Bel berbunyi dan tak lain sahabatku yang datang,,dengan semangat Riyan langsung menuju ke ke ruang tamu,
"Hallo broo yuk mulai biar gak kelamaan "ucap yanto kediriku karena sudah siap untuk ngegame sebelum ibuku datang
"Ok bro yok giyasss"
Lama kita bermain game sehingga tak menyadari bahwa ibuku telah tiba dirunah,,dan langsung menatap tajam diriku.
"Yuda kamu bangun tidur bukannya manfi malah game terus,cepat beresin kamarmu ".
"Uh tanggung nih bu lagi asik,lagian juga lagi liburan,pengen kayak yang lain menikmatin hari harri santai"
"Udah terserah kamu aja,oiya nak Riyan udah daftar kuliah belum"
"Udah tante,udah seminggu yang lalu,jadi ya enteng aja hehehe,ngomong tante dari mana nih keringatan begitu"
"Ohh tante habis olah raga aja di depan sambil ngilangin setres gara gara ngutus nih anak bandel"
"Hehehehe bisa aja tantee,kalok tante suka olah raga bisa tuh tante gabung sama saya,saya setiap pagi selalu keliling kampung juga boar sehat nih badan,kalok mau sih timbang olah raganya sendirian "ucap Riyan kepada ibuku,seperti mendapatkan angin santai diriku menyetujui,dari pada nantinya ibu ganggu waktuku main game.
"Nahh betul itu bu,kan lumayan ada temennya "
"Itu mah akal akalanmu doang supaya gak gangguin kamu ngegame kan,dasar bocah tak berguna "
"Ngomong ngomong boleh juga tu yan biar gak setres juga sih dirumah kali yaa,yaudah deh besok tante mau kok "
Yess kata hatiku penuh kemenangan dan terbebas dari sambaran amarahnya ibuku.
"Broo kalok ngajak nyokap gua,olahraganya yang jauh yaa supaya gak gangguin aku ngegame"
"Ok bro pastii,buat lo semangat supaya menang nantil tandingnya"
Sungguh bahagia karena tak akan lagi mendapatkan ceramah pagi dari ibuku .
#pov ketiga
Pagi pagi seperti janji kemaren Riyan kerumah Yuda buat jemput ibunya yuda untuk berolah raga,karena tempatnya yang tak begitu jauh,Riyan mengayuh sepedanya ke rumah Yuda,sesampainya di depan rumah Yuda,ibunya telah siyap didepan menunggu kehadiran Riyan.
"Yuk tan udah siap belum,keburu panas nih"
"Ehh tunggu dulu kok kamu pakek sepeda bukannya kita mau joging aja "
"Udah enak lebih gowes tante,lebih sehat dan slow juga,jadi rilek deh pikiran"
"Yaudah kalok gitu bantuin tante ya keluarin sepeda tante di gudang,untung sepeda tante masih ada ,hehehee,"
"Ok tante yuk "
Setelah mereka siyap mereka mulaj menelusuri jalan perumahahan dan mengayuh sepedanya lebih jauh lagi,ditengah perjalanan mereka beristirahat dibawah pohon pinggir jalan disitu tante lisa mulai menceritakan keluh kesah Yuda kepada sahabatnya Riyan.
"Yuda beda ya sama kamu,kamu perhatian sama tante gak kayak anak tante,"sambil meminum air yang ia bawa.
"Beda gimana tante,perasaan sama saja deh "
"Iya beda,anak tante itu bandel sampek sekarang dy selalu game game game,dan menghiraukan kewajibannya untuk cari kuliah,tante capek harus marah marah terus,tante juga pengen menikmati kebahagian "
"Namanya juga masih muda tante,nantik kalok udah saatnya dy juga berubah kok,tante kalok memang tante ingin merasakan kebahagian,lakukan apa yang bisa buat tante bahagia tanpa harus memikirkan anak tante,tante berhak untuk bahagia".
"Kamu bener,tapi gimana nantinya nasib anak tante jika di biarkan begitu saja,yang ada makin parah"
"Tan apakah selama ini dy memikirkan tante,apa dy berubah ?,itu semua tidak tante,cobalah tante untuk menghiraukan dy supaya dy sadar akan kesalahannya sendiri".
Diam termenung dengan kata kata sahabat anaknya yang menyentuh hatinya lisa,dy mulai berpikir kedepannya resiko yang akan terjadi terhadap anaknya sendiri.
"Tapi kemana tante harus mencari kebahagiann Yan,tante juga bingung harus gimana"
"Tan gini saja tante ikut aku kerumah tenangkan pikiran tante dirumah,supaya beban tante hilang,yuk tan "
Riyan mulai bangkit mengajak lisa kerumahnya dan lisa pun mengikuti arah Riyan,tak butuh waktu yang lama Riyan udah sampai dirumahnya yang mewah,didalamnya hanya Rian seorang,kedua orang tuanya merantau keluar negri.
Sesampainya ia dirumahnya Riyan mempersilahkan Lisa masuk sementara Riyan membuat minuman spesial buat tante lisa.
"Tan habis olah raga capek ya,,aku buatin susu racikan keluarga ya,supaya tidak sia sia kita olah raganya"
"Hem kayaknya seger,boleh dong"
Riyan masuk kedapur untuk menyeduh susu bubuk,sebenarnya riyan tak tahan melihat kemolekan tubuh tante lisa dari awal,bodynya yang menggiurkan sehingga kontolnya mengeras dari awal perjalan,sambil menunggu air panas,Riyan beronani mengocok kontolnya sambil membayangkan tubuh tante lisa,tak butuh waktu lama seduhan udah tersaji tinggal menu spesial yang belum dicampurkan,Riyan terus mengocok dan tak lama Riyan menumpahkan spermanya di atas susu milik tante lisa,dan juga menuangkan sedikit campuran obat perangsang sex.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar