Cupu Bag 1

 


Perkenalkan nama yuda 22 tahun lulusan disekolah cukup terkenal didaerah kotaku.Aku seorang siswa yang begitu pendiam dan lebih fokus dalam bermain game online.Aku tinggal di sebuah kota besar di *****,semenjak kepeninggalan ayahku,hanya ibu lah yang merawatku,kami tinggal berdua di rumah peninggalan mendiang ayahku.


Untuk masalah ekonomi,sebelum meninggal ayahku telah membuat tempat usaha di berbagai kota dan semua bisa dikatakan berhasil,sehingga urusan ekonomi Aku dan ibuku tercukupi.


Ayahku mengalami kecelakaan ketika akan pergi Dinas,musibah yang menimpa mobilnya membuatnya tak tertolong dan meninggalkan keluarga tercinta.


Ibuku berumur 35  singgel perent dengan berat badan yang ideal,body sexy sehingga banyak mata jelalatan melirik ibuku,dengan payudara yang begitu besar 42B,ibuku selalu rajin merawat diri,sehingga kecantikannya sangat menawan.


Kali ini akan ku ceritakan pengalaman yang menimpa keluargaku semenjak kepergian ayahku.


Hari Hari telah berlalu kepergian ayahku 1 tahun berlalu,ibuku yang sehari hari mengurus kebun miliknya setelah selesai nyiapin sarapan,ibuku tak terpikirkan untuk menikah lagi,meskipun banyak laki laki yang mendekatinya,tetapi ibuku tak ingin memadu kasih dengan laki laki yang baru dikenalnya.


Kelulusan sekolahku membuatku selalu terfokuskan dan ingin menghabiskan waktu liburku untuk main game online,dari pagi hingga malam.


"Yuda kamu jangan cuma main game seharian,cepat bantu ibu bereskan rumah dan nyapu halaman depan,kamu ini setiap hari game game terus"


"Iya ibu yuda kan ingin menikmati hari libur kelulusan,dari pada yang lain itu semuanya malah habiskan waktu buat jalan jalan habisin uang"


"Iya tapi bukan begitu juga sayang,sekarang ibu pengen tau emangnya kamu udah daftar kuliah ?,pasti kamu belum daftarkan,makanya jangan cuma game terus mau jadi apa kamu nantik hah"


"Iya nantik bu,lagian waktunya masih panjang juga"


"Terserah kamu lah,Ibu capek ngurusin kamu"



Setiap hari ibiku selalu ngomel jika aku main game terus,padahal kan apa salahnya juga dari pada yang lain temenku keluar tak jelas,ngabisin uang.



Aku punya sahabat namanya Riyan,masalah game dy orangnya yang selalu juara 1,selalu diriku ditantangnya untuk main game.



Ting tung pesan masuk Riyan kepadaku 


"Broo yuk ngegame,pasti lu kalah lagi kan,cepet deh invite gua ya,aku tunggu bro"


"Ok bro siyap,aku invite goooo"


Welllcommmm


"Iyaa terus bro jalan kedepan nantik juga kalah hahahahhahaa"


"Ngece amat,bantu kenapa gitu biar gua handal kayak loo"


"Padahal juga lu main dari pagi hingga malam juga tapi selalu kalah"


"Terus bro kedepan yaa serang seranggh,waduhhh kacau gini bisa kalah aduhhhh,bro bantu cepat,kiri kiri kiri,tuhh kan kalah lagii,hadeehh kesel main gini "


"Hahahaa lu gimana sih selalu kalah main hahahahahahah"


Riyan sahabatku memang selalu juara urusan game,aku dibuatnya kalah terus.


"Ydah ya bro gua olah raga dulu gak kayak loo dikamar aja game game ujungnya juga kalah gak menang menang hehehehe.


Singkat cerita malam itu ibuku memanggilku untuk membantu menata lemari penyimpanan barang barang depan,karena tanggung dengan kemensngan gameku akhirnya kuhiraukan panggilan ibuku.


"Yudaaaaaa ibu tolongin sebrntar dulu nih berat"


"Tarlagi buu tanggung nihhh"


"Dasar kamu anak gak guna yaa,mau jadi apa kamu nantik kalok kerjaanmu cuma game game terus,"


"Udah ah bentar bu"


"Terserahmu lah".


Besok paginya ku tak menemukan ibuku memasak ataupun dikebun bunganya,ku terbangun dan terus buka apk kesukaanku,kuawali pagi ini dengan game,


"Iyaa hajar terus yaa kiri kiri kiri. Weeee bangsatt,,kalah lagi hadeee"


Ting tung ting tung bunyi panggilan masuh ternyata dari Sahabatku riyan .


"Bro hari ini gua kerumahmu lah pengen duel game,pasti kalah luu"


"Yee enak aja ngece nantik yang ada lu sendiri yang kalah,yaudah buruan nih kesini mumpung nyokap lagi keluar,bisa bisa kenak ceramah lagi gara gara game"


"Oke berangkat broo"


Dari sini lah kejadian dimulai yang tak pernah terfikirkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tante penjaga warung

  Namaku Otong (bukan nama sebenarnya), aku bekerja di sebuah perusahaan cukup terkenal di Jawa Barat, di sebuah kota yang sejuk, dan saya t...