadapan dengan skolahku. Ada rumah yang besar banget, kayanya tanahnya merupakan 2 kapling yang dijadikan satu dan rumah yang standard. Yang besar bertingkat sedang yang biasa ada yang bertingkat ada yang tidak. Warga sudah menyesuaikan diri dengan kesibukan sekolah sehingga pada saat aku datang dan pulang sekolah tidak terlihat warga setempat yang berkeliaran kecuali para prt dan satpam. Persis didepan lapangan olahraga skolah ada satu rumah bertingkat, aku perhatiin setiap ada jam olahraga dibalkon atas ada seorang bapak2 yang duduk dan mengamati kami yang sedang berolah raga. Aku dan kawan2ku suka ngerumpiin kalo si bapak lagi memperhatiin bodi mulus abg, yaitu kami2 yang sedang terbungkus pakean olahraga yang berupa celana pendek dan baju kaus. Ya biar aja, paling tu bapak nepsong ndiri karena memperhatiin kami olahraga. Orangnya si keren juga, tapi dati jauh liatnya lo. Aku heran kok si bapak pada jam kerja berada dirumah, apa gak kerja dianya, tajir amir gak perlu kerja kaya gitu. Aku suka iseng kasi dadah ma si bapak, dia membalas dadahanku sambil tersenyum. temen2ku bilang aku genit, biar aja, aku iseng ja mo gangguin si bapak. 


Sampe satu hari sabtu, aku tetep skola di hari sabtu padahal beberapa skola dah mulai meliburkan muridnya dihari sabtu. Aku melakukan kesalahan yang dianggap cukup berat sehingga masalhku dibawa guruku ke kepsek. Oleh kepsek aku dihukum membersihkan kelasku ndiri setelah aktivitas belajar selesai. Jadilah aku di sabtu siang harus tetep berada di kelas sementara temen2ku langsung pulang dan mulai acara weekend mereka. Sial banget aku, ya udah kukerjakan hukumanku secepat mungkin, aku sapu kelas, lap semua bangu, bersihkan papan tulis dah terakhir aku pel ruang kelasku, baiknya penjaga sekolah menyediakan semua peralatan untuk membersihkan kelas. Sejam kali aku membersihkan kelas itu sampe selesai. Selesai hukuman aku melapor ke guruku dan dia meninspeksi kelas sambil memberi aku nasihat agar tidak mengulangi kesalahanku itu. aku hanya mengiyakan. Aku keluar sekolah dah sepi. Biasanya aku nebeng temenku pulang karena jalan yang dia lalui lewat rumah omku dimana aku tinggal. Apa boleh buat, dengan lagkah gontai sku jalan meninggalkan sekolah. Didepan rumah si bapak aku mendongak memandang kearah balkon dimana biasanya si bapak menikmati tubuh kami yang masi abege banget. Surprise, ternyata si bapak ada disitu sambil melambaikan tangannya, aku bales lambaiannya. "Tunggu", teriaknya dari balkon rumahnya. aku nggangguk, dan dia menghilang dari balkon. Gak lama kemudian si bapak membuka pintu pagernya, memang tenyata keren orangnya, suka banget aku melihatnya. Dia hanya mengenakan celana pendek gombrang dan kaus tanpa lengan, terlihat lengannya yang keker berotot. Bodinya tegap atletis, umurnya sekitar 40an kukira. dia senyum memandangku. matanya berbinar2 memandangku yang masi memakai sragam skolahku. Aku kringeten karena abis membersihkan kelas. "Tumben gini ari baru pulang, mampir yuk". Aku ragu memenuhi ajakannya atau enggak. "Inez dihukum om". "O namanya Inez toh, dipanggilnya Iin boleh gak". "Ya bole aja om". "Ya udah, mampir dulu lah, tu kringeten gitu, makan minum dulu ditempat om, lagian pulangnya jalan ya. Ntar om anterin deh". "Om baek amir si". "Kok amir, nama om bukan amir". "Iya om amir ngegantiin amat yang lagi tugas jaga", jawabku sambil tertawa. "Bisa aja kamu, ayulah mampir". 


Dia memegang tanganku dan menarik aku masuk kerumahnya. Maksa banget deh, tapi aku suka tu diperlakukan kaya gitu, aku mrasa dia perhatian banget. Maklum abege kan seneng banget kalo diperhatiin ma lelaki dewasa macem si om. "Gak enak ma tante om". "Om tinggal ndirian kok dirumah ini". "Kok?" "Ya gak pake kok, kok nya lagi dipake badminton", gantian dia menggoda aku. Aku tertawa aja. Dia mengajak aku masuk rumahnya. rumahnya termasuk yang besar walaupun hanya 1 kapling. Ruang tamunya besar, menyatu dengan ruang makan dan ruang keluarga. Ada tv plasma 42inch disertai seperangkat audio system. Aku melongok ke ruang disebelah ruang makan, rupanya itu dapurnya, minimalis tapi lengkap dengan lemari es, microwave oven dan oven gas 2 pit dan peralatan elektronik laennya seperti rice cooker, dispenser aqua, blender dan macem2 yang laen. "Duduk deh, aku siapin makanan buat kamu", katanya menyruh aku duduk dimeja makan. "Inez kringeten gini om". "Mo mandi dulu apa". "Inez gak bawa ganti tu". "Om pinjemin kaos om mau, tapi kegedean kali ya". Daripada badan lengket gak karuan, aku iyain ja tawarannya mandi dulu, nekat aja. Dia mengambilkan kaosnya yang gede banget buat aku, dan anduk. Dia menunjukkan kamar mandi yang menyatu dengan wc yang ada disitu. Aku segera masuk, melepaskan semua yang menempel dibadanku, dan segera menyalakan shower. Seger banget kringeten gitu dibanjur air dingin. aku senaja kremas sekali karena lengket banget seluruh badanku dari ujung rambut sampe ujung kaki. Bayangin ja siang gitu disuru membersihkan kelas, mana panas lagi, acnya dah dimatiin karena jam pelajaran dah usai. 


Karena mandinya lengkap jadi cukup lama aku berada di kamar mandi, selesai mandi aku melap seluruh badan dan rambutku dengan anduk yang diberikan. Wah dalemanku juga basah karena kringet, aku nekat aja gak pake daleman lagi. daripada lengekt lagi pake daleman yang basah karena kringet gitu. Paling si om nepsong liat aku gak pake daleman, aku tertawa ja dalem hati. Rambutku basah, hanya aku rapikan dengan tangan. Aku keluar dari kamar mandi dengan menenteng pakean kotorku. "Wah seger tu, kramas juga toh, pantes lama air, om kira skalian bobo dikamar mandi". Dia tersenyum memandangku, matanya makin berbinar melihat penampilanku sehabis mandi. Baju kaosnya yang kegedean menjadi rok yang mini banget buat aku sehingga pahaku yang puti mulus bebas ditelusuri dengan matanya . "Ni baju kotornya masukin di kantong plastik. "wah dalemannya gak dipake lagi toh", katanya ketika dia liat aku memasukan juga dalemanku ke kantong plastik. "Mo pinjem dalemanku apa", dia tertawa, "Gak pake daleman kan jadi lebi adem kan". "Kok om tau di lebi adem, gak suka pake daleman juga toh kalo dirumah". Dia ngangguk. "Makan tuh, dah om sediain". Di meja makan dah tersedia nasi dengan 2 lauk dan air dingin. Seegra aku menikmati makanan yang disediain. "Om kok tinggal ndiri si, mangnya tantenya kemana". "Gak da tantenya kok". "Oh...", aku gak nanya lebi lanjut, terlalu private kali ya kalo aku nanya lebi jauh. "Trus gak da pembantu juga". "ada, seminggu dateng 2-3 kali untuk bebersih ruma dan nyetrika pakean. Om kan ndirian jadi ya dikit cuciannya". "Nyuci ndiri ya om". "Iya pake mesin cuci kan gampang". "Trus makannya". "beli aja, kalo pagi ya makan roti, sereal, mi instan ato apa aja yang ada". "Memangnya om gak kerja ya, kok suka ngeliatin Inez olahraga". "abis seksi banget si kamu". "Trus om gak kerja ya". 


"Om kerja gak tiap ari, om partneran ma temen, dia yang jalanin bisnisnya, om hanya miting seminggu sekali atau kalo ada maslah dikantor, jadi sempet liatin Iin sexy lagi olah raga". "Kok Inez om panggil Iin si, om Sunda ya". "Pinter kamu, tepat skalee". "Kan orang Sunda suka ngulang suku kata awal". "Gak apa kan om panggil Iin". "Ya gak apalah om, Inez gak masalah mo dipanggil pake nama apa juga". Makanan dah habis aku lahap, sementara dia hanya nemenin aku dimeja makan. "Kok om gak ikut makan si". "udah tadi". "abis ni makanannya om". "Ya beli makanan kan untuk dimakan, lagian itu sisa semalem". "wah Inez dikasi sisa ya". "Sori, abis kan mendadak taunya Iin blon makan, ntar sore deh ditraktir di resto, mau kan". "becanda kok om". "Tapi mau kan ntar nemenin om makan malem. Om ngantuk ni, mo tidur siang". Inez mo tidur juga, tu di kamar tamu, ato mo bareng om", dia senyum2 nakal. aku cuma senyum ja dan masuk kekamar tamu. Aku heran kok nekat banget aku ya, kalo aku diperkosa kan repot, tapi biarlah, aku lagi sebel ma cowokklu yang ngeduain aku, padahal aku sering berbagi kenikmatan ama dia, kurang apa lagi kan. Lagian aku dah lama gak ngrasain knikmatan sejak bubaran ma cowokku, kalo diperkosa ya oke aja lah. Aku call kerumah kasi alesan aku tidur dirumah teme, jadi gak usah ditunggu. Gak boong kan, memang lagi dirumah temen, yang ktemu barusan tapinya hihi.


Gak lama aku tiduran, kamar diketok. aku keluar, si om berdiri didepan kamar. "In, nanti sore kalo pergi kamu pake pakean apa ya, masak mo pake kaos om gini". "Ya gak da pakean lagi tu om, Inez dah call kerumah gak pulang, aneh kan kalo dadakan pulang". "Mangnya Iin tinggal ma siapa". "Ma om Inez, di... (aku nyebut jalan rumahku). "deket tu, cuma kalo pulang dulu masak mo pake baju kotor gitu. Gini deh, om beliin ja pakean buat kamu dulu ya, deket sini ada mall, pakean kamu ukuran brapa, trus daleman kamu ukurannya brapa. Kalo bra 34 ya". "Tau aja om". "Ya taulah, kamu montok gitu". Lihai juga si om, blon megang dah tau ukuran braku. "Iin mo ikut belinya, cuma ya pake baju kaos om gitu gak enaklah ya". "Terserah om ja deh". "Ya udah kamu bobo ja lagi, om ke mal dulu ya". Dia pergi meninggalkan aku ndirian dirumah. Karna gak ngantuk ya aku nonton tv ja. Iseng aku liat deretan dvd yang ada disitu, wah ada dvd boke thailand neh, aku puter ja. waduh, horny banget liatnya, cewek abg thai lagi dientot ma cowok bule, mana kont0l tu bule gede banget lagi, panjang dan keras, kluar masuk di memek tu abege yang peret jadinya kemasukan kontol gede gitu. waktu di close up kliatan banet bibir mem3k tu abege ampe ikutan kedorong kluar masuk ngikutin kluarmasuknya kont0l si bule, ah uh mah jangan ditanya deh, itu kan serenade wajib bokep. aku horny banget ngeliatnya, aku milin2 pntilku ndiri dan ngegosok itilku. memekku dah basah banget jadinya. aku mulai ah uh karena ulahku ndiri, sampe aku gak sadar kalo si om dah balik lagi.


"Kok cepet om", sapaku malu sambil menurunkan kaosku yang kusingkap ketika ngilik itilku. "Lagi horny ya In, mangnya cowok kamu gak suka ngasi kamu nikmat". "Dah bubaran om". "wah jablay dong ya kamu. Ni bajunya". Dia memberikan kantong plastik yang ada merk department storenya. Aku segera mengeluarkan isinya sambil melirik si om, kayanya gak ngaruh tu dia ngeliat aku ngilik ndirian, jangan2 vip lagi, pantes tinggal ndirian, tantenya mabur kali karena gak pernah di colek2. Dia beliin aku celana 3/4 dan kemeja, gak da daleman. "Kok daleman gak dibeliin skalian om". "Kan biar adem gak pake daleman", jawabnya sambil tertawa. "Dicobain dulu, kalo kekecilan bisa dituker lagi kok". Aku masuk ke kamar dan mencoba pakean yang dibelikan si om, rada kegedean dikit tapi gak apa lah. aku keluar menujukkan pakean yang udah aku kenakan. "Kamu cantik banget deh In". "Om gombal ni". "bener, cantik, sexy lagi. Untung banget om ktemu kamu siang ini, pas kan". "Kegedean dikit, tapi gaka apa deh om, risi juga gak pake daleman". "Ya udah, ntar skalian makan kamu beli daleman sexy ja ya". Aku duduk disebelahnya disofa, harap2 cemas, dia mo ngapain aku ya. "Skarang mo nerusin nontonnya, ntar om bantu kilikin deh". Aku senyum mendengarnya, kayanya si dia gak vip. "Ih, tadi om liat Inez ya". "ya liat lah, ampe ah uh gak keruanan gitu, jablay banget kamu In. Kamu kumisan, trus tangan kamu juga buluan". "Mang napa om". "prempuan yang kumisan biasanya bulu bawahnya lebat". "mang tadi om liat?" "Gak kliatan jelas, ketutup jadi kamu". Wah mulai vulgar dia. "Mangnya napa kalo bulu bawahnya lebat". Dia mengelus tanganku. aku kaget, mrinding bulu romaku dielus tanganku. "Tu kan, baru dielus ja dah menggelinjang, prempuan buluan kan napsunya gede, ya kan In". "Trus om napsu ngeliat Inez tadi". "normal lah kalo om napsu". "Inez kira om vip". "vip?" "iya, very impotent person, makanya om tinggal ndirian". Kami tertawa bersama. "Mo nguji om vip pa enggak ya, yuk, om bersedia kok kamu uji. Palagi kamu kan dah lama gak digarukin kan, om mau kok garukin kamu". "om vulgar ih". "Kamu pengen kan, ah uh nya ja ampe seru gitu, ampe gak tau om dah balik". "om ah", aku bingung, antara mau dan malu.dia langsung meraih kepalaku dan melumat bibirku dengan penuh nafsu. Aku meladeni ciumannya dengan nafsu yang tak kalah hebatnya. Aku dah gak mikir malu lagi, aku juga pengen dikelonin dia, dah lama banget gak kelonan ma cowokku soale. Hampir semenit kami yang penuh birahi ini saling melumat bibir, memainkan lidah di mulut pasangan dan diselingi gigitan kecil di bibir bawah. Nafasku semakin memburu dan jantungku berdebar makin kencang, ketika tangan kanannya dengan bebasnya membuka kancing kemejaku dan meremas toketku sebelah kiri dengan ganas. â€Å“Uuuugggnnnnnnn…†desahku refleks begitu merasakan tokedku diremas-remas. Tubuhku jadi menggelinjang kecil ketika pentilku dijepit kuat oleh jarinya dan dipilin-pilin. napsuku kembali berkobar, maklum tadi ngilik ndiri belum tumtas soale. Dia membuka kancing kemejaku 2 lagi dan menyibakkannya ke samping. Kedua buah melon segar berwarna putih muncul ke permukaan, menantang. Pentilku sudah mengacung tegak sebagai indikator empunya sedang dilanda libido tinggi. Matanya melotot melihat sepasang toked yang indah tersebut. â€Å“Besar juga toked kamu In. Cowok kamu pasti rajin nggarap toked kamu ya†ujarnya tersengal-sengal penuh nafsu. Aku bersemu merah dan tidak sempat menyelesaikan jawaban karena kedua tangannya langsung mremas kedua tokedku kuat-kuat. jari-jarinya memutar-mutar bongkahan tokedku dan memilin-milin putingnya. "Om dah gak sabar ya". "Pemanasan dulu kan bole In". Dia membuka kancing celana 3/4 yang kukenakan, ritsluitingnya diturunkan, memekku yang berjembut di puncaknya terlihat. â€Å“Buka paha kamu In†katanya sambil membuka paha putih mulusku. Jemarinya langsung menyusup masuk kedalem clanaku dan mremas gundukan montok tersebut. 


â€Å“Aiieehhh…..Ahhhhh…†pekikku kaget. Dari selangkanganku seolah ada kejutan listrik yang langsung bergerak menyebar ke seluruh tubuh. Apalagi dia tidak berhenti sampai mremas-remas saja, jari tengahnya langsung mengilik belahan bibir memekku dan langsung dikocok. â€Å“Ahhh.. ahhhh… sssshhhhhh…. â€Å“ Aku menggeliat-geliat keenakan, karena memekku yang sudah gatal karena garukan-garukan cepat jarinya. â€Å“dah banjir mem3k kamu Inâ€. Jari tengahnya makin cepat mengocok memekku. aku mremas kuat bahunya dan kepalaku menggeleng-geleng resah â€Å“Auhh.. ahhh.. om… aahhhh…†rengekku campur horny. Dia menghentikan kocokannya dan mengeluarkan jari tengahnya dari memekku. Sambil menjilati jari tengahnya yang basah oleh cairan memekku, dia berkata, â€Å“ya udah, kita lanjutin dikamar ja ya. Bener kan, pantes napsu kamu besar banget, dikilik gitu ja dah klojotan, jembut kamu lebat gitu". "abis om pinter banget ngiliknya, ya Inez gak tahan lah digituin". "Palagi dikilik pake jari di selangkangan ya In". aku senyum sambil memukul bahunya pelan, "ih om". 


Aku diseretnya masuk kamarnya, langsung aja dia memelukku dan mremas kembali tokedku dengan penuh napsu. "Aakkkhhh… ahhh…hmmppfffffffhhhhh..†desahku karena mendadak gelombang listrik dan kenikmatan melonjak dari kedua pentilku. â€Å“kenyal sekali tokedmu In†ujarnya. Serangan tangannya semakin gencar. Kedua tanganya sudah menyelusup ke balik kemejaku, dan dengan leluasa mremas-remas melon putih dan kenyal tersebut. â€Å“Hahhhh…haahhh… aammmhhhhhffffff…†desahku keenakan, apalagi lidahnya menjilati leher jenjangku dengan liarnya. Dia segera melepas kemejaku. "Wuih, segernya", katanya sambil terus mremas tokedku. Dia kini pindah berlutut didepanku, dia sudah tidak tahan untuk mencaplok tokedku yang menggiurkan tersebut. Dia membuka mulutnya lebar-lebar, dan mengemut ¼ tokedku dari ujung pentilnya. Kemudian dia menghisap kuat-kuat pentilku yang sudah menegang keras sampai keluar suara yang keras. Sluuuurrppp.. Slurrrppppp… Aku semakin belingsatan tokedku diperlakukan seperti itu, karena tokedku sensitif banget. â€Å“Aaaahhhhaaaahhhh…. Haahhhhhh…Shhhhhhhhh.. Enak banget om…†erangku tak tertahankan lagi. Menyadari aku makin terangsang, perlakuannya pada tokedku semakin menjadi-jadi. Cupangan memerah menyebar di sekujur bulatan tokedku yang putih. 


Gelinjang tubuhku pun menjadi-jadi, dia melepaskan celana 3/4kudan terhenyak memandangi pahaku yang putih. Gundukan memekku mencembung dengan bulu hitam dibagian atasnya. "napsuin banget liat mem3k kamu In". aku bertelanjang bulat didepannya. â€Å“Wah wah.. kau memang sudah siap untuk dientot ternyata†katanya sambil memasukkan jari tengahnya ke sela-sela memekku yang sudah basah kuyup. Begitu jari tengahnya melesak sepenuhnya ke dalam lubang memekku, tubuhku langsung melengkung dan lenguh kenikmatankua terdengar "Ouuhhhh….hhhuuuuhhh… iyhaa.. disitu om.. benar disitu om.. kocok yang kenceng om…†pintaku penuh nafsu. Dengan senang hati dia memenuhi permintaanku. Jari tengahnya keluar masuk memekku dan diselingi gerakan mengobel-ngobel yang agak kacau, sehingga bunyi kecipakan becek terdengar. Tak sampai semenit aku mulai merasakan bahwa rasa gatal yang menggerayangi sekujur memekku terasa semakin menghebat. Semakin kencang dikocok, rasa gatal tersebut semakin memuncak. Dan tanpa dapat ditahan lagi, orgasme pertamaku di hari itu meledak juga. 


"OAAAAAAHHHHH…..AGGHHHHH….HHAAAHHHHHHH..†lenguhku panjang sampai punggungku ikut melengkung akibat terpaan gelombang orgasme yang sudah kunanti dari tadi. Dia sempat terpana demi menyaksikan betapa hebatnya reaksi orgasmeku. Sedetik kemudian ia tersadar, dan cepat-cepat bangun untuk melepas pakeannya. Ketika aku mendapatkan kembali kesadarannya 30 detik kemudian, dia sudah hendak melepaskan cdnya. "kont0l om besar banget, panjang lagi". "Mangnya kont0l cowok kamu kecil ya In". "Besar si rasanya waktu pertama ngeliatnya, tapi dibanding kont0l om gak da apa2nya". "Yang gede lebi berasa In". "Muat gak ya om di mem3k Inez". "Ya muatlah, malah kamu bakal keenakan karena gesekan kont0l om ke mem3k kamu lebi brasa banget". Dia lalu menerkam dan menindih tubuhku di ranjang, lalu dengan buas melumat bibirku. Sambil menjilati leherku, tangannya dengan cepat mremas gundukan memekku. â€Å“Om …Aaahhhhhh…..Auhhhhhh…†ucapanku berganti lenguhan terkejut bernuansa nikmat. Cukup dengan beberapa kocokan saja, memekku sudah banjir kembali. â€Å“Haahhh.. haahhhhh…. Oohhhhhh.. hmmmppffff….†desahkui blingsatan karena memekku kini dikocok dengan dua jari, yang kadang menggesek itilku. Kontolnya yang hitam pekat langsung mengacung tegak. 


Dia karena konaknya sudah di ubun-ubun, langsung mengangkangkan lebar-lebar pahaku. Sambil mengocok-ngocok pelan kontolnya, dia mulai mengarahkan palkonnya ke bibir memekku. Aku tidak hanya pasrah, tapi juga sudah berharap agar kontolnya segera menghujam memekku. Dia langsung membenamkan dalam-dalam kontolnya ke dalam lobang kenikmatanku. Membuat aku agak tersedak dan melenguh pendek â€Å“Heeggghhh..umhh..â€. Dia langsung menyeringai puas â€Å“Aggghh.. rapat sekali mem3k kamu In..hahhhhâ€. Dia langsung menggenjotku dengan kecepatan tinggi. Lenguhan kenikmatannya mengalahkan desahan erotisku yang mulai menikmati pompaan kontolnya di liang memekku. â€Å“Hmmm…ahahhh.. ahhh.. iya om... betul gitu om.. lebih cepat om.. ahhhh..†ceracau aku keenakan. Mendengar ceracauku yang mesum itu, dia semakin bringas. Tangannya mencengkram tokedku kuat-kuat, dan genjotan pinggulnya semakin tidak beraturan. â€Å“Hebat sekali kamu In. Belum pernah om ngrasakan mem3k senikmat kamu punyaâ€. nafsuku makin menggelora. â€Å“Aahhhhhhhh…. Hahhhhhh… Ouggggghhhhhhh……†lenguhku dalam kungkungan birahi. Aku merasa orgasmeku semakin mendekat. bibirku sudah dilumat olehnya. 


"In, ganti posisi yuk", katanya tiba2 dan dia langsung mencabut kontolnya dari memekku. aku kecewa karena aku baru saja mulai mendaki gunung orgasmeku. "Kok dicabut om". "Iya ganti posisi biar lebi dalem lagi masuknya, kamu bakalan lebi nikmat lagi". Dia langsung menyuruhku mengambil posisi doggy â€Å“Nungging deh yang, aku pengen nyodok kamu dari belakangâ€. Aku melakukannya dengan patuh. Kedua tanganku menahan body depan, kakiku tertekuk, pahaku terbuka selebar mungkin, dan pantat kutunggingkan. â€Å“Wow.. kamu emang napsuin In†ujarnya sambil menampar pantatku yang sekal dan bundar itu. â€Å“Ahhh.. â€Å“ aku cuma mengerang pelan karena tamparannya. Tanpa berlama-lama, dia langsung memasukkan palkonnya ke sela-sela bibir memekku yang sudah basah kuyup. Sambil memegang erat pinggulku, dia mulai menekan pinggulnya dalam-dalam. â€Å“Heeppp… masih sempit aja ni mem3k†ujarnya sambil menekan agak keras sehingga setengah batang kontolnya amblas, SLEPP… â€Å“Akkhhhhhh…. â€Å“ erangku agak keras. Sambil berusaha menoleh ke belakang, aku memohon â€Å“Ayo om, langsung dikocok..Mem3k Inez udah gatel banget nihh..†rengekku manja plus horny. Dia semakin bersemangat untuk menggenjotku dari belakang. Pantatnya dengan aktif mulai maju mundur, menghajar memekku dengan hujaman-hujaman kontolnya yang besar panjang. â€Å“Aaaahhhh.. haaahhhh… ouugggghhhh.. â€Å“ lenguhku. â€Å“Hmmppff.. enak banget… Gede banget kont0l om,masuknya dalem banget om...Gillaaaa…. aahhhhh..†aku semakin terbuai nafsu birahi. Akibat pompaannya, tubuhku terguncang-guncang maju mundur dengan kuatnya. Tokedku bergoyang-goyang heboh tak tentu arah. Dia yang tidak puas cuma mremas-remas pantatku, menggapaikan tangannya untuk meraih tokedku yang bergoyang bebas.


Sambil mremas-remas sepasang daging kenyal bundar, dia menceracau keenakan â€Å“Gillaa.. toked kamu besar In. Kamu demen kan kalo om remes-remes gini..â€. Dia tak perlu jawaban langsung, karena lenguhanku yang semakin keras sudah menunjukkan betapa aku juga menikmati setiap remasan di tokedku. Tidak sampai 5 menit digempur dengan doggy style, tubuhku sudah menegang. Lenguhanku semakin keras â€Å“Ahhh.. ouuuggghhhh.. cepetin om.. cepetin ngocoknya..Ahh..ahhh..†Memenuhi requestku, dia meningkatkan RPMnya. Dan…….â€OUUUUUUGGGGHHHHHH…….INEZ KELUAR.. AAAHHH…†jeritku sambil mengejan-ngejan. Dia merasakan ada semprotan pelan di kontolnya. Diturunkan kecepatan kocokannya, untuk membiarkan aku cooling down dan ambil nafas dulu.


â€Å“Hah.. hah…hah… gila.. enak banget om..†ujarku dengan nafasnya masih tersengal-sengal. Dia pelan-pelan mencabut kontolnya. Walaupun sudah pelan-pelan, tetap saja aku terpekik kecil ketika kontolnya dicabut. â€Å“Auh..kok dicabut om?†tanyaku kaget. Dia tidak berkata apa-apa, tapi langsung membalikkan tubuhku sehingga terlentang. Tokedku yang menggunung indah menjadi sasaran lumatan bibirnya. Sambil mremas-remas dengan kuat, putingku dijilat-jilat dan dipermainkan dengan lidah olehnya. Libidoku langsung naik lagi. Bahkan rasa gatal di memekku kembali dengan lebih hebat. â€Å“SShhhhhh… hhmmppfffff… â€Å“ desisku keenakan karena tokedku sekarang sedang dikenyot dan dihisap kuat-kuat putingnya oleh dia. â€Å“Haahh.. hahh… om, Inez mau diatas ya†pintaku. â€Å“Hehe om emang pengen ngerasain goyangan kamu Inâ€. Dia terlentang dan aku mengangkang di atasnya, mulai mengarahkan kontolnya ke lubang memekku. Tanpa kesulitan batang kont0l tersebut amblas langsung 3/4nya. â€Å“Heekkhhhhhh… uuuuhhhh… gede banget sihhh…†erangku, mataku sampai terpejam karena kenikmatan yang dirasa ketika batang besar tersebut menerobos dan menggesek dinding-dinding memekku yang licin. Aku langsung mulai menggoyang pinggulku dengan gerakan naik turun, sambil tanganku bertelekan di perut sixpacknya. Slepp.. slepp.. sleppp… bunyi gesekan kontolnya dengan dinding becek memekku. â€Å“HHHhhhmmm… hhaahhhhh…. Sshhhhhh…†desahku menikmati setiap sentuhan. Karena aku diatas, dengan mudah aku mengarahkan sentuhan-sentuhan kontolnya ke titik-titik yang aku suka. Sekarang kontolnya amblas seluruhnya, dan aku mulai melakukan gerakan maju mundur, dan diselingi oleh gerakan pinggulnya yang memutar-mutar. Sensasinya? Luarr biasaaa…dia merasakan kontolnya dipilin-pilin, dan diremas-remas dengan enaknya oleh cengkraman dinding-dinding licin yang panas memekku. â€Å“Ahhh.. hhaaahhh…gillaa mem3k kamu enak bener In….†erangnya merem melek saking enaknya. Lebih cepat dari ronde pertama, aku sudah hampir mencapai orgasme lagi. Kontolnya menggesek-gesek tepat di titik g-spotku. Rasa gatal yang sangat hebat terasa mengumpul disekujur selangkanganku, membuat aku semakin blingsatan, goyanganku berusaha menggaruk setiap titik gatal tersebut. Dia yang tau aku akan mencapai orgasmeku lagi, mempercepatnya dengan mremas tokedku yang tergantung bebas sambil memilin-milin putingnya. Betul saja, detik berikutnya aku merasakan ledakan kenikmatan muncrat di lubang memekku, â€Å“OOOAAHHHHHH……. AAAAAUUHHHH…. OUHH…Ouuhhhh….hmmmmppffffff…†jeritku penuh kepuasan. Tubuhku bergetar dengan hebatnya, dialiri sengatan listrik orgasme yang bersumber dari memekku dan menyebar ke seluruh tubuh. 15 detik setelah gelombang klimaksku berlalu, aku menjatuhkan diri di atas tubuhnya. Nafasku masih tersengal-sengal.


Dia yang sudah merasa tanggung, tidak lagi menunggu aku siap. Tangannya menggapai pantatku dan mengangkatnya sedikit, agar ada sedikit celah antara selangkangannya dengan selangkanganku. Dia mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, karena kontolnya masih menancap dalam di memekku. Dia mengocok dengan cepat. Plak..plak.. plak.. slep..slepp. sleppp.. bunyi benturan kontolnya dengan memekku, ditingkahi oleh kecipak becek cairan memekku. â€Å“Ahh.. ahh om.. tunggu… jangan dikocok lagi.. ngiluu..†rengekku lemas. Tapi dia malah mempercepat kocokannya. Tapi, ternyata akibat kocokan ini, rasa ngilu di memekku cuma tarasa sebentar. Sekarang malah rasa gatal itu kembali dengan lebih hebat lagi. Tanpa diduga, gelombang orgasme yang lebih dahsyat dari sebelumnya meledak di selangkanganku. â€Å“HIAAHHHHHH…..AAAAHHHHH… OUUFFFHHHHHH…. INEZ KELUAR LAGI OM†pekikku ketika mencapai orgasme lagi dengan mata terpejam kuat dan tangan mremas pundak nya kencang-kencang. â€Å“Hahh.. hah…. Gila.. gila… Inez keluar lagii…†desahku lemas.


Dia bergerak menggulingkan tubuhnya, sehingga sekarang aku yang ditindih. â€Å“Om.. time out dulu..Inez nyaris pingsan om..†aku memohon dengan suara lemas. â€Å“In, om udah nanggung banget nih. Tahanin bentar lagi ya. Om udah mo keluar juga kok†katanya dengan nafas memburu karena birahinya sudah diubun-ubun kepala. Tanpa menuggu persetujuanku, dia langsung tancap torsi tinggi dalam posisi misionaris. Kontolnya menghujam memekku tanpa belas kasihan. Keluar masuk dengan cepat, berputar-putar, mengobel-ngobel dinding memek yang sempit dan semakin banjir itu. Tanpa bisa ditahan, akumengalami orgasme yang entah untuk keberapa kali. â€Å“OM… INEZ YANG KLUARR NEEHHHH…EEHHHHHHHHMMMMM..†teriakku penuh kenikmatan, sambil kelonjotan di bawah tubuhnya.


Dia mencabut kontolnya, diiringi lelehan banjir cairan memekku. Dia langsung mengambil posisi di atas perutku dan menjepitkan kontolnya di sela-sela tokedku. Kedua telapak tangannya merangkum kedua bongkah susu ranum tersebut, dan menjepitkannya kuat-kuat ke kontolnya yang sudah hampir meledakkan peju. Kontolnya dikocok dengan cepat di sela-sela tokedku. "Ouuh..", lenguhnya kenikmatan. Tak sampai setengah menit, dia merasakan ada gerakan aliran dari pangkal batang kontolnya menuju ke palkonnya. Rasa gatal di palkonnya pun semakin menghebat. Dan ledakan orgasmenyapun terjadi juga â€Å“OOOOOHHHH… †lenguhnya keras. Semprotan peju langsung menembak. Lelehannya memenuhi toked dan wajahku. Dan diapun langsung terbaring lemas di sampingku.Hampir 3 menit tidak ada yang berbicara. Hanya nafas memburu yang terdengar semakin perlahan, seiring lewatnya badai kenikmatan seksual. Dia memiringkan badannya dan langsung menatapku. â€Å“Gimana In, nikmat kan?" "Banget om, tapi om kok ngecret diluar?". "Gak apa, kan masi ada ronde kedua, masi mau kan". "Banget om, tapi Inez istirahat dulu ya, om kuat banget ngentotnya, lama lagi, Inez lemes banget om". "Tapi nikmatnya juga banget kan". Aku cuma menggangguk tersenyum. "Kamu masi muda gini dah pinter banget muasin om". "Om puas ya ngentotin Inez". "Banget, mem3k kamu peret banget, empotannya krasa banget lagi". "Abis kont0l om gede banget si, kan mem3k Inez baru skali kemasukan kont0l segede kont0l om, ampe sesek banget deh rasanya kalo dah ambles smuanya". "Kamu nginep kan In, jadi kita bisa all nite long ni". Aku cuma senyum sambil memeluknya mesra.

Mamaku

 


Waktu itu Papaku baru dinas keluar kota selama seminggu kakak and adikku pada pergi ke rumah kakek nginep 5 hari karena pas lagi liburang sekolah,siang itu Mama pamit mau pergi arisan dan dia bilang mungkin pulangnya agak malam,aku mulai bosan di rumah sendiri lalu aku pergi ke rumah temanku untuk main tapi temanku juga mau pergi ,Wah,payah nih hari sial…..gumamku tapi ingat temanku punya CD Film porno aku bermaksud meminjamnya dan dia memperbolehkan buru-buru aku balik ke rumah aku di pinjaminya 5 CD aku tonton deh di kamar , 5 CD telah kutonton puas aku melihat adegan adegan yang rada gila tapi menggairahkan itu, Setelah rampung nonton CD kontolku belom juga turun yah…..aneh nih tapi memang aku sedang sangat bernafsu mungkin hingga kontolku menegang …. 2 jam kemudian Mama pulang ke rumah , kulihat tubuh mama , Wow… aku ingin sekali meniduri mama , tapi aku takut ….. mungkin karena Aku sudah sangat bernafsu ku tak akan perduli lagi yang penting aku ingin merasakan ML untuk pertama kalinya ….. setelah makan malam bersama Mama balik ke kamar untuk mandi dan tidur capek katanya…..

Jam 12.30 malam ku tak bisa tidur lalu aku turun ke bawah kulihat pintu kamar mama terbuka sedikit lalu aku intip mama, ASTAGA mama sedang nonton Bf busyettt mama memainkan memeknya dengan tangan kiri dan tangan kanan meremas-remas payudaranya aku sangat bergairah melihat adegan itu tapi aku merasa takut…aku naik ke kamar dan mencoba tidur tapi tetap tidak bisa lalu kuputuskan untuk memaksa mama melayaniku….pukul 01.30 kuturun ke bwh kuliat mama memakai celana mini dan kaos ketat sedang merias diri di depan meja cermin cantik…cantik seklai gumamku….perlahan aku masuk ke kamar mama aku kunci pintu dari dalam ceklek..ceklek mama menoleh kearah pintu “ ngapain kamu dit ?” “Ma aku pengen bersetubuh dengan Mama!” “ Gila kamu dit !” “Ma pliss ma Aku lagi pengen “ berdebat agak lama lalu Mama berkata “ jika ukuran kontolmu diatas 14cm Mama mau de” “ Ok ma liat aja ndiri mah” ku lepas celanaku dan CDku Ku pertontonkan kontolku yang menegang ke arah Mama “ ini 17cm mah “ Mama terpesona melihat Kokohnya Kontolku yang menegang “ Ok Mama akan ajarkan ML kepadamu sayang sinii….”


Kudekatkan bibirku ke bibir mamah yang tebal seksi dan merah itu kami pun berciuman saling sedot lidah hingga nafas mama agak tak teratur,sambil ku meremas remas Payudara Mama aku lempar Mama ke ranjang dan kulucuti kaos merahnya dan kuisa isap Teteknya yang keras kumulai turun menjilati perutnya dan kulepas rok mini nya Mama ternyata tak memakai Cd kulihat memeknya telah basah oleh cairan kewanitaanya kujilati memek mama “ shhhhhhhhhhhhh……..ssssshhhhhh… ……ahhhh sayang jilat terusss ahhhhh “ ku jilati memek merah nan merona itu “ mamah mau keluar sayang …hhhh…..” “ok ma keluarin ajah biar aku isap…” “ahhhhhhh….hhhhh” mamah berorgasme pertama kujilati sambil kusedot memek mama …. “ mah 69 ajah yuk “ “kamu tau juga ya” kami pun berpindah posisi 69 mama mengulum kontolku aku menghisap memeknya “mahh…..ahhhh aku mau keluar nih mah…..” kuhentikan menghisap hisap memek mama lalu crot…crot…crot….. di telannya pejuku oleh mama ,

Aku pun berdiri ku telentangkan mama dan kuangkat kedua kakinya tanpa komando ku tembakan kontolku ke memek mama , slop…slop…slop…..”ahhhh dit sakittt ditt….pelan sayang…..” kuhentikan kocokanku lalu ke teruskan pelan agak cepat kumasukan dan kukeluarkan kontolku dengan cepat “ ditt..ahhhhhh…..mmmmaaammmaaa keluar ditt…..” “ tunggu ma aku juga mau keluar “ seketika secara bersamaan kami keluarkan bersama “Mahh nikmat mahhhh makasih yah mah” “ Kamu juga hebat dittt” kami istirahat sebentar lalu aku tindihi mama dan ku kocok lagi memek mama … mama merintih…..tak kuhiraukan kukocok dan kuremas remas payudara mama “ ditt….ahh…ditt……mama sampe ddiitt…” tapi aku belom puas kukocok terus hingga mama berorgasme sebanyak 3x sedang aku juga belum keluar……akhirnya “mah aku keluar maaaaaaaaaaa..” crott…crottt….crott…..crott…. ah ku cumbu mama dengan lembut dan kubisikan “ Ma you’re the best” mama hanya tersenyum , kami tertidur paginya pukul 07.00 kulihat mama sudah tidak ada dan aku keluar kamar “ telanjang “ kulihat mama bersiap siap berangkat ke kantor , seketika kontolku berdiri melihat mama memakai rok mini paha putih mulus mulut berlipstik merah merona menawan … “ Ma aku pengen lagi nih” “tapi mama udah rapi sayang” “doggy style ajah mah” kusuruh mamah menungging di karpet ruang tengah ku lepaskan CD mama ku tancapkan lagi kontolku 20 menit kami bermain , Mama sudah berangkat ke kantor…sendiri lagi deh di rumah

Pukul 10.00 bel rumah berbunyi kubuka pintu depan kulihat tante April berdiri didepan “oh tante masuk tan… ttapi di rumah ngak ada siapa siapa “ “ ngak papa dit cuman main doank” singkat cerita kami nonton Tv sambil ngobrol di ruang tengah tak terasa kami ngobrol hingga tentang seks tante curhat katanya suaminya sudah tidak mampu memuaskan dia lagi “wah lagi horny nih tante”gumamku tanpa komando kucumbu tante april di sofa dia kaget tapi sebenarnya dia juga menginginkanya ….. di sofa kami bergumul …..ku angkat tante ke kasur di ruang tengah ku tunggingkan dia ku lakukan doggy style “ ahhhhhh dittt tanteee ahhhhhhhhhhhh niiikkkkmmmmaaattttt….sayang” “terus genjot sayang” ku bernafsu kugenjot dengan cepat “ahhhhh tante sampe dittttt”kurasakan penisku hangat terkena cairan tante april “dittt ahhh……..ditttt…..ahhhhh….” kugenjot terus ……..” “tante sedikit lagi””iya dit aku jugaaaaa……” seketika kami keluarkan bersamaan nikmatnya duniaaa……pikirku , hingga saat ini aku sering bergumul dengan Mama ato tante April.

Kakak dan ibuku

 

 

Namaku Wawan dilahirkan di medan 20 tahun yang lalu, aku mempunyai seorang kakak bernama Irma umurnya 2 tahun diatasku. Sejak tiga bulan lalu aku berniat merantau ke Batam, dan kak irma yang baru di tinggal pacarnya kawin dengan orang lain mau ikut juga denganku. Walaupun Papa dan Mama tidak menyetujui keinginan Kak Irma, namun alasan Kakak untuk melupakan sang pacar akhirnya mereka setuju dan kamipun berangkat dengan berlinang airmata.

Kamipun tiba di Batam dan mencari sebuah rumah sederhana dengan 2 kamar dan satu ruang tamu. Kakakku yang berijasah sarjana sangat mudah mendapatkan pekerjaan sebagai manager sebuah penginapan dengan restoran. Sedangkan aku bekerja sebagai teknisi komputer yang di gaji berdasarkan pekerjaan yang kudapat. Aku harus berhadapan langsung dengan konsumen setiap hari dan setiap menginstall aku dibayar 75b sd 100rb tergantung jauhnya perjalanan ku ketempat pelanggan. Pekerjaan kakak sebagai manager digaji 3 juta cukup besar bagi kami sehingga kakak masih bisa seperti dulu membeli berbagai perlengkapan soleknya untuk mepertahankan kecantikan kakak.

Setelah 2 bulan kami Di Batam kakakku masih bersedih dan sering termenung sendiri dimalam hari, hal ini membuatku pusing karena tidak tega melihat airmata kakakku dan sebagai adik yang baik aku selalu mengelap airmatanya.

“Kak, cari pacar lain aja daripada sedih terus” kataku menghibur kak irma.
“Masa kakak cari pacar disini? terus apa kakak harus terima cowok2 yang baru sebulan kita kenal jadi pacar?” jawab kakakku.
“Aku mau kok jadi pacar kakak, dijamin kakak gak akan sedih lagi” gurauku pda kakak.
“ihhhh kamu ada2 aja… hus” jawab kakak sambil meninju bahuku dengan manja.
“tapi kakak mau kok jadi pacarmu, tapi jgn bikin kakakku sedih !!! ..” kata kakak yang membuatku bengong…
“Asyik aku punya pacar …. muachhhh” aku gembira langsung mencium pipi kakak.
“cium pacar gini adikku sayang……” kata kakak sambil mengecup bibirku dan lidah kakak masuk kemulutku….. dan kubalas ciuman kakak dengan cara yang sama. Dan dengan senyuman manis kakak pergi masuk ke kamar dan akupun masuk ke kamarku.

Sejak jadian sama kakak aku selalu mencuri pandang ke tubuh kakak yang sexi, apalagi bila kakak pulang kerja selalu dengan baju modis memakai rok mini sehingga paha kakak selalu terbayang ketika aku tidur. Dan bulan kedua di Batam membuatku selalu membayangkan membelai kakak seperti di BF yang aku koleksi dan aku nonton saat melakukan onani, sejak SMU aku sering onani sambil menonton film dewasa.

Malam itu tepatnya ultahku tidak ada persiapan apa-apa, ortuku saja tidak sms bahkan kakak pulang kerja, mandi dan langsung masuk ke kamar. Tepat jam 00.00 masuk sms bersamaan dari mama dan papa yang isinya “selamat ulang tahun yang ke 20 sayang” aku senang sekali walaupun sedikit kecewa karena kak irma tidur dikamar sudah 3 jam tidak meikirkan ultahku.

5 Menit kemudian pintu kamar kakakku dibuka dan kakak dengan penampilan tercantik yang pernah aku lihat keluar membawa kue ultahku ke meja sambil berkata “Happy birdday adikku sayang” dan akupun meniup dua lilin yang menyala di atas kue.
“Thanks ya kak, aku pikir kakak lupa ultahku” kataku dengan wajah senang.
“ini hadiah dari kakak ya … ” dan aku buka bungkusan kecil rupanya berisi sebuah Jam tangan Rolex dan lengkap dengan faktur Rp. 2.000.000,-
“wah.. kok kakak kasih hadiah mahal bgt sih? ” tanyaku
“gpp, demi adik yang ku cinta ……”jawab kakak sambil memelukku.

Dan setelah kupotong kuenya langsung aku sodorin ke mulut kakakku sambil ku bilang ” ini buat kakakku tersayang” dan potongan kedua juga kusodrin ke kakak sambil berkata “ini untuk pacarku tercinta …. tp hadiah dari pacarku kok ga ada ” gurauku.
Mendengar kataku kakak terkejut dan bekata “Maaf sayang, kamu minta apapun aku kasih deh… “sambil kakak menciumi mulutku.
“Kalau gitu gampang…. sayang dah cantik dengan baju ini seperti artis, tapi…. aku pingin lihat kekasihku bugil boleh ga?”
“Apa sih yang ga buat kamu… sekalian perawani aja kakakku malam ni ya dik” bisik kakak sambil membuka kancing bajunya.

Mendengar bisikan mesra kakak langsung ku bantu kakak kubuka kaitan bra kakak sambil kujilatin leher kakakku yang panjang mulus selanjutnya turun ke dada kakak sambil aku remes2. Kakak mulai mendesah dan akupun menurunkan jilatan ke perut kakak dan langsung aku gigit celana dalam kakak dari depan sementara tanganku menariknya dari belakang sampe cd kakak turun ke kaki.

Melihat tonjolan dalam celanaku sudah semakin gede kakak membuka ikat pinggangku sambil berkata ” wah… dah kejepit tuh sini kakak buka” dan kakak langsung mengulum kontolku dengan perlahan kurasakan kenikmatan luar biasa, rupanya kakak sudah pengalaman juga sampe zakarku dikulum juga “oohhh enak bangat sayang ….” desahku dan kakak cuma melirik ke wajahku dan berkata “kalau gini kakak sering loh sayang sama mantan kakak, tapi klu bagian ini khusus buat kamu” sambil ngangkang kakak menarik kepalaku diarahkan ke memek indahnya.

Akupun menjilati itil kakak sambil menghisap memeknya yang masih sempit, lobang memek kak Irma Cuma bias masuk ujung jariku.
“Kakak, klu kontolku bias masuk ga sempit bgt nih?” tanyaku
“coba aja pelan-pelan… “ jawab kakak
Selanjutnya aku langsung mengarahkan penisku ke lobangnya dank u tekan pelan sampai kepalanya masuk diiringi rintihan kakakku. Kenikmatan luar biasa saat kudorong dengan kuat dan blessss ….”oohh sakit adikku sayang…. Tahan dulu” Kakak berteriak dan aku diamkan beberapa saat sementara kakakku menarik napas panjang sambil merem menikmatinya.
“aahhh dah enak bgt dek,,, terusin ya perawani pacarmu ini” desahan kakak sambil menyuruhku lanjut dan akupun menarik kontolku dan kumaju mundurkan makin lama makin cepat dan kurasakan siraman dari dalam diiringi erangan kakak “kakak keluar sayank”. Akupun menambah kecepatan dan beberapa detik tak tertahan lagi “ ooaahahhgggg aku juga muncrat kakak… enak bgt lobang surge kakakku” spermaku keluar di dalam rahim kakakku.

Malam itu setelah kucabut kontolku baru terlihat darah di sprei, walaupun kesakitan kakak masih meminta lagi pada saat mau tidur tepatnya jam 3 pagi. Akupun menikmati tubuh kakak sampai tertidur dikamar kakak dan paginya aku tidak sabar melihat kakak masih bugil dan kuikuti kakak ke kamar mandi.
Belum sempat kakak pipis aku langsung nyosor tanpa menggubris penolakan kakak yg lagi kebelet, kujilati memek kakak, walaupun kk cemberut tapi masih menikmati sambil mendesah dan kencing kakak tak tertahan langsung nyembur ke wajahku.

“ahhh aku minum ya kak kencing aja yang banyak” kataku sambil menampung air seni kakakku dan ku telan semua. Dan setelah mengulangi permainan semalam kakak berkata “ enak banget dek, pokoknya kapan kamu pingin lakuin aja sesukamu ya… tubuh pacarmu ini milikmu selamanya, sekarang kita tidur sekamar aja biar asyik dekatan terus, tapi awas klu kakak hamil kaamu harus tanggungjawab nikahin kakakmu ini ya”

“Pastilah kak, mana mungkin aku kecewakan pacarku yang cantik, sexi” jawabku dibalas senyuman kakak sambil mencium keningku.

Sejak malam itu sampai sekarang kami tidur sekamar, kami sering menonton bf sambil meniru adegan panas tersebut, awalnya kakak agak jijik klu lihat permainan jorok, namun karena sering kupaksa kakak menjadi hipersex juga sama seperti aku.

Saat ini sudah 3 bulan kami berdua di batam dan kami terpaksa harus pindah rumah karena kak Irma hamil 2 bulan, kami pun bersiap untuk menikah secara resmi tanpa ada yang tahu kalau kami saudara kandung.

Tidak terasa sudah 4 bulan kami dibatam setelah Kak Irma hamil 4 bulan, mama pernah menelepon untuk pulang katanya sudah kangan, akan tetapi kami tidak berani pulang selain mengirimkan sms, tlp, serta sudah 3 bulan kak Irma mengirim uang 500rb untuk kebutuhan keluarga dikampung.

Suatu hari kami dikejutkan dengan telepon mama yang mengabari kalau mama sudah berada di Batam dan sudah hampir sampai ke alamat kami, hal ini sangat membuat shock soalnya nanti ibu akan curiga lihat perut kakakku yang sudah agak buncit.

Belum sempat aku berfikir caranya terdengar ketukan pintu dan memang benar mama sudah berada di depan pintu. Aku mempersilahkan mama masuk dan tak lupa menyuguhkan secangkir kopi dingin yang paling mama sukai. Selanjutnya mama menanyakan kamar kakakku untuk istirahat dan mama tertidur selama 3 jam.

Seperti biasa kakak pulang jam 8 malam dan disambut dengan tangisan mama karena kak irma adalah anak kesayangan mama dan aku tidak pernah cemburu karena wajarlah seorang anak perempuan diperlakukan lebih daripada anak laki-laki. Kami terkejut saat mama bilang kakak sudah agak gemuk, mama bilang ” Irma … kamu harus banyak olahraga, mama lihat perutmu saja agak gede sekarang” dan kakak menjawab dengan perasaaan was-was “iya ma, mungkin karena banyak makan karena irma kerja di restoran”.

Setelah makan malam kami sempat duduk-duduk di teras sambil makan snack, kemudian jam 12.00 kakak bilang mengantuk bangat dan mereka menuju ke kamar tidur, mama kembali bingung dan menanyakan “kenapa cuma satu kamar yang kalian pake?” dan kakak langsung menjawab ” Irma ga berani tidur sendiri ma, takut….. jadi adik yang temanin”. kemudian mama mengangguk dan langsung menuju ranjang dan aku mengambil selimut menuju sofa di ruang tamu.

Jam 3 malam seperti kebiasaan kak irma keluar kamar karena kencingnya sudah kebelet dan aku tak tahan melihat kakak keluar dengan baju sebatas pantat tanpa menutupi memek kakak, langsung aku rangkul kakak dari belakang.
“Aku mau pipis dulu…. ga tahan nih…. ” kata kak irma sambil menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.
“Aku jg ga tahan kakak, please ” aku berkata sambil mengarahkan mulutku ke memek kakak.
Tanpa berlama-lama menjilati memek kakak, aku memasukkan penisku ke lobang surga kakak dan mengocok dengan posisi kakak mengangkang dan aku tindih dengan penuh nafsu.

Pada saat ini aku semakin nafsu dengan teriakan kakak yang kebelet pipis, sehingga sodokanku semakin cepat dan kami terkejut mendengar suara mama” Haahhh, apa yang kalian lakukan??” betapa terkejutnya aku langsung menarik kontolku dan dari memek kakak menyembur cairan mengarah ke badanku, mama yang mendekati kami juga terkena semprotannya sementara kakak mengejang sambil berkata terputus-putus ” Ma….maaf ma….”. selanjutnya sebuah tamparan mengarah kewajah kak irma dan selanjutnya belasan tamparan mampir ke wajahku kiri dan kanan, kak irma yang mencoba melerai kembali mendapatkan hadiah dari mama dan dengan marah mama berkata ” Mama akan kasih tahu papa kalian, besok kalian harus ikut mama pulang ke Medan”.

Kamipun berlutut di kaki mama dan sambil menangis kaka berkata”Maafin kami mam, Irma mencintai adik makanya irma rela hamil, jangan aduan ke papa ya ma”. Mendengar kata hamil mama terduduk sambil menangisi kami, setelah satu jam mama masuk ke kamar mandi. Cukup lama mama dikamar mandi dan mama keluar dan duduk di sofa dan memberi aba-aba kepada kami yang masih bugil untuk duduk bersama.

“Ya sudah mama maafin kalian, tapi ada syaratnya” kata mama
” Terimakasih ma, yang penting papa jangan sampe tahu” kataku.
” Kamu harus nikahin kakakmu dan……” kata mama sambil tersenyum.
” Kamu dan kawinin kakakmu, mama sudah 10 th ga kawin loh dg papa, kamu kawinin mamamu ya sayank”
” Mama ga jadi pipis tadi pingin seperti kamu pipis tadi Irma” sambung mama.

Setelah berkata demikian mama langsung membuka paha lebar-lebar dan akupun mengarahkan mulutku ke lobang yang melhirkan aku, desahan mama mulai terasa dan sambil membuka baju mama menarik kepalaku ke dadanya kuikuti semua arahan mama dan aku masukkan penisku ke memek mama yang agak sempit, jeritan mama semakin keras karena nafsuku yang memuncak saat mama berbisik ” Hamilin mamamu juga sayang auuuhhhhh”. dan cairan syurga mama terasa menyiram kontolku dikuti dengan tembakan spermaku kedalam rahim mama.

Setelah kusodok kembali dengan kencang mama mengejang sambil mendorong aku dan dari memek mama muncrat cairan yang luar biasa banyaknya, akupun meminum kencing mamaku yang masuk kemulut.
“Thanks sayang, luar biasa anak mama ini” kata mama puas dengan seyuman.
” Iyalah ma, adik memang ga ada duanya deh, makanya Irma jatuh cinta dengan adik” kata kk
” Mama juga makin cinta loh, besok kalian nikah dan mama agak lama di Batam nih.
Pingin dihamilin adikmu juga sih…..”
” Asal papa ga tahu, aku mau bikin adik berapa mama mau …..!” kataku.
” Dasar…. kontol kurang ajar…. yuk tidur bareng aja dikamar” kata mama sambil meremes kepala kontolku.

Malam itupun kami tidur bertiga dengan lelap karena kecapean dan kami terbangun jam 6 akupun tak malu lagi memainkan kakak di meja makan seperti biasa kami lakukan tiap pagi. Mama juga senang sekali melihat kami, apabila saat mama kuperlakukan seperti kak irma juga, rintihan, desahan, teriakan mamaku menghiasi hari-hari kami selama sebulan. Dan sebelum pulang ke Medan mama sudah menikahkan kami berdua, walaupun tdak ada yang tahu kalau kami adik-kakak akan karena mama cuma bilang kalau kak irma anaknya.

Sebelum pulang mama memberitahu kepadaku berita yang aku sendiri tidak tahu harus bersikap bagaimana, mama positif hamil anakku dan mama sempat berbisik kepadaku ” Hebat bangat kamu sayang, kamu sukses bikin adik sendri…”. Kemudian mama pulang dengan bahagia pada hari itu, sedangkan kakak mulai cemburu perihal kehamilan mama namun hal itu terjadi beberapa hari saja.

Setelah hampir sembilan bulan akhirnya malam itu anakku lahir 20 April 2009, Buah cintaku dengan kak irma lahir berjenis kelamin perempuan selamat dengan bantuan seorang bidan.

Nama anak kami adalah Lidya dan segera kami kabari kepada mama kami di kampung, sedangkan papa sampai saat ini masih belum mengetahui seorang cucu telah lahir dari rahim Kak Irma. Bahkan Papa tidak mengetahui kalau bayi dalam rahim mama adalah anakku, sekarang calon bayi tersebut sudah berumur 4 bulan.

Setelah sebulan kelahiran lidya, kami menjalani kehidupan sehari-hari penuh dengan kegembiraan. Bahkan kak irma tidak menolak saat aku mengajak berhubungan seperti biasa, walaupun lobang memek kak irma masih agak besar aku tidak bisa menahan nafsuku karena sudah dua bulan tidak melakukannya.

Setiap hari aku yang sangat mencintai Kak Irma semakin menikmati keindahan tubuh kakakku, dia sekarang semakin buas apabila bercinta dan kami benar-banar menjadi sepasang kekasih yang haus sex.

Sebelum aku menjemput mama di kampung malam itu aku tidak bisa menahan diriku, saat makan malam Kak Irma sudah telanjang dan akupun menemani kakak dengan telanjang juga.

“Sayang… sebelum pulang malam ini puasin betinamu ya…” kata kakak sambil merangkak naik ke meja.
“Iya Kak, gimana mau kamu aja ” jawabku dan akupun mengarahkan mulutku ke selangkangan kakak yang mengangkang dengan lebar.
“ooaahhh… lobang kakak semakin panjang ya asyik isapnya” sambungku lagi sambil menjilat kulup memek kak irma yang sudah lebar dan panjang. Mungkin karena sering aku tarik sehingga saat kakak nungging bibir memek kakak menjulur keluar sepanjang 6 cm.
“Emmhh terus say, makanlah ……” kakak menyuruhku makan nasi yang dikepal di atas memek kakak dan seperti setiap pagi kami sarapan. Akupun memakan dengan penuh nafsu, walaupun cuma nasi putih sungguh sensasi luar biasa membuat kontolku semakin mengeras. Sesekali kakak memasukkan kepalan nasi kemulutnya dan menyosor ke mulutku serta kuilkuti dengan mengambil nasi dari mulut kakak.
“Ade pingin sodok nih kak nungging ya” kataku direspon kakak dengan menungging dan akupun menjilati pantat kk, anus serta memek kakak.
“Masuinnnnn say…. oohhhhh” gumam kakak.
Tanpa berlama-lama aku menyodok memek kakak dengan penuh nafsu, kontolku masuk dengan mudahny karena memang tiap hari burungku masuk ke sarang.
“Ohh…. enak bgt kak, ….” desahku.
“yes… kk mau keluar sayang..”
“Ade juga sama-sama …. oohhh..oohhh” akupun menyiram kebun kakakku dengan puas disambut dengan erangan kakak
“Oohhhhh….. nikmat sayng…. sini kk bersihin… ” dan akupun mencabut kontolku dari lobang kk dan memasukkan ke mulut kk, dengan sigap kk membersihkan sisa spermaku sambil meraba piring dan kk memakan nasi dengan campuran cairan spermaku.

Malam itu 4 kali aku muncratin ke dalam lobang surga kk, baru jam 3 aku dan kk tertidur dengar pulasnya. Dan jam 7 aku bangun karena harus kejar pesawat ke kampung untuk menjemput mama. Seperti biasa waktu bangun kk masih sempat menjilati kontolku yang kebelet pipis dan kencingku muncrat di mulut kakak, setelah itu kk menduduki dadaku dan mengarahkan semprotan kencingnya ke mulutku, hal ini memang sudah biasa kami lakukan tiap pagi. Bahkan kami sudah ketagihan karena kencing pagi memang lumayan hangat dan selalu menjadi nikmat sambil bercumbu dengan kk.

Adik kelas

 Laura namanya. Begitu Laura mengajakku, tentu saja kujawab, “Mau..” “Jam berapa?” tanyaku. “Jam 3 sore, di rumahku, jangan terlambat soalnya nanti nggak selesai belajarnya”, jawabnya.


Wah, kesempatan nih, pikirku. Setahuku, ia tinggal berdua saja dengan pembantunya karena ayah dan ibunya yang sibuk mencari nafkah di luar pulau Jawa.


Pulang kuliah, aku langsung bergegas pulang, karena kulihat sudah jam 14:30 WIB. Dengan cepat kumasukkan buku yang sekiranya akan dipakai ke dalam tas, karena takut terlambat. Sesampainya di rumah Laura, aku langsung memencet bel yang ada di gerbang depan rumahnya, rumahnya tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman kelihatannya.


Sempat aku bertanya, kok rumahnya sepi banget. Kalau begitu berarti bonyoknya lagi pada pergi, jawabku dalam hati. 


 Tak lama setelah itu, Laura keluar membukakan pintu. Aku cukup kaget dengan penampilannya yang menarik, kali ini dia memakai kaos yang cukup ketat dan celana pendek ketat. Dia tersenyum lebar padaku, sambil mempersilakan aku masuk. Ketika masuk, aku merasakan rumahnya benar-benar sepi. “Langsung saja kita ke ruang tengah, yuk!” ajaknya.


Sesampainya di ruang tengah, aku langsung duduk di karpet karena tidak ada sofa. Ruang tengahnya didesain ala Jepang dengan meja Jepang yang pendek yang disertai rak majalah di bawahnya.


“Tunggu yah, aku mau mandi dulu”, katanya, “Habis keringatan abis senam nih!” Ternyata aku baru tahu kalau badannya bagus karena ia sering senam. “Kamu mulai aja dulu, nanti terangin ke aku yah”, katanya. “Kalo mau minum, ambil aja sendiri, soalnya pembantuku sedang sakit, dia lagi tiduran di kamarnya.”


Cukup lama aku belajar sambil menunggunya dan akhirnya aku bosan dan melihat-lihat majalah yang ada di bawah meja di depanku. Kulihat semuanya majalah wanita, mulai dari kawanku, kosmo, dan majalah wanita berbahasa jepang. 


Tanpa sengaja, ketika kulihat-lihat kutemukan sebuah majalah yang berisikan foto cowok bugil dengan otot-otot yang bagus di tengah majalah bahasa jepang itu. Aku sempat kaget melihatnya. Bersamaan dengan itu, ia keluar dari kamar mandi yang letaknya di sudut kamar tengah di mana aku duduk. Dia keluar memakai kimono kain handuk putih.


Karena keasyikan, aku tidak sadar kalau dia mendekatiku. Kupikir dia pasti masuk ke kamarnya untuk berpakaian terlebih dahulu. Aku sempat grogi, karena aku belum pernah didekati oleh wanita yang hanya menggunakan baju mandi, karena di rumahku tidak ada saudara perempuan, jadi aku merasa tidak biasa.


“Ih, kamu, disuruh belajar malah liat-liat yang aneh-aneh.”

“Ini mah nggak aneh atuh”, kataku, “Aku juga punya, dan badanku juga kayak gini loh!” bisikku sambil menunjuk ke salah satu model cowok di majalah tersebut.


 Aku memang sudah ikutan fitness sejak kelas 2 SMU, tak heran kalau aku lebih terkenal karena badanku yang bagus dibanding kegantenganku.

“Ah, masa?” katanya, “Gua nggak percaya ah.”

“Kamu kok tahan sih liat-liat kaya beginian?” tanyaku.

“Mana ada yang tahan sih?” balasnya.


“Tadi lagi nunggu kamu dateng ke sini saja aku sempet liat-liat dulu majalah itu lho! Jadi kamu tau khan, kenapa saya lama mandinya?” jawabnya sambil tersenyum mesum. 

“Ihh, kamu ini!” balasku, “Ternyata suka juga ya sama yang gituan.”

“Iya dong, tapi, James katanya kalo maen langsung lebih enak ya dibanding masturbasi?” tanyanya. Saya sempat kaget ketika dia tanya hal yang begitu dalamnya.


“Kata kamu, kamu mirip ama yang di foto majalah itu, buktiin dong.”

Wah, kupikir ini cewek sudah horny banget. Aku sempat grogi untuk kedua kalinya, aku cuma bisa tersenyum.

“Iya sih katanya, tapi khan…”

Belum selesai aku bicara, dia langsung mencium bibirku.


“James, tau nggak kalo aku tuh sebetulnya udah seneng banget ama kamu semenjak aku ketemu kamu”, bisiknya sambil mencium bibirku. Aku kaget dan responku cuma bisa menerima saja, soalnya enak sih rasanya. Terus terang aku belum pernah dicium oleh cewek sampai seenak itu, dia benar-benar ahli. 


Tanpa sadar, posisinya sudah berada di atas pangkuanku dengan paha yang menjepit perutku. Sambil menciuminya, kuelus-elus pahanya dari atas ke bawah, dan dia mendesah, “Akh… enak sekali!” Kuteruskan aksiku sampai ke kemaluannya, kuraba klitorisnya, dan kugosok-gosok. Desahannya semakin keras, dan tiba-tiba dia berhenti. “Wah, kok berhenti?” aku bertanya dalam hatiku.


Langsung saja kubisikkan padanya bahwa aku juga betul-betul menginginkannya jadi pacarku sejak awal bertemu. “Lalu mengapa kamu nggak bilang ama aku?” tanyanya. “Karena aku takut kalau perasaan kita berbeda”, jawabku. Dia sempat terdiam sejenak. 


Langsung timbul pikiran kotorku. “Udah tanggung nih”, pikirku. Batang kemaluanku betul-betul sudah bedenyut-denyut sejak tadi. Langsung saja kubuka baju mandinya, dan kukulum dan kuhisap buah dadanya. Dia menerima saja, malah merasa keenakan, hal ini terlihat dari ekspresi wajahnya. Putingnya menjadi mengeras dan tak lama kemudian, dia mendesah, “Aakh…” saat kupegang liang kewanitaannya yang mulai basah.


Aku semakin terangsang, batang kemaluanku benar-benar sakit rasanya. “Sayang, boleh kan kalau aku menjilati lubang keramatmu?” Dia mengangguk tanda setuju. Langsung saja kujilati liang kewanitaannya terutama daerah klitorisnya. Lumayan lama aku menjilatinya sampai aku merasa mulutku kering sekali.


Akhirnya dia mendesah panjang, “Aakhhh… aku mau keluar James…” Terlihat cairan putih keluar dari liang senggamanya, baunya amat merangsang dan rasanya jauh lebih merangsang lagi.


“James, maen beneran yuk?” ajaknya.

“Wah, gila juga nih cewek”, pikirku.

Karena batang kemaluanku sudah sakitnya bukan main, langsung saja aku iyakan. Lalu kubuka semua baju dan celanaku.


Kubaringkan dia di lantai berkarpet, dan kulipat kakinya, kunaikkan ke bahuku, dan mulai kumasukkan batang kemaluanku yang sudah tegak itu. Sempit sekali, hampir tidak bisa jalan. Kutekan lebih keras.


Dia menjerit kesakitan, “Stop James, sakit tau.” Aku tidak menghiraukannya dan terus menekan batang kemaluanku sampai rasanya kepala batang kemaluanku menabrak sesuatu. Lalu aku mulai memaju-mundurkan badanku ke depan dan ke belakang.


Laura mulai merasa enak, dia sudah tidak menjerit lagi.

“Tuh enak kan”, kataku.

“Iyah”, jawabnya, “Bener! enak sekali.. lebih cepet dong James.”

 Kupercepat permainanku, dan dia mendesah, “Ah.. ah.. ah..” karena merasa nikmat. Lama juga aku mengocoknya.

Tak lama kemudian, “James.. aku mau keluar lagi.”

“Sama”, balasku.


“Sedikit lagi, James… Aakkhhh… enak sekali James”, bersamaan dengan itu, aku pun keluar dan kukeluarkan seluruh spermaku di dalam liang kewanitaannya. Batang kemaluanku terasa hangat dan nikmat bercampur jadi satu. Kutarik batang kemaluanku keluar dan kulihat tetesan darah di karpet. Aku sempat kaget, berarti dia masih perawan. Aku sempat merasa senang banget waktu itu.


Laura bangun dan dia kaget saat melihat batang kemaluanku yang cukup besar, panjang 15,5 cm diameter 3,5 cm. Langsung dia kulum batang kemaluanku, yang sudah mau tidur lagi. Begitu dikulum, batang kemaluanku berdiri lagi karena enaknya.


Dia mainkan lidahnya di kepala batang kemaluanku dan menjilat seluruh bagian batang kemaluanku sampai masuk semua, sampai akhirnya aku merasa ada dorongan yang kuat pada batang kemaluanku dan, “Creeet.. creeet.. creet..” spermaku keluar, dia hisap dan sebagian muncrat ke wajahnya. “Hmmm.. enak sekali James”, terlihat ekspresi wajahnya yang senang.


Kami pun kelelahan, dan berbaring bersama di ruang tengah sambil berpelukan dan mengucapkan kata-kata sayang. Tanpa terasa waktu sudah jam 6 sore. Kami mandi bersama, dan setelah itu kami makan malam bersama. Aku disuruhnya menginap, karena malammya kita mau mempraktekkan jurus yang lain katanya. Aku mengiyakan saja. Lalu kutelepon ke rumah dan bilang bahwa aku malam ini mau menginap di rumah teman, aku tidak bilang itu rumah Laura, karena sudah pasti tidak boleh


Begitu selesai, kita sempat tertawa bersama karena kita tidak belajar malah bermain seks. Tapi tidak masalah sekalian buat penyegaran menuju ujian. Dia balas dengan senyum. Karena kehabisan pembicaraan, akhirnya kami mulai terangsang lagi untuk berciuman. Kali ini aksinya lebih gila. Sambil berciuman kami saling membuka baju.


Sampai tidak ada satu benang pun menempel di badan kita. Lalu di bicara, “James, kita ke kamarku yuk, biar lebih asyik.” Kugendong dia ke dalam kamarnya, dan kita lanjutkan lagi dengan berciuman.


Tak lama kemudian kupegang liang kewanitaannya, sudah basah ternyata. Langsung saja kubalikkan badannya dan kumasukkan batang kemaluanku dari belakang. Kali tidak sulit. Dia mendesah enak ketika kumainkan batang kemaluanku di lubang senggamanya. Kumainkan terus sampai aku dan dia mau keluar.


“Akkhhh…” kami berdua sama-sama keluar, kukeluarkan spermaku di luar, karena takut dia hamil. Tenyata Laura belum puas, dia membaringkan tubuhku di kasurnya. Dia langsung berdiri di atas tubuhku dan mulai memasukkan batang kemaluanku ke dalam liang senggamanya. “Ahhhh.. ” desahnya, “Gini lebih enak James..”


Aku benar-benar lemas tapi karena permainannya yang begitu hebat, aku sampai lupa. Dia teruskan sampai spermaku keluar, cuma sedikit kali ini, tidak seperti sebelumnya. “James dikit lagi juga aku keluar”, bisiknya tertahan sambil menaik-turunkan tubuhnya di atas badanku. Akhirnya dia keluar juga. 


Batang kemaluanku terasa pegal sekali, badanku benar-benar lemas. Dia juga terlihat lemas sekali. Kami tertidur lelap sampai pagi di kasurnya sambil berpelukan dengan tidak berpakaian karena pakaian kami tertinggal di ruang tengah dan malas mengambilnya karena sudah capek.


 Besok paginya, kami bangun bersama, mandi bersama, sarapan dan pergi ke kampus sama-sama. Semenjak itu kamipun sering belajar bersama, walaupun ujung-ujungnya berakhir di kasur airnya yang empuk. Tapi aku jarang menginap, karena takut orang tuaku curiga, ini cuma rahasia kita berdua.

Muncul kembali

 

Aku seorang wanita karir yang cukup mapan, boleh dibilang karirku sudah mencapai tingkat tertinggi dari yang pernah kuimpikan. Tahun lalu aku memutuskan keluar dari pekerjaanku yang sangat baik itu, aku ingin memperbaiki rumah tanggaku yang berantakan karena selama 5 tahun ini aku dan suami tidak pernah berkomunikasi dengan baik sehingga kami masing-masing memiliki kegiatan di luar rumah sendiri-sendiri.


Anak kami satu-satunya sekolah di luar negeri, kesempatan untuk berkomunikasi makin sedikit sampai akhirnya kuputuskan untuk memulai lagi hubungan dengan suamiku dari bawah. Tapi apa boleh buat semua malah berantakan, suamiku memilih cerai ketika aku sudah keluar dari karirku selama 3 bulan. Aku tak dapat menyalahkannya karena akupun tidak begitu antusias lagi setelah mengetahui dia mempunyai wanita simpanan, dan itu juga bukan salahnya maupun salahku.


Kupikir itu adalah takdir yang harus kujalani.Sekarang usiaku sudah 39 tahun dan aku tidak pernah bermimpi untuk menikah lagi, sehari-hari aku lebih banyak berjalan-jalan dengan teman, kadang-kadamg kami traveling untuk membunuh waktu belaka. Sejak 3 bulan yang lalu aku membiarkan salah seorang keponakanku untuk tinggal di rumahku, aku tergerak menolong orang tuanya yang mempunyai ekonomi pas-pasan sehingga untuk kost tentu memerlukan biaya yang mahal, sedangkan untuk bayar kuliah saja mereka sudah bekerja mati-matian.


Keponakanku bernama Ajie, usianya sekitar 22 tahun, kubiarkan ia tinggal di salah satu kamar di lantai 2. Ajie sangat sopan dan tahu diri, jadi kupikir sangat menguntungkan ada seseorang yang dapat menjaga rumahku sewaktu aku dan teman-teman traveling. Tapi ternyata Ajie membawa berkah yang lain.


Pagi itu aku segan sekali bangun dari ranjang, baru kemarin malam aku kembali dari Thailand dan kebetulan hari itu adalah hari minggu, sehingga aku memutuskan akan tidur sepuas mungkin, semua pembatu libur pada hari minggu, mereka boleh kemana saja, aku tidak peduli asal jangan menganggu tidurku.


Aku tergolek saja di ranjang, baju tidurku terbuat dari sutera tipis berwarna putih, kupandangi tubuhku yang mulai gempal, kupikir aku harus mulai senam lagi. Kulihat jam menunjukkan angka 10. Ah biarlah aku ingin tidur lagi, jadi aku mulai terkantuk-kantuk lagi. Tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki di depan pintu, lalu terdengar ketukan, aku diam saja, mungkin salah seorang pembantu ingin mengacau tidurku.


“Tante…, Tante…”, ooh ternyata suara Ajie. Mau apa dia? Aku masih diam tak menjawab, kubalikkan badanku sehingga aku tidur telentang, kupejamkan mataku, kedua tangan kumasukkan ke bawah bantal. Ketukan di pintu berulang lagi disertai panggilan.


“Persetan!”, pikirku sambil terus memejamkan mata. Tak lama kemudian aku kaget sendiri mendengar pegangan pintu diputar, kulirik sedikit melalui sudut mataku, kulihat pintu bergerak membuka pelan, lalu muncul kepala Ajie memandang ke arahku, aku pura-pura tidur, aku tak mau diganggu.


“Tante…?”, Suaranya berbisik, aku diam saja. Kupejamkan mataku makin erat.


Beberapa saat aku tidak mendengar apapun, tapi tiba-tiba aku tercekat ketika merasakan sesuatu di pahaku. Kuintip melalui sudut mata, astaga ternyata Ajie sudah berdiri di samping ranjangku, dan matanya sedang tertuju menatap tubuhku, tangannya memegang bagian bawah gaun tidurku, aku lupa sedang mengenakan baju tidur yang tipis apalagi dengan tidur telentang pula. Hatiku jadi berdebar-debar, kulihat Ajie menelan ludah, pelan-pelan tangannya menyingkap gaunku, hatiku makin berdebar tak karuan. Mau apa dia? Tapi aku terus pura-pura tidur.


“Tante…”, Suara Ajie terdengar keras, kupikir ia sedang ingin memastikan apakah tidurku betul-betul nyenyak atau tidak. Kuputuskan untuk terus pura-pura tidur. Kemudian kurasakan gaun tidurku tersingkap semua sampai leher, lalu kurasakan tangan Ajie mengelus bibirku, jantungku seperti melompat, aku mencoba tenang agar pemuda itu tidak curiga.


Kurasakan lagi tangan itu mengelus-elus ketiakku, karena tangan kumasukkan bawah bantal jadi otomatis ketiakku terlihat. Kuintip lagi…, buseet wajah pemuda itu dekat sekali dengan wajahku, tapi aku yakin dia masih belum tahu aku pura-pura tidur, kuatur napas selembut mungkin. Lalu kurasakan tangannya menelusuri leherku, bulu kudukku meremang geli, aku mencoba bertahan, aku ingin tahu apa yang akan dilakukannya terhadap tubuhku.


Tak lama kemudian kurasakan tangannya meraba buah dadaku yang masih tertutup BH, mula-mula ia cuma mengelus-elus, aku tetap diam sambil menikmati elusannya, lalu kurasakan buah dadaku mulai diremas-remas, aku merasakan seperti ada yg sedang bergolak di dalam tubuhku, sudah lama aku tidak merasakan sentuhan laki-laki. Sekarang aku sangat merindukan kekasaran seorang pria, aku memutuskan terus diam sampai saatnya tiba.


Sekarang tangan Ajie sedang berusaha membuka kancing BH-ku dari depan, tak lama kemudian kurasakan tangan dingin pemuda itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin merintih nikmat tapi nanti malah membuatnya takut, jadi kurasakan remasannya dalam diam.


Kurasakan tangannya gemetar ketika memencet puting susuku, kulirik pelan, kulihat Ajie mendekatkan wajahnya kearah buah dadaku, lalu ia menjilat-jilat puting susuku, tubuhku ingin menggeliat merasakan kenikmatan isapannya, aku terus bertahan. Kulirik puting susuku yang berwarna merah tua sudah berkilat oleh air liurnya, perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali.


Mulutnya terus menyedot puting susuku disertai dengan gigitan-gigitan kecil, tangan kanan Ajie mulai menelusuri selangkanganku, lalu kurasakan jarinya meraba vaginaku yg masih tertutup CD, aku tak tahu apakah vaginaku sudah basah atau belum, yang jelas jari-jari Ajie menekan-nekan lubang vaginaku dari luar CD, lalu kurasakan tangannya menyusup masuk ke dalam CD-ku, jantungku berdebar keras sekali, kurasakan kenikmatan menjalari tubuhku.


Jari-jari Ajie sedang berusaha memasuki lubang vaginaku, lalu kurasakan jarinya amblas masuk ke dalam, wah nikmat sekali. Aku harus mengakhiri sandiwaraku, aku sudah tak tahan lagi, kubuka mataku sambil menyentakkan tubuhku.


“Ajie!!! Ngapain kamu?”, Aku berusaha bangun duduk, tapi kedua tangan Ajie menekan pundakku dengan keras. Tiba-tiba Ajie mencium mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak, kukerahkan seluruh tenagaku, tapi Ajie makin keras menekan pundakku, malah pemuda itu sekarang menindih tubuhku, aku kesulitan bernapas ditekan oleh tubuhnya yang besar. Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku, aku pura-pura menolak


“Tante…, maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini, maafkan saya tante” Ajie melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan meminta.


“Kamu kan bisa dengan teman-teman kamu yang masih muda. Tante kan sudah tua” Ujarku lembut.


“Tapi saya sudah tergila-gila dengan tante…, saya akan memuaskan tante sepuas-puasnya”, Jawab Ajie.


“Ah kamu…, ya sudahlah terserah kamu sajalah”, Aku pura-pura menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tak tahan ingin dijamah olehnya. Kemudian Ajie melepaskan gaun tidurku, sehingga aku cuma memakai celana dalam saja. Lalu Ajie melepaskan pakaiannya, sehingga aku bisa melihat penisnya yang besar sekali, penis itu sudah menegang keras. Ajie mendekat ke arahku.


“Tante diam saja ya”, Kata Ajie. Aku diam sambil berbaring telentang, kemudian Ajie mulai menciumi wajahku, telingaku dijilatinya, aku mengerang-erang, kemudian leherku dijilat juga, sementara tangannya meremas buah dadaku dengan lembut. Tak lama kemudian Ajie merenggangkan kedua pahaku, lalu kepalanya menyusup ke selangkanganku.


vaginaku yang masih tertutup CD dijilat dan dihisap-hisapnya, aku menggeliat-geliat menahan rasa nikmat yang luar biasa. Lalu Ajie menarik CD-ku sampai copot, kedua kakiku diangkatnya sampai pinggulku juga terangkat, sehingga tubuhku menekuk, kulihat vaginaku yang berbulu sangat lebat itu mengarah ke wajahku, punggungku agak sakit, tapi kutahan, aku ingin tahu apa yang akan dilakukannya.


Kemudian Ajie mulai menjilati vaginaku, kulihat lidahnya terjulur menyibak bulu vaginaku, lalu menyusup ke belahan bibir vaginaku, aku merintih keras, nikmat sekali, clitorisku dihisap-hisapnya, kurasakan lidahnya menjulur masuk ke dalam lubang vaginaku, mulutnya sudah bergelimang lendirku, aku terangsang sekali melihat kelahapan pemuda itu menikmati vaginaku, padahal kupikir vaginaku sudah tidak menarik lagi.


“Enak Ajie? Bau kan?”, Bisikku sambil terus melihatnya melahap lubangku.


“Enak sekali tante, saya suka sekali baunya”, Jawab Ajie, aku makin terangsang. Tak lama aku merasakan puncaknya ketika Ajie makin dalam memasukkan lidahnya ke dalam vaginaku.


“Ajiee…, aa…, enaakk” Kurasakan tubuhku ngilu semua ketika mencapai orgasme, Ajie terus menyusupkan lidahnya keluar masuk vaginaku. Kuremas-remas dan kugaruk-garuk rambut Ajie. Kemudian kulihat Ajie mulai menjilat lubang pantatku, aku kegelian, tapi Ajie tidak peduli, ia berusaha membuka lubang pantatku, aku mengerahkan tenaga seperti sedang buang air sehingga kulihat lidah Ajie berhasil menyusup kesela lubang pantatku, aku mulai merasakan kenikmatan bercampur geli.


“Terus Jie…, aduh nikmat banget, geli…, teruss…, hh…”, Aku mengerang-erang, Ajie terus menusukkan lidahnya ke dalam lubang pantatku, kadang-kadang jarinya dimasukkan ke dalam lalu dikeluarkan lagi untuk dijilat sambil memandangku.


“Enak? Jorok kan?”.


“Enak tante…, nikmat kok”, Jawab Ajie, tak lama kemudian aku kembali orgasme, aku tahu lendir vaginaku sudah membanjir. Kucoba meraih penis Ajie, tapi sulit sekali. Aku merasa kebelet ingin pipis, tiba-tiba tanpa dapat kutahan air kencingku memancar sedikit, aku mencoba menahannya.


“Aduh sorry Jie…, nggak tahan mau pipis dulu” Aku ingin bangun tapi kulihat Ajie langsung menjilat air kencingku yang berwarna agak kuning. Gila! Aku berusaha menghindar, tapi ia malah menyurukkan seluruh mulutnya ke dalam vaginaku.


“aa…, jangan Ajie…, jangan dijilat, itu kan pipis Tante”, Aku bangun berjalan ke kamar mandi, kulihat Ajie mengikutiku.


“Tante pipis dulu, Ajie jangan ikut ah…, malu”, Kataku sambil menutup pintu kamar mandi, tapi Ajie menahan dan ikut masuk.


“Saya ingin lihat Tante”.


“Terserah deh”.


“Saya ingin merasakan air pipis tante”, Aku tersentak.


“Gila kamu? Masak air pipis mau…”, Belum habis ucapanku, Ajie sudah telentang di atas lantai kamar mandiku.


“Please tante…”, Hatiku berdebar, aku belum pernah merasakan bagaimana mengencingi orang, siapa yang mau? Eh sekarang ada yang memohon untuk dikencingi. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba.


“Terserah deh…” Jawabku, lalu aku berdiri diantara kepalanya, kemudian pelan-pelan aku jongkok di atas wajahnya, kurasakan vaginaku menyentuh hidungnya. Ajie menekan pinggulku sehingga hidungnya amblas ke dalam vaginaku, aku tak peduli, kugosok-gosok vaginaku di sana, dan sensasinya luar biasa, kemudian lidahnya mulai menjulur lalu menjilati lubang pantatku lagi, sementara aku sudah tidak tahan.


“Awas…, mau keluar” Ajie memejamkan matanya. Kuarahkan lubang vaginaku ke mulutnya, kukuakkan bibir vaginaku supaya air kencingku tidak memencar, kulihat Ajie menjulurkan lidahnya menjilati bibir vaginaku, lalu memancarlah air kencingku dengan sangat deras, semuanya masuk ke dalam mulut Ajie, sebagian besar keluar lagi.


Tiba-tiba Ajie menusuk vaginaku dengan jarinya sehingga kencingku tertahan seketika, kenikmatan yang luar biasa kurasakan ketika kencingku tertahan, lalu vaginaku ditusuk terus keluar masuk dengan jarinya. Kira-kira 1 menit kurasakan kencingku kembali memancar dashyat, sambil pipis sambil kugosok-gosokkan vaginaku ke seluruh wajah Ajie.


Pemuda itu masih memejamkan matanya. Akhirnya kulihat kencingku habis, yang keluar cuma tetes tersisa disertai lendir bening keputihan menjuntai masuk ke dalam mulut pemuda itu, dan Ajie menjilat serta menghisap habis. Aku juga tak tahan, kucium mulut Ajie dengan lahap, kurasakan lendirku sedikit asin, kuraih penis Ajie, kukocok-kocok, kemudian kuselomoti penis yang besar itu.


Kusuruh Ajie nungging diatas wajahku, lalu kusedot penisnya yang sudah basah sekali oleh lendir bening yang terus-menerus menetes dari lubang kencingnya. Ajie mulai memompa penisnya di dalam mulutku, keluar masuk seolah-olah mulutku adalah vagina, aku tidak peduli, kurasakan Ajie sedang mencelucupi vaginaku sambil mengocok lubang pantatku.


Kuberanikan mencoba menjilat lubang pantat Ajie yang sedikit berbulu dan berwarna kehitam-hitaman. Tidak ada rasanya, kuteruskan menjilat lubang pantatnya, kadang-kadang kusedot bijinya, kadang-kadang penisnya kembali masuk ke mulutku. Tak lama kemudian kurasakan tubuh Ajie menegang lalu ia menjerit keras. penisnya menyemburkan air mani panas yang banyak sekali di dalam mulutku.


Kuhisap terus, kucoba untuk menelan semua air mani yang rada asin itu, sebagian menyembur ke wajahku, ku kocok penisnya, Ajie seperti meregang nyawa, tubuhnya berliuk-liuk disertai erangan-erangan keras. Setelah beberapa lama, akhirnya penis itu agak melemas, tapi terus kuhisap.


“Tante mau coba pipis Ajie nggak?” Aku ingin menolak, tapi kupikir itu tidak fair.


“Ya deh… Tapi sedikit aja” Jawabku. Kemudian Ajie berlutut di atas wajahku, lalu kedua tangannya mengangkat kepalaku sehingga penisnya tepat mengarah kemulutku. Kujilat-jilat kepala penisnya yang masih berlendir. Tak lama kemudian air pipis Ajie menyembur masuk ke dalam mulutku, terasa panas dan asin, sedikit pahit.


Kupejamkan mataku, yang kurasakan kemudian air pipis Ajie terus menyembur ke seluruh wajahku, sebagian kuminum. Ajie memukul-mukulkan penisnya ke wajah dan mulutku. Setelah habis kencingnya, aku kembali menyedot penisnya sambil mengocok juga. Kira-kira 2 menit penis Ajie mulai tegang kembali, keras seperti kayu. Ajie lalu mengarahkan penisnya ke vaginaku, kutuntun penis itu masuk ke dalam vaginaku.


Kemudian pemuda itu mulai memompa penis besarnya ke dalam vaginaku. Aku merasakan kenikmatan yang bukan main setiap penis itu dicabut lalu ditusuk lagi. Kadang Ajie mencabut penisnya lalu memasukkannya ke dalam mulutku, kemudian kurasakan pemuda itu berusaha menusuk masuk ke dalam lubang pantatku.


“Pelan-pelan…, sakit” Kataku, kemudian kurasakan penis itu menerobos pelan masuk ke dalam lubang pantatku, sakit sekali, tapi diantara rasa sakit itu ada rasa nikmatnya. Kucoba menikmati, lama-lama aku yang keenakan, sudah 3 kali aku mencapai orgasme, sedangkan Ajie masih terus bergantian menusuk vagina atau pantatku. Tubuh kami sudah berkubang keringat dan air pipis, kulihat lantai kamar mandiku yang tadinya kering, sekarang basah semua.


“aakkhh…, tante, tante…, aa” Ajie merengek-rengek sambil memompa terus penisnya di dalam lubang pantatku. Dengan sigap aku bangun lalu secepat kilat kumasukkan penisnya ke dalam mulutku, kuselomoti penis itu sampai akhirnya menyemburlah cairan kenikmatan dari penis Ajie disertai jeritan panjang, untung tidak ada orang dirumah. Air maninya menyembur banyak sekali, sebagian kutelan sebagian lagi kuarahkan ke wajahku sehingga seluruh wajahku berlumuran air mani pemuda itu.


Kemudian Ajie menggosok penisnya ke seluruh wajahku, lalu kami berpelukan erat sambil bergulingan di lantai kamar mandi. Kepuasan yang kudapat hari itu benar-benar sangat berarti. Aku makin sayang dengan Ajie. Ada saja sensasi dan cara baru setiap kali kami bercinta.


TAMAT.


Tante penjaga warung

  Namaku Otong (bukan nama sebenarnya), aku bekerja di sebuah perusahaan cukup terkenal di Jawa Barat, di sebuah kota yang sejuk, dan saya t...